BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Suasana halaman Panti Jompo Soekinto Banjarnegara mendadak ramai oleh suara tawa dan sorakan, Kamis (13/8/2026).
Para penghuni panti yang sudah memasuki usia lanjut ikut memeriahkan lomba Agustusan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat para lansia untuk mengikuti berbagai perlombaan.
Sebagian peserta berjalan menggunakan tongkat, sementara beberapa lainnya membutuhkan bantuan kursi roda.
Namun, ketika perlombaan dimulai, mereka tetap berusaha mengikuti permainan hingga selesai.
Berbagai lomba sederhana disiapkan pengelola Panti Jompo Soekinto. Para lansia mengikuti lomba makan roti, makan kerupuk, makan pisang, memasukkan benang ke dalam botol, hingga lomba sambung ayat.
Tidak ada panggung besar ataupun hadiah mewah dalam kegiatan tersebut. Yang terlihat justru antusiasme para peserta ketika berusaha menyelesaikan setiap permainan.
Sorakan dari sesama penghuni panti membuat suasana perayaan kemerdekaan terasa semakin meriah.
Bagi para lansia, lomba Agustusan bukan hanya tentang mendapatkan hadiah atau menjadi juara.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berkumpul, bermain, tertawa, sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan bersama orang-orang yang setiap hari menemani mereka.
Salah satu peserta adalah Wito Miharjo. Ia mengikuti lomba makan roti dan sambung ayat.
Meski mengaku mengalami kesulitan saat mengikuti perlombaan, Wito justru berhasil meraih juara pertama dan mendapatkan hadiah uang.
“Rasanya senang sekali ada lomba ini. Walau agak susah, alhamdulillah tadi menang jadi juara satu dan dapat hadiah uang,” ujar Wito.
Peserta lainnya, Wiwi, mengikuti lomba makan kerupuk.
Permainan yang biasanya menjadi salah satu lomba favorit dalam perayaan 17 Agustus tersebut ternyata cukup menantang bagi Wiwi karena kondisi giginya yang sudah tidak lengkap.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuat Wiwi kehilangan semangat.
Ia tetap mengikuti perlombaan dan menikmati keseruan bersama penghuni Panti Jompo Soekinto lainnya.
“Senang walau agak susah karena saya sudah tidak punya gigi. Tapi dengan ada lomba ini saya senang karena bisa ikut meramaikannya bersama rekan-rekan di sini,” tuturnya.
Sebanyak 28 lansia mengikuti rangkaian lomba Agustusan tersebut. Jenis permainan sengaja dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi fisik para peserta.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar para lansia tetap dapat mengikuti kegiatan tanpa harus menghadapi permainan yang terlalu berat.
Bagi pengelola panti, yang paling penting bukan jumlah peserta yang menang, tetapi bagaimana seluruh penghuni mendapatkan kesempatan untuk menikmati kegiatan bersama.
Pendiri sekaligus pengasuh Panti Jompo Soekinto, Sutinah, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar untuk memberikan suasana berbeda kepada para penghuni panti.
Ia ingin para lansia tetap bisa merasakan kemeriahan perayaan kemerdekaan seperti masyarakat pada umumnya.
“Supaya mereka merasa bahwa kemerdekaan tidak hanya milik orang-orang di luar saja. Di panti jompo pun mereka bisa merasakan kebahagiaan dan merasa merdeka,” kata Sutinah.
Menurut Sutinah, usia lanjut dan keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi alasan bagi para lansia untuk kehilangan kesempatan menikmati berbagai kegiatan.
Selama masih memungkinkan, para penghuni panti terus dilibatkan dalam aktivitas yang dapat membuat suasana menjadi lebih hidup.
Perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI tersebut pun menjadi salah satu kegiatan rutin yang digelar setiap tahun di Panti Jompo Soekinto Banjarnegara. Selain perlombaan, kegiatan juga diisi dengan CKG bagi para lansia.
Perpaduan antara aktivitas, pemeriksaan kesehatan, dan kebersamaan tersebut diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih menyeluruh kepada para penghuni panti.
Terlebih, tidak semua lansia masih mendapatkan kunjungan rutin dari keluarga.
Bagi sebagian penghuni, teman-teman sesama lansia dan para pengasuh menjadi orang-orang yang menemani kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan sederhana seperti lomba makan kerupuk, makan roti, maupun memasukkan benang ke botol bisa memiliki arti yang cukup besar.
Melalui kegiatan tersebut, para lansia memiliki kesempatan untuk tertawa bersama, saling menyemangati, dan merasakan menjadi bagian dari sebuah perayaan besar.
Suasana tersebut juga membantu membuat lingkungan panti terasa lebih hangat dan tidak monoton.
“Kami berharap mereka merasa bahagia, merasa masih dihargai sebagai manusia dan merasa ada yang peduli, walaupun jauh dari keluarga dan anak-anaknya,” ujar Sutinah.
Semangat para penghuni Panti Jompo Soekinto mengikuti lomba Agustusan menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak mengenal batas usia.
Meski kemampuan fisik sudah tidak seperti ketika masih muda, para lansia tetap bisa ikut menikmati kemeriahan HUT Kemerdekaan RI.
Di halaman panti, kemerdekaan tidak hanya hadir melalui bendera merah putih dan berbagai perlombaan khas Agustusan.
Kemerdekaan juga terasa melalui kesempatan untuk berkumpul, bermain, tertawa, dan mendapatkan perhatian.
Bagi para penghuni Panti Jompo Soekinto Banjarnegara, momen tersebut menjadi pengingat bahwa di usia senja sekalipun mereka tetap memiliki ruang untuk bahagia dan merasakan kebersamaan. (far/stch/dda)
















