BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kasus ambruknya tribun VIP dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto masih dalam proses penyelidikan.
Dua pekan setelah tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi masih menunggu hasil analisis untuk menentukan langkah selanjutnya.
Tim Labfor Polda Jawa Tengah sebelumnya telah turun ke lokasi tribun yang ambruk.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel material konstruksi untuk mengetahui kondisi dan kemungkinan penyebab runtuhnya tribun.
Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Ardi Kurniawan mengatakan, salah satu material yang diambil untuk pemeriksaan adalah besi konstruksi tribun.
“Tim Labfor sudah menangani, sudah mengambil sampel, seperti sampel besinya. Saat ini masih dalam pemeriksaan dan sudah sekitar dua pekan. Kemungkinan hasilnya akan terlihat nantinya,” ujar Ardi saat dikonfirmasi, Kamis (13/8).
Hasil pemeriksaan Labfor menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Polisi masih perlu mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun VIP tersebut, termasuk kondisi material konstruksi yang digunakan.
Selain kondisi material, penyidik juga masih mendalami berbagai faktor yang mungkin berkaitan dengan keruntuhan tribun.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi polisi untuk menentukan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam kejadian tersebut.
Terkait kemungkinan adanya tersangka, Ardi mengatakan polisi belum dapat memastikan.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor dan mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kejadian.
“Jangan langsung mengarah ke penetapan tersangka. Karena dari pihak acara sudah memenuhi hak korban, kemudian para korban sampai saat ini tidak ada yang melapor atau menuntut,” jelasnya.
Polisi juga mempertimbangkan mekanisme penyelesaian perkara berdasarkan ketentuan dalam KUHAP baru, termasuk kemungkinan penerapan restorative justice.
Namun, mekanisme tersebut belum berarti proses penyelidikan dihentikan.
Ardi menegaskan pemeriksaan tetap berjalan untuk mengetahui fakta di balik ambruknya tribun.
Keputusan mengenai ada atau tidaknya tersangka baru dapat diambil setelah penyidik mendapatkan informasi yang cukup.
“Dalam KUHAP baru juga sudah ada aturan restorative justice. Jadi kita belum bisa memutuskan akan ada tersangka atau tidak, karena saat ini masih proses pemeriksaan,” pungkasnya.
Peristiwa ambruknya tribun VIP tersebut terjadi saat Kejurnas Drift Speed Fest Round 2 RD.3 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7).
Saat kejadian, tribun dipenuhi penonton yang sedang menyaksikan jalannya kegiatan.
Tribun kemudian roboh ketika panitia membagikan merchandise kepada penonton. Sejumlah penonton berdiri dan bergerak untuk mendapatkan kaus yang dibagikan.
Kondisi tersebut diduga membuat beban dan pergerakan penonton di tribun meningkat.
Namun, penyebab pasti keruntuhan masih harus dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan forensik.
Sejumlah saksi yang berada di lokasi mengaku tribun sempat menunjukkan tanda-tanda sebelum akhirnya ambruk. Salah satu saksi menyebut tribun sempat bergoyang.
Bahkan, seorang saksi mengaku mendengar suara seperti “engket-engket” dari arah konstruksi tribun sesaat sebelum bangunan tersebut roboh.
Tidak lama setelah suara tersebut terdengar, tribun VIP akhirnya ambruk. Penonton yang berada di atasnya langsung berhamburan menyelamatkan diri.
Sejumlah orang mengalami luka akibat terjatuh maupun tertimpa bagian konstruksi tribun yang roboh. Kondisi tersebut kemudian mendapat penanganan dari pihak terkait.
Peristiwa tersebut membuat polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya tribun.
Pemeriksaan lokasi kemudian dilakukan, termasuk dengan melibatkan tim Labfor Polda Jawa Tengah.
Sampel material konstruksi yang diambil Labfor menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi material yang digunakan dalam pembangunan tribun.
Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian sejak sebelum tribun roboh hingga setelah peristiwa berlangsung.
Keterangan saksi menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan penyidik untuk melengkapi proses pemeriksaan.
Di sisi lain, pihak penyelenggara disebut telah memenuhi hak para korban. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan perkara yang kini masih berjalan.
Meski demikian, polisi belum memberikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya unsur pidana.
Hasil pemeriksaan Labfor masih ditunggu sebelum penyidik mengambil keputusan lebih lanjut.
Kemungkinan penerapan restorative justice juga masih menjadi bagian dari pertimbangan penyidik.
Mekanisme tersebut dapat menjadi salah satu opsi penyelesaian perkara apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
Namun, polisi menegaskan bahwa keputusan tersebut belum final. Penyidik masih harus menyelesaikan proses pemeriksaan dan memastikan seluruh fakta terkait ambruknya tribun VIP GOR Satria Purwokerto.
Dengan demikian, hingga Kamis (13/8), belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor yang telah berlangsung sekitar dua pekan.
Hasil pemeriksaan material konstruksi nantinya diharapkan menjadi salah satu dasar untuk menentukan arah penyelidikan.
Jika ditemukan adanya unsur pelanggaran, polisi akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai hasil penyidikan.
Kasus ambruknya tribun VIP dalam Kejurnas Drift Speed Fest ini pun masih menjadi perhatian karena kejadian berlangsung ketika tribun dipenuhi penonton.
Polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. (zet/dms/stch/dda)
















