BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Warga Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang ditemukan di bawah jembatan Sungai Putat pada Rabu, 21 Mei 2025. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengapung dengan tubuh yang sudah membengkak.
Kepala Kasi Humas Polres Purbalingga, mengatakan bahwa mayat tersebut diketahui bernama Habibie, seorang pria berusia 67 tahun yang merupakan warga setempat. Sebelumnya, keluarga korban melaporkan hilangnya Habibie pada Sabtu, 17 Mei 2025. Korban dilaporkan meninggalkan rumah tanpa memberi kabar dan tidak kembali lagi.
“Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya. Korban pergi meninggalkan rumah dan tidak kunjung pulang,” ujar Kasi Humas Polres Purbalingga, pada Rabu (21/5).
Menurut keterangan keluarga, korban yang menderita penyakit demensia sering kali kehilangan ingatan, yang menyebabkan dia pergi meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas. Keluarga korban kemudian mencoba mencarinya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Setelah beberapa hari tidak ada kabar, akhirnya warga sekitar mencium bau busuk yang berasal dari bawah jembatan Sungai Putat, yang akhirnya mengarah pada penemuan mayat tersebut. Jenazah korban ditemukan mengapung, dan setelah diperiksa, kondisinya sudah sangat memburuk.
“Karena tidak kunjung pulang, keluarga kemudian berusaha mencarinya namun tidak ditemukan,” tambah Kasi Humas Polres Purbalingga.
Setelah mayat ditemukan, pihak Polres Purbalingga bersama dengan tim INAFIS segera melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh INAFIS Polres Purbalingga dan dokter Puskesmas Karangmoncol, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada kemungkinan adanya tindak pidana. Ini mengindikasikan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh faktor kekerasan atau kecelakaan yang disengaja.
“Berdasarkan pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sejak sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” ungkap Kasi Humas.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, keluarga korban menerima penjelasan mengenai kondisi jenazah. Jenazah Habibie kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pihak kepolisian juga telah memastikan bahwa tidak ada indikasi kriminal dalam kasus ini. Meskipun begitu, masyarakat tetap dihimbau untuk berhati-hati terhadap berbagai potensi bahaya, terlebih lagi bagi orang-orang yang memiliki riwayat penyakit seperti demensia, yang dapat menyebabkan mereka terpisah dari keluarga dan berisiko mengalami kecelakaan atau kejadian tidak diinginkan.
Kehilangan seorang anggota keluarga tentu menjadi peristiwa yang sangat berat, apalagi dalam kondisi seperti ini. Keluarga korban tentu merasa kehilangan yang mendalam, namun mereka dapat merasa lega bahwa jenazah Habibie akhirnya ditemukan dan dapat dimakamkan dengan layak.
Kejadian ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya perhatian dan pengawasan terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi kesehatan yang rentan, seperti demensia. Dengan adanya pengawasan yang lebih baik, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.
Pihak berwenang akan terus melakukan evaluasi dan memantau kondisi warga, terutama mereka yang berisiko tinggi, untuk memastikan keselamatan mereka. Keluarga korban pun diharapkan dapat melalui masa-masa berduka ini dengan dukungan dari masyarakat sekitar.
Ke depan, dengan adanya penemuan ini, pihak terkait berharap masyarakat lebih proaktif dalam menjaga keselamatan anggota keluarga, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau mental.
Peristiwa ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang lebih rentan dan membutuhkan perhatian ekstra dari orang-orang terdekat. (tya/stch)
















