Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Produksi Padi Indonesia 2026 Meningkat, BPS Sebut Beras Nasional Capai 28,71 Juta Ton
MI Ma’arif NU 02 Cipawon Ikuti Visitasi BAN-PDM, Optimistis Naik ke Akreditasi A

MI Ma’arif NU 02 Cipawon Ikuti Visitasi BAN-PDM, Optimistis Naik ke Akreditasi A

Satu Madrasah Jalani Akreditasi UlangSatu Madrasah Jalani Akreditasi Ulang
DINILAI ASESOR: Tim asesor BAN-PDM Provinsi Jawa Tengah melakukan visitasi akreditasi di MI Ma'arif NU 02 Cipawon, Kecamatan Bukateja, Senin (3/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – MI Ma’arif NU 02 Cipawon, Kecamatan Bukateja, menjadi satu-satunya madrasah di Kabupaten Purbalingga yang menjalani proses akreditasi ulang pada tahun 2026.

Visitasi dilakukan oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Jawa Tengah selama dua hari, yakni 3–4 Agustus 2026.

Akreditasi ulang ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Pihak sekolah pun menargetkan hasil terbaik dengan harapan mampu meraih predikat Akreditasi A.

Guru MI Ma’arif NU 02 Cipawon, Siti Barokah, mengatakan persiapan menghadapi akreditasi telah dilakukan sejak akhir Juni 2026.

Langkah tersebut diambil setelah pihak madrasah memperoleh informasi melalui sistem Sispena-PDM yang menunjukkan nilai akreditasi sekolah terbaca C.

Padahal, menurut Siti, hasil akreditasi resmi yang dimiliki MI Ma’arif NU 02 Cipawon sejak tahun 2013 adalah Akreditasi B.

Perbedaan data pada sistem tersebut menyebabkan madrasah harus mengikuti proses akreditasi ulang dan tidak memperoleh perpanjangan akreditasi secara otomatis seperti sejumlah madrasah lainnya.

“Target kami mudah-mudahan memperoleh akreditasi A,” ujar Siti.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung, melengkapi administrasi, hingga memastikan seluruh aspek yang menjadi indikator penilaian dapat dipenuhi sesuai standar BAN-PDM.

Sementara itu, madrasah lain di Kabupaten Purbalingga yang data akreditasinya di sistem masih terbaca B tidak diwajibkan menjalani proses penilaian ulang sehingga MI Ma’arif NU 02 Cipawon menjadi satu-satunya madrasah yang menjalani visitasi pada tahun ini.

Proses akreditasi dilaksanakan oleh tim asesor BAN-PDM Provinsi Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Cilacap.

Selama dua hari pelaksanaan visitasi, asesor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di madrasah.

Terdapat 14 butir penilaian dengan total 63 indikator yang harus dipenuhi sekolah.

Penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga melihat kualitas pelaksanaan pendidikan secara menyeluruh.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian asesor meliputi kompetensi guru dalam proses pembelajaran, kepemimpinan kepala madrasah, peran komite sekolah dalam mendukung pengelolaan pendidikan, hingga capaian hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Selain melakukan pemeriksaan dokumen, tim asesor juga melakukan observasi terhadap lingkungan sekolah, proses pembelajaran, serta melakukan wawancara dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh indikator penilaian sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Wisnu Sudarman, menegaskan bahwa akreditasi bukan semata-mata bertujuan memperoleh nilai tertinggi.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

“Akreditasi bukan sekadar mencari nilai, tetapi menjadi momentum evaluasi dan mitigasi sistem pelayanan madrasah agar kualitas pendidikan terus berkembang,” kata Wisnu.

Ia berharap seluruh tahapan visitasi dapat berjalan lancar sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kualitas pendidikan yang telah dibangun oleh MI Ma’arif NU 02 Cipawon selama ini.

Akreditasi juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta pelayanan kepada peserta didik.

Bagi masyarakat, hasil akreditasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu sebuah lembaga pendidikan.

Karena itu, peningkatan status akreditasi tidak hanya berdampak pada citra sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan orang tua dalam memilih madrasah sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.

Melalui proses akreditasi ulang ini, MI Ma’arif NU 02 Cipawon berharap dapat membuktikan kualitas layanan pendidikan yang dimiliki sekaligus meraih hasil terbaik berupa Akreditasi A sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu di Kabupaten Purbalingga. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Produksi Beras Meningkat hingga September

Produksi Padi Indonesia 2026 Meningkat, BPS Sebut Beras Nasional Capai 28,71 Juta Ton