Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Mobil SPPG Tabrak Truk Saat Menyalip di Banyuwangi, Kernet Tewas di Tempat

Mobil SPPG Hantam Truk di BanyuwangiMobil SPPG Hantam Truk di Banyuwangi
RINGSEK: Sebuah mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami kecelakaan di jalan lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pada Senin (10/8) pagi

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUWANGI – Mobil pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) mengalami kecelakaan di jalan lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (10/8) pagi.

Kecelakaan tersebut menewaskan seorang kernet yang berada di dalam kendaraan, sementara sopir mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan.

Peristiwa kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kendaraan diketahui melaju dari arah utara sebelum mengalami kecelakaan saat berusaha mendahului sebuah truk yang berjalan searah.

Benturan terjadi ketika mobil SPPG diduga tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyelesaikan manuver. Saat kendaraan mencoba menyalip, dari arah berlawanan muncul sepeda motor.

Sopir kemudian diduga membanting setir ke kiri hingga bagian depan mobil menghantam belakang truk.

Salah seorang saksi, Marwan, mengatakan mobil SPPG awalnya berusaha mendahului truk yang berada di depannya.

Namun, kemunculan sepeda motor dari arah berlawanan membuat kendaraan tersebut kesulitan menyelesaikan proses menyalip.

“Saat menyalip, dari arah berlawanan melaju sebuah sepeda motor. Sepertinya nggak nutut, mobil ini (SPPG) lalu banting ke kiri. Kena lah bagian belakang truk,” kata Marwan dilansir dari Radar Banyuwangi, Senin.

Akibat benturan tersebut, bagian depan sebelah kiri mobil SPPG mengalami kerusakan parah.

Kondisi kendaraan terlihat ringsek setelah menghantam bagian belakang truk.

Kernet mobil berinisial G (28) meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Sementara sopir mobil berinisial K (25) mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Mobil yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan kendaraan milik salah satu SPPG yang berada di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Kendaraan digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan makanan dalam program MBG kepada penerima manfaat.

Sebelum kecelakaan terjadi, mobil SPPG tersebut diketahui baru menyelesaikan pengiriman makanan MBG.

Kendaraan kemudian kembali melakukan pengiriman kedua dengan membawa sekitar 980 ompreng makanan.

Kecelakaan terjadi ketika kendaraan menjalankan pengiriman kedua tersebut.

Mobil melaju di jalan lingkar Desa Ketapang dan berusaha mendahului truk yang berada di depannya.

Namun, manuver tersebut berakhir dengan kecelakaan setelah kendaraan diduga tidak memiliki cukup ruang untuk kembali ke jalurnya. Bagian depan mobil kemudian menghantam bagian belakang truk.

Kerasnya benturan membuat kondisi mobil SPPG mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian depan sebelah kiri.

Kernet yang berada di dalam kendaraan tidak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, sopir yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, kecelakaan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan kendaraan pengangkut makanan program MBG yang sedang menjalankan pengiriman.

Peristiwa kecelakaan mobil SPPG di Banyuwangi tersebut juga menunjukkan risiko yang dapat terjadi selama proses distribusi makanan.

Kendaraan pengangkut MBG harus melintas dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memastikan makanan dapat dikirim sesuai jadwal.

Kecelakaan bermula ketika mobil SPPG mencoba menyalip truk di jalan lingkar Desa Ketapang.

Munculnya kendaraan dari arah berlawanan diduga membuat sopir tidak memiliki cukup ruang untuk menyelesaikan manuver hingga akhirnya membanting setir dan menabrak bagian belakang truk.

Dalam kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia, yakni kernet berinisial G (28).

Sopir berinisial K (25) selamat meski mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan.

Mobil SPPG itu diketahui membawa sekitar 980 ompreng MBG dalam pengiriman keduanya.

Sebelumnya, kendaraan tersebut telah menyelesaikan pengiriman pertama sebelum kembali menjalankan distribusi berikutnya.

Peristiwa kecelakaan yang menewaskan kernet mobil pengangkut MBG tersebut terjadi pada Senin pagi di jalan lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Penanganan lebih lanjut terhadap kecelakaan dilakukan setelah kendaraan mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sejumlah Langkah Ikuti Rekrutmen PT Sucofindo

Ingin Berkarier di PT Sucofindo? Simak Syarat dan Kualifikasinya

Berita Selanjutnya
Target Jalan Mantap Terancam Gagal

Target Jalan Mantap Purbalingga 81 Persen Terancam Gagal, Anggaran Hanya Mampu Tambah 4 Persen