BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan program insentif kendaraan listrik akan tetap berlanjut pada tahun 2026.
Selain melanjutkan pemberian subsidi untuk pembelian mobil dan motor listrik, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan meluncurkan motor listrik nasional hasil karya anak bangsa sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif nasional dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai konferensi pers APBN Kita Edisi Juli 2026 di Jakarta.
Menurutnya, pemerintah masih menyempurnakan mekanisme penyaluran insentif agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak maksimal bagi industri kendaraan listrik di Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa pembahasan skema insentif masih dilakukan bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa.
Pemerintah tengah mengevaluasi mekanisme penyaluran subsidi sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara penuh.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa bantuan untuk pembelian kendaraan listrik tidak dihentikan.
“Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu,” ujar Purbaya.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan target pemberian insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit motor listrik sepanjang tahun 2026.
Khusus untuk motor listrik, besaran bantuan yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Selain membantu konsumen, insentif juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah belum mengumumkan secara resmi skema terbaru karena masih dilakukan penyempurnaan.
Menurut Airlangga, penyesuaian tersebut bertujuan agar penyaluran subsidi benar-benar tepat sasaran serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun industri kendaraan listrik.
Dengan evaluasi tersebut, pemerintah berharap kebijakan insentif tidak hanya meningkatkan penjualan kendaraan listrik, tetapi juga mempercepat perkembangan industri otomotif nasional.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera meluncurkan motor listrik nasional yang merupakan hasil karya anak bangsa.
Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemampuan industri otomotif dalam negeri sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik secara mandiri.
“Dalam waktu dekat mungkin akan ada semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa,” kata Prasetyo.
Menurutnya, kehadiran motor listrik nasional diharapkan mampu menjadi simbol kemajuan teknologi otomotif Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar nasional maupun internasional.
Pemerintah menilai pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil.
Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang digunakan masyarakat, konsumsi BBM diharapkan dapat ditekan sehingga mendukung target pengurangan emisi karbon dan percepatan transisi menuju energi bersih.
Melalui kombinasi kebijakan insentif dan peluncuran motor listrik nasional, pemerintah optimistis ekosistem kendaraan listrik di Indonesia akan berkembang lebih cepat.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik di kawasan Asia. (*/stch/dda)














