Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Budidaya Melon Hidroponik di Greenhouse BUMDes Gumelar Sukses, Panen Berkualitas dan Untung Besar
DPD APPSI Banjarnegara Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pedagang Pasar Tradisional di Era Digital

DPD APPSI Banjarnegara Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pedagang Pasar Tradisional di Era Digital

APPSI Perjuangkan Pedagang Pasar TradisionalAPPSI Perjuangkan Pedagang Pasar Tradisional
PELANTIKAN: Mausda dan Pelantikan Pengurus DPD APPSI Kabupaten Banjarnegara periode 2026-2031 di The Pikas Artventure Resort Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Banjarnegara periode 2026–2031 resmi dilantik pada Senin (20/7/2026).

Kepengurusan yang dipimpin Mohammad Arif Bruri Widodo atau yang akrab disapa Wiwit Kamso tersebut diharapkan mampu memperkuat peran pedagang pasar tradisional dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan ritel modern maupun perdagangan berbasis digital.

Pelantikan yang berlangsung di The Pikas Artventure Banjarnegara dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Tengah, Suwanto.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus APPSI, perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, serta para pedagang dari berbagai pasar tradisional yang ada di wilayah Banjarnegara.

Pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penting bagi APPSI Banjarnegara untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah ini dinilai penting mengingat pasar tradisional masih memegang peranan besar dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan menjadi sumber penghasilan bagi ribuan pedagang kecil serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua DPD APPSI Banjarnegara, Mohammad Arif Bruri Widodo, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan menjadi wadah perjuangan bagi seluruh pedagang pasar tradisional.

Menurutnya, APPSI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pedagang dengan pemerintah dalam menyampaikan berbagai aspirasi maupun kebutuhan yang dihadapi di lapangan.

Arif mengatakan, setelah resmi dilantik, seluruh jajaran pengurus berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar.

APPSI akan mendorong lahirnya berbagai program yang dapat memperkuat daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan perlindungan terhadap para pedagang di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin berkembang.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang harus terus dipertahankan.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, APPSI Banjarnegara akan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai organisasi lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan berbagai program pengembangan pasar tradisional agar tetap mampu bersaing tanpa kehilangan ciri khas sebagai pusat perdagangan rakyat.

Selain memperjuangkan aspirasi pedagang, APPSI juga akan fokus meningkatkan kualitas pelayanan pasar, menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, nyaman, dan aman, serta memperkuat kapasitas pedagang melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan usaha.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pedagang sekaligus menarik minat masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar tradisional.

Ketua DPW APPSI Jawa Tengah, Suwanto, berharap kepengurusan baru dapat menjalankan organisasi secara aktif dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pedagang.

Menurutnya, APPSI harus mampu menjadi organisasi yang memberikan solusi nyata, memperkuat solidaritas antarpedagang, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Suwanto menilai pasar tradisional memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pasar tradisional menjadi tempat berkembangnya pelaku UMKM sekaligus menjadi penghubung antara produsen lokal dengan masyarakat sebagai konsumen.

Oleh karena itu, keberadaan pasar tradisional harus terus diperkuat agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Ia juga menyoroti tantangan yang semakin kompleks akibat berkembangnya pusat perbelanjaan modern dan platform perdagangan digital.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pedagang pasar tradisional untuk terus beradaptasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan keunggulan utama yang dimiliki pasar tradisional, yakni kedekatan dengan masyarakat dan fleksibilitas dalam bertransaksi.

Keberadaan APPSI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak kepada pedagang pasar.

Organisasi ini juga diharapkan dapat memperjuangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, akses permodalan, peningkatan kompetensi pedagang, hingga pengembangan fasilitas pasar yang lebih representatif.

Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, APPSI Banjarnegara optimistis mampu membawa perubahan positif bagi pedagang pasar tradisional.

Melalui sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, pasar tradisional diharapkan tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, memperkuat sektor UMKM, serta mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern dan digital. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BUMDes Gumelar Kembangkan Melon Hidroponik

Budidaya Melon Hidroponik di Greenhouse BUMDes Gumelar Sukses, Panen Berkualitas dan Untung Besar