Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Krisis Air Bersih Purbalingga Meluas, 10 Desa Terdampak Kemarau Panjang

Krisis Air Bersih MeluasKrisis Air Bersih Meluas
DISTRIBUSI AIR: BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kalialang, Kecamatan Kemangkon, yang mulai terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Purbalingga terus meluas.

Hingga pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat sebanyak 10 desa yang tersebar di enam kecamatan telah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Bertambahnya jumlah wilayah terdampak menunjukkan bahwa musim kemarau mulai memberikan tekanan serius terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

Desa Kalialang di Kecamatan Kemangkon menjadi wilayah terbaru yang masuk dalam daftar daerah terdampak kekeringan.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat pada Selasa (21/7/2026) guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, mengatakan distribusi bantuan air bersih dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami sudah menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kalialang pada Selasa (21/7/2026),” ujarnya.

Menurut Revon, hingga saat ini terdapat 10 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak krisis air bersih.

Keenam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Karangreja, Karanganyar, Pengadegan, Kejobong, Kemangkon, dan Rembang.

BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

Berdasarkan prediksi cuaca, musim kemarau diperkirakan masih mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.

Karena itu, jumlah desa yang mengalami kekeringan berpotensi terus bertambah apabila curah hujan belum kembali turun.

Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi berupa distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi desa yang mengalami penurunan debit sumber air sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi.

Selain wilayah yang telah tercatat secara resmi oleh BPBD, dampak kekeringan juga mulai dirasakan masyarakat di Dusun III Desa Binangun, Kecamatan Mrebet.

Warga di kawasan tersebut mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih akibat berkurangnya sumber mata air selama musim kemarau berlangsung.

Untuk membantu masyarakat, Polsek Mrebet turut menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

Bantuan tersebut menjadi bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kepala Dusun III Desa Binangun, Sutomo, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diterima masyarakat.

Menurutnya, distribusi air sangat membantu warga karena pasokan air di wilayahnya mulai sulit diperoleh sejak musim kemarau semakin panjang.

BPBD Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung.

Penghematan penggunaan air dinilai penting agar cadangan air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan lebih lama hingga musim hujan kembali tiba.

Selain mendistribusikan bantuan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta berbagai instansi terkait untuk memantau kondisi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat segera disalurkan apabila terdapat desa lain yang mulai mengalami krisis air bersih.

Musim kemarau setiap tahun menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah di Purbalingga, terutama daerah yang mengandalkan sumber mata air dan sumur dangkal.

Penurunan debit air akibat minimnya curah hujan sering kali memicu krisis air bersih yang berdampak pada aktivitas masyarakat.

Pemerintah berharap kerja sama antara BPBD, pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan.

Dengan distribusi bantuan yang tepat sasaran dan penggunaan air secara hemat, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap dapat terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Hama Rusak 30 Persen Tanaman Cengkeh

Serangan Hama Cengkeh Capai 30 Persen, Pemkab Banjarnegara Perkuat Pengendalian dengan Agen Hayati

Berita Selanjutnya
Bayi Laki laki Ditemukan Dalam Gerobak

Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Gerobak di Purwokerto Timur, Diduga Ditelantarkan Orang Tua