BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Musim kemarau yang menyebabkan debit air sungai menurun tidak menyurutkan semangat atlet arung jeram Kabupaten Banyumas dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Demi menjaga performa dan kebugaran, para atlet kini memanfaatkan saluran irigasi di kawasan Jalan Bung Karno, Purwokerto, sebagai lokasi latihan alternatif.
Pemandangan atlet mendayung perahu karet di saluran irigasi yang berada di sisi Jalan Bung Karno menjadi perhatian masyarakat.
Di tengah lalu lintas kendaraan yang padat, mereka berlatih dengan serius, mengayuh perahu melawan arus sebagai bagian dari persiapan menuju ajang olahraga terbesar di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pelatih Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Banyumas, Abdul Muis, menjelaskan bahwa perubahan lokasi latihan dilakukan karena sejumlah sungai yang selama ini menjadi tempat pembinaan atlet mengalami penyusutan debit air akibat musim kemarau.
Sungai Banjaran, Sungai Tajum, Sungai Logawa, hingga Sungai Mengaji yang biasanya digunakan untuk latihan kini tidak lagi memiliki kondisi ideal.
Bahkan kolam retensi di Jalan Bung Karno yang sempat dimanfaatkan sebelumnya juga mengalami penurunan volume air.
“Awalnya kami berlatih di kolam retensi Jalan Bung Karno. Namun sekarang kedalaman air tinggal sekitar 70 sentimeter, sisanya berupa lumpur dan menimbulkan bau. Saat ini justru saluran irigasi menjadi lokasi dengan kondisi air paling stabil,” ujar Abdul Muis.
Meski belum memenuhi standar arena latihan arung jeram, saluran irigasi tersebut masih memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan arus air yang relatif stabil.
Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menjaga kekuatan kayuhan, meningkatkan daya tahan fisik, dan mempertahankan ritme latihan para atlet.
Menurut Abdul Muis, kedalaman ideal untuk latihan arung jeram sebenarnya mencapai sekitar dua meter.
Namun dengan kondisi yang ada, para atlet tetap mampu menjalani latihan secara maksimal.
Sejak Juni 2026, latihan rutin dilakukan setiap hari kecuali Minggu. Para atlet memulai latihan sejak pagi hingga menjelang sore.
Dalam satu sesi, mereka menempuh lintasan sekitar satu kilometer yang terdiri atas 500 meter melawan arus dan 500 meter mengikuti arus.
Latihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kekuatan fisik, koordinasi tim, serta kemampuan mengendalikan perahu dalam berbagai kondisi arus sebagai bekal menghadapi persaingan di Porprov Jawa Tengah 2026.
FAJI Banyumas sebenarnya memiliki pilihan berlatih di Sungai Serayu maupun Sungai Klawing yang memiliki debit air lebih besar.
Namun keterbatasan anggaran operasional dan jarak tempuh dari asrama atlet membuat opsi tersebut sulit dilakukan secara rutin.
“Kami mempertimbangkan efisiensi biaya dan waktu. Karena itu sementara ini kami memaksimalkan fasilitas yang ada di Purwokerto agar program latihan tetap berjalan,” jelas Abdul Muis.
Pada ajang Porprov Jawa Tengah 2026, FAJI Kabupaten Banyumas menargetkan mengirimkan dua tim putra yang akan berlaga di empat nomor pertandingan kategori R4 dan R6.
Target yang dipasang cukup tinggi, yakni membawa pulang dua medali emas.
Target tersebut meningkat dibandingkan capaian pada Porprov sebelumnya ketika Banyumas berhasil meraih satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Meski optimistis mampu meningkatkan prestasi, FAJI Banyumas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan sarana latihan.
Sejumlah peralatan utama sudah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian.
Dari dua perahu yang rusak, hanya satu unit yang masih bisa digunakan untuk latihan.
Sementara satu perahu lainnya sudah tidak layak pakai sehingga mengurangi efektivitas program pembinaan atlet.
Abdul Muis berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat memberikan dukungan melalui penyediaan sarana latihan yang lebih memadai agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara optimal.
“Harapan kami pemerintah daerah dapat membantu pemenuhan sarana latihan sehingga prestasi atlet Banyumas terus meningkat,” katanya.
Di balik berbagai keterbatasan tersebut, Abdul Muis melihat potensi besar yang dimiliki saluran irigasi di Jalan Bung Karno.
Menurutnya, lokasi tersebut dapat dikembangkan menjadi arena arung jeram buatan yang berada di tengah kota.
Jika direalisasikan, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat latihan atlet, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi, sarana edukasi olahraga, hingga destinasi wisata olahraga bagi masyarakat.
Dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, arena arung jeram buatan berpotensi menjadi ikon baru olahraga di Kabupaten Banyumas sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.
Semangat para atlet yang tetap berlatih di tengah keterbatasan menjadi bukti bahwa tekad meraih prestasi tidak pernah surut.
Meski harus beradaptasi dengan kondisi musim kemarau dan minimnya fasilitas, mereka tetap optimistis mampu memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Banyumas pada ajang Porprov Jawa Tengah 2026. (dms/stch/dda)














