Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ahli Ungkap 5 Waktu yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Makan Buah

Waktu maakan buahWaktu maakan buah
Hindari Makan Buah Di Waktu Ini

BANYUMASEKSPRES.ID, Buah merupakan salah satu makanan sehat yang dikenal kaya akan vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan nutrisi tersebut membuat buah menjadi pilihan camilan maupun pelengkap menu harian yang dianjurkan untuk berbagai kalangan. Namun, manfaat buah tidak hanya dipengaruhi oleh jenis yang dikonsumsi.

Cara serta waktu mengonsumsi buah juga memiliki peran penting dalam membantu tubuh memperoleh manfaat secara optimal.

Dalam kondisi tertentu, makan buah pada waktu yang kurang tepat justru dapat memicu rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan maupun memengaruhi kestabilan gula darah.

Waktu Konsumsi Buah Perlu Diperhatikan agar Manfaatnya Lebih Optimal
Banyak orang hanya berfokus pada jumlah buah yang dikonsumsi setiap hari.

Padahal, memperhatikan waktu makan buah juga menjadi bagian penting dari pola makan sehat.

Apabila dikonsumsi pada waktu yang kurang sesuai, buah yang seharusnya memberikan energi dan nutrisi justru berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman di perut, hingga perubahan kadar gula darah yang terjadi lebih cepat.

Karena itu, memahami kapan waktu yang sebaiknya dihindari untuk makan buah dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik sekaligus meminimalkan risiko munculnya keluhan setelah mengonsumsinya.

Melansir Food NDTV, terdapat beberapa waktu yang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi buah agar manfaatnya tetap maksimal bagi kesehatan tubuh.

Saat Perut Kosong

Sebagian orang menganggap makan buah saat perut kosong, terutama pada pagi hari, merupakan kebiasaan yang menyehatkan. Meski demikian, kondisi ini tidak selalu cocok untuk semua orang.

Bagi mereka yang memiliki masalah dalam menjaga kestabilan gula darah, makan buah saat perut kosong dapat menyebabkan gula alami dalam buah lebih cepat diserap oleh tubuh sehingga memicu lonjakan kadar gula darah dalam waktu singkat.

Setelah terjadi peningkatan tersebut, kadar gula darah biasanya akan kembali turun dengan cepat.

Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lemas, mudah lapar, kurang berenergi, bahkan memicu keinginan untuk makan atau ngemil lebih banyak sepanjang hari.

Apabila kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, pola makan harian juga dapat menjadi kurang terkontrol karena rasa lapar datang lebih cepat dibandingkan biasanya.

Selain itu, konsumsi buah ketika perut masih kosong juga kurang dianjurkan bagi penderita maag.

Risiko ini terutama berlaku apabila buah yang dikonsumsi memiliki tingkat keasaman cukup tinggi, seperti jeruk maupun nanas.

Buah-buahan yang bersifat asam berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung ketika dikonsumsi tanpa makanan lain sebagai pendamping.

Setelah Makan Berat

Masih banyak anggapan bahwa makan buah sesudah makan berat dapat membantu memperlancar proses pencernaan.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak selalu memberikan manfaat seperti yang diyakini sebagian orang.

Buah memiliki waktu cerna yang lebih cepat dibandingkan makanan yang kaya protein maupun lemak.

Ketika buah dikonsumsi tepat setelah makan besar, proses pencernaannya dapat menjadi lebih lambat karena harus menunggu makanan lain terlebih dahulu diproses di dalam saluran pencernaan.

Akibatnya, buah bisa tertahan lebih lama di dalam sistem pencernaan dan mengalami proses fermentasi.  Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai keluhan yang membuat tubuh terasa kurang nyaman.

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain perut terasa kembung, begah, hingga meningkatnya produksi gas di dalam saluran pencernaan.

Agar lebih nyaman, konsumsi buah dapat dilakukan sebelum makan atau menunggu sekitar dua hingga tiga jam setelah selesai menyantap makanan berat sehingga proses pencernaan dapat berlangsung dengan lebih baik.

Larut Malam

Makan buah pada larut malam, terutama ketika waktu tidur sudah semakin dekat, juga menjadi salah satu waktu yang sebaiknya dihindari.

Kandungan gula alami di dalam buah dapat memberikan tambahan energi bagi tubuh.

Apabila dikonsumsi menjelang tidur, kondisi tersebut berpotensi membuat tubuh menjadi lebih terjaga ketika seharusnya mulai beristirahat.

Selain memberikan efek peningkatan energi, konsumsi buah pada malam hari juga dapat memengaruhi produksi melatonin. Hormon ini memiliki peran penting dalam mengatur siklus tidur seseorang.

Ketika produksi melatonin terganggu, kualitas tidur dapat menurun sehingga tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang optimal.

Dampaknya, seseorang bisa merasa lebih lelah, kurang segar, atau mengantuk saat menjalani aktivitas pada keesokan harinya.

Memahami waktu konsumsi buah menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu memperoleh manfaat nutrisi secara maksimal.

Dengan memilih waktu yang lebih tepat, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa meningkatkan risiko munculnya gangguan pencernaan maupun perubahan kadar gula darah yang kurang diinginkan.(taa)

Berita Sebelumnya
400 Desa Songsong Pilkades Serentak

Dinas PMD Kebumen Siapkan Pilkades Serentak 2027, 400 Desa Akan Menggelar Pemilihan Kepala Desa