Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Bendera One Piece Dianggap Alarm Sosial, Pemerintah Ajak Hormati Merah Putih
Petani Giritirta Bisa Olah Pupuk Sendiri, Investasi Infrastruktur Pertanian Dorong Produktivitas Petani Banjarnegara
Historical Study Trips Kebumen Kenalkan Keragaman Religius Daerah

Petani Giritirta Bisa Olah Pupuk Sendiri, Investasi Infrastruktur Pertanian Dorong Produktivitas Petani Banjarnegara

Petani giritirta bisa olah pupuk sendiriPetani giritirta bisa olah pupuk sendiri
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana saat meninjau langsung fasilitas pertanian di Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus berkomitmen dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di daerahnya.

Salah satu langkah penting yang diambil adalah pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran.

Inisiatif ini tidak hanya didukung oleh anggaran pemerintah sebesar Rp 487 juta, tetapi juga partisipasi masyarakat melalui swadaya sebesar Rp 74,5 juta.

Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, bersama Kepala Dinas Pertanian, Kepala Desa Giritirta, dan Ketua Kelompok Tani Karya Tani, melakukan kunjungan langsung ke fasilitas tersebut.

“Dengan adanya UPPO, petani tidak hanya bergantung pada pupuk kimia. Kotoran ternak bisa diolah menjadi kompos yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” ungkap Amalia pada Rabu (6/8).

Keberadaan UPPO bukan hanya sekadar fasilitas tambahan bagi para petani. Ini merupakan langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang sering kali mahal dan berdampak negatif terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Dengan mengolah kotoran ternak menjadi kompos, para petani dapat menekan biaya produksi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain pembangunan UPPO, pemerintah juga fokus pada infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan usaha tani (JUT). Proyek ini memiliki anggaran sebesar Rp 476 juta lebih yang juga melibatkan kontribusi masyarakat setempat.

“Jalan usaha tani ini mempermudah distribusi hasil panen dan mengurangi biaya produksi. Akses ke lahan menjadi lebih cepat dan efisien sehingga hasilnya bisa langsung dipasarkan dengan kualitas yang tetap terjaga,” tambah Amalia.

Pembangunan JUT sangat krusial dalam mendukung kegiatan pertanian sehari-hari. Dengan akses jalan yang baik, petani dapat membawa hasil panen mereka ke pasar dengan lebih mudah dan cepat. Ini tidak hanya menurunkan biaya transportasi tetapi juga menjaga kesegaran hasil pertanian sehingga nilai jualnya tetap tinggi.

Program ini merupakan bagian dari Proyek Pertanian Dataran Tinggi atau Upland Program yang menargetkan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah pegunungan sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program ini, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat secara signifikan.

Amalia menyatakan bahwa keberadaan UPPO dan JUT di Giritirta harus menjadi contoh model investasi infrastruktur pertanian yang mampu mendongkrak kesejahteraan petani secara langsung.

“Target kita bukan sekadar membangun tetapi memastikan program ini berdampak nyata pada peningkatan pendapatan petani dan membawa pertanian Banjarnegara ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Tani menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan konkret dari pemerintah terhadap para petani di wilayah tersebut.

“Kami sangat bersyukur. Fasilitas yang diberikan sangat membantu. Kami kini punya akses jalan yang baik ke ladang dan bisa mengolah pupuk sendiri tanpa harus beli. Dampaknya sudah mulai kami rasakan,” ujarnya kepada awak media.

Keberhasilan proyek ini tentu tidak lepas dari kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Partisipasi aktif warga dalam mewujudkan swadaya menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap program-program pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian.

Dengan adanya UPPO dan JUT di Desa Giritirta, masa depan pertanian di Banjarnegara tampaknya semakin cerah. Fasilitas-fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memperkuat daya saing produk-produk pertanian lokal di pasaran yang lebih luas.

Keberlanjutan proyek-proyek seperti ini akan menjadi tolok ukur bagi program serupa di daerah lain dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan perekonomian lokal berbasis agrikultur ramah lingkungan. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Menteri sekretaris negara mensesneg prasetyo hadi banyuwangi

Bendera One Piece Dianggap Alarm Sosial, Pemerintah Ajak Hormati Merah Putih

Berita Selanjutnya
Hst kenalkan keragaman religius daerah

Historical Study Trips Kebumen Kenalkan Keragaman Religius Daerah