Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Progress KAI Purwokerto Dalam Penataan Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan

Perlintasan Sebidang oleh KAI Daop 5 PurwokertoPerlintasan Sebidang oleh KAI Daop 5 Purwokerto

BANYUMASEKSPRES.ID, Keselamatan di area perlintasan sebidang masih menjadi perhatian penting dalam operasional kereta api di Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto kembali memperkuat langkah penataan perlintasan demi mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan.

Langkah tersebut dilakukan seiring masih ditemukannya sejumlah perlintasan liar yang dinilai membahayakan masyarakat.

Perlintasan tanpa izin resmi itu tidak memiliki sistem pengamanan memadai sehingga rawan memicu insiden di jalur kereta.

KAI Daop 5 Purwokerto menilai penanganan perlintasan sebidang harus dilakukan secara konsisten karena berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta maupun aktivitas masyarakat di sekitar rel.

Penataan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga edukasi terhadap pengguna jalan.

Progres Perlintasan di KAI Daop

Dalam upaya terbaru yang dilakukan hingga Mei 2026, KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain untuk menutup akses perlintasan liar di sejumlah titik rawan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib.

Selain itu terdapat diskon KAI Whoosh sebesar 50% beberapa waktu lalu berikan kemudahan bagi pengguna setia KAI menikmati efisiensi kecepatan kereta ini.

Perlintasan Liar Dinilai Berisiko Tinggi

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa keberadaan perlintasan liar menghadirkan ancaman besar karena tidak berada dalam pengawasan resmi.

Banyak titik perlintasan tidak dilengkapi palang pintu, lampu peringatan, maupun penjaga sehingga potensi kecelakaan cukup tinggi.

Menurutnya, setiap perlintasan memiliki tingkat risiko tersendiri, terlebih apabila lokasinya tidak sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.

Karena itu, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme resmi, termasuk opsi penutupan permanen.

KAI menilai ruang aman antara perjalanan kereta api dan aktivitas warga semakin terbatas apabila perlintasan liar terus dibiarkan.

Kondisi tersebut membuat pengawasan harus dilakukan lebih ketat agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, penataan perlintasan sebidang juga menjadi bagian dari modernisasi sistem keselamatan transportasi kereta api di wilayah operasional Daop 5 Purwokerto.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dalam jangka panjang. Serta menjadi penegasan bagi masyarakat untuk turut serta tertib dalam berlalu lintas.

KAI Daop 5 Purwokerto Sudah Tutup 184 Perlintasan Liar

Berdasarkan data terbaru hingga April 2026, KAI Daop 5 Purwokerto mencatat terdapat 196 perlintasan sebidang di wilayah operasionalnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 perlintasan masih berstatus tidak terjaga dan membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaannya.

KAI mengungkapkan bahwa sejak tahun 2017 hingga April 2026, sebanyak 184 perlintasan liar telah berhasil ditutup bersama pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Penutupan dilakukan untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan di titik-titik yang dinilai rawan. Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam menciptakan area perlintasan yang lebih tertib dan aman bagi pengguna jalan.

Selain itu, langkah ini juga membantu membatasi keberadaan akses ilegal yang tidak memenuhi standar keselamatan transportasi.

Penataan infrastruktur terus dilakukan secara bertahap agar operasional kereta api tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat sekitar rel.

KAI pun memastikan proses penutupan dilakukan melalui koordinasi dan sosialisasi kepada warga.

Disiplin Pengguna Jalan Jadi Faktor Penting

Selain fokus pada penataan fisik perlintasan, KAI juga terus mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat melintas di jalur kereta api.

Edukasi keselamatan dianggap penting karena banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengguna jalan.

Masyarakat diminta membiasakan diri untuk berhenti sejenak, melihat kondisi kiri dan kanan, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melewati rel kereta.

Kebiasaan sederhana tersebut dinilai sangat efektif untuk mencegah kecelakaan fatal. Hal ini juga dilakukan untuk ketertiban bersama dalam berlalu lintas.

KAI menjelaskan bahwa kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika ada kendaraan melintas.

Dalam satu perjalanan, kereta juga membawa ratusan hingga ribuan penumpang sehingga keselamatan menjadi prioritas utama.

Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan keamanan bersama di area perlintasan sebidang.

KAI berharap budaya disiplin dapat terus ditingkatkan agar risiko kecelakaan di jalur kereta semakin menurun.

Keselamatan Perlintasan Jadi Tanggung Jawab Bersama

KAI Daop 5 Purwokerto menegaskan bahwa menjaga ketertiban di perlintasan sebidang bukan hanya tugas operator kereta api semata.

Keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pengguna jalan.

Risiko kecelakaan di jalur rel tidak hanya berdampak pada korban di lokasi kejadian, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga serta lingkungan sekitar.

Oleh sebab itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman.

Dengan penutupan perlintasan liar, peningkatan pengawasan, serta edukasi disiplin berlalu lintas, KAI berharap angka kecelakaan di wilayah Daop 5 Purwokerto dapat terus ditekan sepanjang 2026.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan transportasi publik di Indonesia. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Sejumlah Universitas berikan program studi yang unik

Inilah Daftar Jurusan Kuliah Paling Unik Di Dunia

Berita Selanjutnya
Honor 600 super edition

Honor 600 Super Edition Resmi Dirilis, Baterainya Tahan 3 Hari?