Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sampah Liar Masih Terlihat di Sejumlah Wilayah Kabupaten Purbalingga

Sampah liar masih jamak terlihatSampah liar masih jamak terlihat
Bersih-bersih sampah liar di sekitar Sungai Jegalan, Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Masalah sampah liar di Kabupaten Purbalingga terus menjadi sorotan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyoroti bahwa masih banyak sampah yang dibuang secara sembarangan di berbagai titik, menimbulkan kekhawatiran tentang dampak lingkungan yang serius.

Menurut Nurdin Lutofa, Kepala Bidang PSLB3PKLH DLH Kabupaten Purbalingga, fenomena sampah liar ini paling sering ditemukan di tempat-tempat umum dan area yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan sampah.

“Sampah liar di Purbalingga didominasi berada di tempat-tempat umum atau area yang tidak seharusnya,” ujar Nurdin pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Beberapa lokasi yang menjadi sarang sampah liar antara lain adalah area persawahan Toyareka, jembatan di Sungai Panican Kemangkon, hutan jati di perempatan Karangsentul, serta sekitar Rumah Sakit Nirmala bagian utara.

Selain itu, area sebelah timur pom bensin Babakan, pengkolan Kalimanah bagian timur, jalan tembus menuju terminal dan Pasar Bobotsari juga tidak luput dari masalah ini.

Masalah pembuangan sampah secara sembarangan ini telah mengundang perhatian serius karena dapat memicu berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Keberadaan sampah liar berpotensi mencemari tanah, air hingga udara. Bahkan tumpukan sampah juga dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir saat hujan deras melanda.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tumpukan sampah yang membusuk juga merusak pemandangan alam dan keindahan lingkungan sekitar.

“Bau busuk dari sampah yang membusuk juga dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar,” tambah Nurdin.

Dalam menghadapi tantangan ini, DLH Kabupaten Purbalingga terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami dampak negatif dari tindakan membuang sampah sembarangan. Kerjasama dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini.

“Kami meminta kerjasama masyarakat agar masalah sampah liar dapat diatasi dan lingkungan yang bersih serta sehat dapat terwujud,” tegas Nurdin.

Upaya membersihkan lingkungan dari ancaman sampah liar terus dilakukan dengan harapan bisa menciptakan suasana asri dan nyaman bagi semua penduduk.

Pentingnya kesadaran kolektif tidak bisa diremehkan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan masing-masing, ancaman pencemaran lingkungan dapat diminimalisir secara signifikan.

Dinas Lingkungan Hidup berharap melalui edukasi berkelanjutan dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat akan tercipta perubahan positif dalam perilaku terkait pengelolaan limbah rumah tangga dan publik.

Gambarannya jelas bahwa tanpa kerjasama lintas sektor dan partisipasi individu dalam mendukung program kebersihan yang digagas oleh pemerintah daerah maka usaha untuk mengentaskan permasalahan ini akan sia-sia belaka.

Oleh sebab itu langkah-langkah strategis diperlukan agar visi mewujudkan Purbalingga bersih bisa terealisasi dengan baik.

Maka dari itu mari kita semua bergandengan tangan menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang bebas dari polusi akibat ulah manusia sendiri yang enggan bertanggung jawab atas limbah produksinya sehari-hari.

Kegiatan bersih-bersih di sekitar Sungai Jegalan Desa Kebutuh Kecamatan Bukateja menjadi salah satu upaya konkret pemerintah setempat bersama warga untuk menunjukkan betapa pentingnya merawat ruang hidup kita dari ancaman menumpuknya kotoran-kotoran buatan manusia tersebut. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Udang vaname jadi komoditas ekspor andalan

Udang Vaname Jadi Komoditas Ekspor Andalan Cilacap

Berita Selanjutnya
Harga beras dunia anjlok

Harga Beras Dunia Anjlok Setelah Indonesia Tak Lakukan Impor Lagi