Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sampah Wisata Kedung Kampak Banyumas Dikelola Desa, Belum Libatkan UPKP

Sampah wisata dikelola madiriSampah wisata dikelola madiri

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pengelolaan sampah di lokasi wisata alam Kedung Kampak, Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, masih sepenuhnya dilakukan oleh pihak desa secara mandiri tanpa dukungan layanan dari Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP).

Meski begitu, desa mengklaim volume sampah dari aktivitas wisatawan masih relatif kecil.

Kepala Desa Selanegara, Imam Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya bersama pengelola wisata telah berdiskusi secara intens dalam menjaga kebersihan kawasan.

Kedung Kampak kini menjadi salah satu tujuan wisata lokal yang populer, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

“Sampah pengunjung di Kedung Kampak sampai saat ini masih sedikit,” ujar Imam saat ditemui pada Kamis (22/5).

Imam menambahkan, jenis sampah yang dihasilkan pengunjung didominasi oleh sampah organik dan kemasan makanan ringan.

Karena sebagian besar pedagang hanya berjualan makanan sederhana seperti mendoan dan sosis bakar, maka sampah anorganik dalam bentuk plastik atau botol tergolong minim.

Menurutnya, Pemerintah Desa Selanegara telah mengambil sejumlah langkah preventif, seperti memasang papan imbauan kebersihan dan menyediakan tempat sampah di beberapa titik strategis.

Meskipun belum optimal, sistem ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Namun demikian, pengelolaan sampah tersebut belum terintegrasi dengan layanan pengangkutan sampah milik pemerintah daerah, dalam hal ini UPKP Wilayah Sumpiuh.

Imam menyatakan bahwa saat ini fokus desa masih terarah pada agenda lain, yakni pembentukan koperasi merah putih, sehingga sistem pengelolaan sampah belum dikembangkan secara maksimal.

“Tempat sampah sudah disediakan. Tapi pengelolaan masih pelan-pelan, karena kami sedang fokus rapat pembentukan koperasi merah putih,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, menyampaikan bahwa sesuai regulasi, pengelolaan sampah di area wisata memang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah desa.

Meski begitu, UPKP tetap terbuka jika desa ingin berlangganan layanan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) untuk penanganan lanjutan.

“Sampah wisata bisa dikelola sendiri atau berlangganan ke TPST,” tegas Titien.

Ia menyebutkan, skema langganan ke TPST memungkinkan desa mendapatkan pengangkutan rutin, termasuk edukasi dalam memilah dan mengelola jenis sampah yang dihasilkan, sesuai dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan.

Hingga kini, meskipun pengelolaan sampah Kedung Kampak belum maksimal, Pemerintah Desa Selanegara tetap menargetkan wisata ini tetap nyaman dan bersih untuk pengunjung, dengan mengedepankan kesadaran masyarakat dan wisatawan.

Kedung Kampak sendiri dikenal sebagai destinasi berbasis alam yang memiliki daya tarik air jernih dan lanskap perbukitan hijau, menjadikannya magnet bagi wisatawan yang ingin melepas penat di alam terbuka.

Dengan langkah-langkah awal seperti penempatan tempat sampah dan edukasi langsung ke pengunjung, desa berupaya membangun sistem yang berkelanjutan tanpa ketergantungan langsung pada lembaga eksternal.

Dalam jangka panjang, desa berencana mengevaluasi sistem pengelolaan sampah dan membuka komunikasi dengan UPKP atau TPST untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah wisata yang lebih profesional dan terintegrasi, apalagi jika jumlah kunjungan terus meningkat.

Untuk sementara waktu, pendekatan kolaboratif antara desa dan warga lokal tetap menjadi kunci. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Kedung Kampak diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata yang indah secara visual, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. (fij/stch)

Berita Sebelumnya
Pemkab wacanakan relokasi warga maribaya

Pemkab Purbalingga Wacanakan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Maribaya Karanganyar

Berita Selanjutnya
Dieng resmi jadi geopark nasional

Dieng Resmi Sandang Status Geopark Nasional, Banjarnegara Siap Dorong Ekowisata Berkelanjutan