Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kasus Korupsi MBG Memanas, Sony Sonjaya Setor 26 Nama ke Kejagung
Sekolah Rakyat Banyumas Capai 78 Persen, Siap Tampung Anak Kurang Mampu dengan Sistem Asrama

Sekolah Rakyat Banyumas Capai 78 Persen, Siap Tampung Anak Kurang Mampu dengan Sistem Asrama

Sekolah Rakyat DikebutSekolah Rakyat Dikebut
PEMBANGUNAN: Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Kamis (11/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat dan optimisme yang tinggi dalam menyelesaikan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang terletak di Karangcegak, Kecamatan Sumbang.

Dengan progres pembangunan yang kini mencapai 78 persen, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yakin bahwa sekolah yang dirancang untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat kurang mampu ini akan rampung pada tahun ini.

Sekolah Rakyat tersebut akan menerapkan konsep asrama yang bertujuan untuk mendukung para siswa dalam menjalani proses belajar mengajar dengan lebih baik.

Dalam hal ini, tidak hanya fasilitas tempat tinggal yang disediakan, tetapi juga kebutuhan makan peserta didik akan dipenuhi selama mereka menempuh pendidikan di sana.

“Konsepnya nanti asrama, kebutuhan makan siswa juga dipenuhi,” ungkap Sadewo.

Komitmen Pemkab Banyumas untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan tidak berhenti pada pembangunan fisik sekolah.

Sadewo menuturkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi aktif dengan Menteri Sosial terkait penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Langkah strategis ini diambil agar program Sekolah Rakyat dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang memerlukan bantuan dalam akses pendidikan.

Sebagai bagian dari persiapan, pendataan calon peserta didik telah dilakukan dan dikoordinasikan bersama Kementerian Sosial.

Data yang dikumpulkan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam proses penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat.

“Pendataan calon peserta didik telah disampaikan dan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial (Kemensos),” jelasnya.

Sektor pendidikan memang menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan Kabupaten Banyumas.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Keberadaan sekolah ini dinilai sebagai solusi tepat untuk menekan angka anak putus sekolah di wilayah Banyumas.

Sadewo menyatakan keyakinannya bahwa dengan adanya Sekolah Rakyat, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Banyumas untuk tidak bersekolah.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Banyumas untuk tidak bersekolah,” ucapnya dengan penuh harapan.

Lebih dari sekadar membangun gedung sekolah, Pemkab Banyumas juga memproyeksikan daerahnya menjadi pusat pendidikan di Jawa Tengah.

Dalam hal ini, pengembangan sektor pendidikan akan berjalan seiring dengan penguatan sektor pariwisata daerah.

“Saya ingin Banyumas menjadi kota pariwisata dan pendidikan,” pungkas Bupati dalam pernyataannya.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar inisiatif lokal, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Dengan banyaknya anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena berbagai alasan, seperti keterbatasan ekonomi atau kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai, keberadaan sekolah ini sangat berarti bagi mereka. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sony Sonjaya Klaim Setor 26 Nama

Kasus Korupsi MBG Memanas, Sony Sonjaya Setor 26 Nama ke Kejagung