BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pada hari Minggu, 7 Juni 2026, Pemerintah Desa Kembangan, yang terletak di Kecamatan Bukateja, secara resmi menyerahkan sebuah lapangan olahraga baru kepada warga Dusun I.
Meskipun proses penyelesaian lapangan ini belum mencapai seratus persen, masyarakat dan pelajar setempat kini sudah dapat memanfaatkannya.
Fasilitas olahraga ini berukuran 40 x 80 meter dan merupakan hasil dari aspirasi serta usulan warga yang telah disampaikan sejak tahun 2021.
Pembangunan lapangan olahraga ini tidak berjalan mulus dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Hal ini disebabkan oleh penggunaan lahan bengkok desa yang harus dialihfungsikan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk fasilitas umum tersebut.
Kepala Desa Kembangan, Lasmono, mengungkapkan bahwa pengeringan lahan baru dapat dimulai pada tahun 2024.
Setelah itu, tahapan berikutnya adalah pengurukan dan perataan lahan agar bisa siap digunakan.
“Pengeringan lahan baru dimulai pada tahun 2024. Pekerjaannya dilakukan bertahap, mulai dari pengurukan dengan batu hingga tanah lembut (ladu) sampai kondisinya rata seperti sekarang,” ungkap Lasmono saat memberikan penjelasan mengenai proses pembangunan pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, meskipun penyempurnaan lapangan masih berlangsung, fasilitas ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat umum dan khususnya para siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) 02 Kembangan.
“Lapangan olahraga menjadi sarana anak sekolah khususnya MI 02 Kembangan dan warga setempat,” tambahnya dengan penuh harapan.
Pembangunan lapangan dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dalam dua tahap.
Pada tahun anggaran 2025, pemerintah desa telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20.200.200. Sedangkan untuk tahun anggaran 2026, alokasi dana meningkat menjadi Rp 56.350.000.
Dengan demikian, total anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan lapangan ini mencapai Rp 76.550.200.
Namun demikian, Lasmono memperkirakan bahwa kebutuhan dana hingga lapangan benar-benar rampung akan mencapai sekitar Rp 200 juta.
Anggaran tambahan tersebut nantinya akan digunakan untuk penanaman rumput, pembangunan talud, serta sistem drainase agar fasilitas olahraga ini lebih representatif dan tahan terhadap genangan air.
Proses pembangunan lapangan ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui kerja bakti yang digelar secara swakelola.
Warga bersama pemerintah desa ikut bergotong royong dalam pengerjaan lapangan tersebut dengan dukungan alat berat untuk mempercepat perataan lahan.
Keberadaan lapangan olahraga baru ini tentunya menambah daftar fasilitas umum yang dimiliki oleh Desa Kembangan.
Sebelumnya, desa tersebut telah memiliki dua lapangan yang terletak di Grumbul Lawigede serta kawasan sekitar Balai Desa Kembangan yang sering digunakan oleh warga untuk berolahraga dan berkumpul bersama.
Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran lapangan olahraga baru ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas hidup mereka melalui akses terhadap fasilitas olahraga yang lebih baik.
“Dengan adanya lapangan baru ini, kami berharap bisa lebih banyak kegiatan olahraga bagi anak-anak dan remaja di sini,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pembangunan fasilitas olahraga seperti ini sangat penting dalam mendukung kesehatan fisik dan mental masyarakat setempat, terutama bagi generasi muda.
Dengan adanya sarana olahraga yang memadai, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari berbagai masalah sosial dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik antar sesama. (alw/stch/dda)














