BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Penampilan yang memukau dari seorang dalang cilik bernama Nararya Damar Ruci Ardiansyah berhasil mencuri perhatian dalam acara Akhirussanah Angkatan XIV Pondok Pesantren Daaruth Thoyyibah SMPIT Logaritma Karanganyar.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2023, di Graha Hotel Grafika Gombong ini dihadiri oleh wali murid, dewan guru, serta tamu undangan lainnya untuk merayakan pelepasan siswa Tahun Ajaran 2025/2026.
Nararya tampil dengan membawa lakon “Gatotkaca Winisuda”, sebuah kisah yang mengisahkan perjalanan seorang pahlawan dalam menimba ilmu hingga akhirnya diwisuda sebagai ksatria utama.
Penampilannya yang energik dan penuh semangat berhasil menarik perhatian penonton sejak pertunjukan dimulai.
Momen tersebut bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarat akan pesan moral yang mendalam tentang perjuangan, tanggung jawab, serta pentingnya menuntut ilmu bagi generasi muda, khususnya siswa-siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Lakon “Gatotkaca Winisuda” menggambarkan proses transformasi seorang pemuda menjadi ksatria yang bijaksana.
Dalam cerita tersebut, Gatotkaca tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang mulia.
Ini menjadi sangat relevan bagi para siswa yang sedang berada di ambang peralihan menuju fase baru dalam hidup mereka.
Kemampuan mendalang yang dimiliki Nararya menunjukkan bahwa bakat seni budaya seperti ini terbilang langka di kalangan pelajar seusianya.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, keberadaan seni tradisional seperti wayang kulit perlu dijaga dan dilestarikan.
Dengan tampilnya Nararya, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai kebudayaan lokal mereka sendiri.
Kepala SMPIT Logaritma Karanganyar, Miftah Nur Azizah SPd., melalui Penanggung Jawab Pondok Pesantren Putri, Mubtadiah Kurniasih AMa, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan siswa Angkatan XIV.
Menurutnya, keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan keimanan yang kuat.
“Kejayaan ilmu dan kecerdasan intelektual tidak akan ada artinya tanpa diiringi akhlak yang mulia dan iman yang kuat,” pesannya.
Filosofi ini menunjukkan komitmen sekolah untuk tidak hanya mencetak siswa-siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga berkarakter dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Melalui pendidikan agama dan budi pekerti, SMPIT Logaritma Karanganyar berusaha membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral.
Dalam kegiatan Akhirussanah ini, selain penampilan lakon wayang kulit oleh Nararya, berbagai kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan suasana.
Siswa-siswa mempersembahkan sejumlah penampilan seni lainnya yang menggambarkan kreativitas dan bakat mereka.
Hal ini tentu menambah kehangatan acara sekaligus menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para siswa sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.
Acara pelepasan siswa ini bukan hanya momen perpisahan semata. Melainkan juga sebagai refleksi perjalanan panjang para siswa selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Daaruth Thoyyibah SMPIT Logaritma Karanganyar.
Mereka telah melalui berbagai tantangan dan pengalaman berharga selama masa belajar mereka.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan bekal ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang telah diajarkan selama di pondok pesantren, diharapkan para lulusan dapat menjadi individu yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. (mam/stch/dda)














