Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

25 Sopir Angkutan Umum Banjarnegara Ikuti Seleksi Pengemudi Teladan Abdiyasa 2026

25 Sopir Berebut Predikat Pengemudi Teladan25 Sopir Berebut Predikat Pengemudi Teladan
UJI KOMPETENSI: Pengemudi angkutan umum mengikuti tes tertulis dalam seleksi Abdiyasa tingkat Kabupaten Banjarnegara, Rabu (10/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 25 pengemudi angkutan umum di Kabupaten Banjarnegara mengikuti seleksi Abdiyasa atau Pemilihan Pengemudi Angkutan Umum Teladan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarnegara pada Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme pengemudi angkutan umum, sekaligus berupaya mengubah stigma negatif yang sering melekat pada sopir angkutan umum yang dinilai ugal-ugalan di jalan.

Pangestu Munif Faisal, Kepala Seksi Angkutan Jalan Dishub Banjarnegara, menjelaskan bahwa program Abdiyasa merupakan inisiatif pembinaan sumber daya manusia di bidang transportasi.

Program ini dilaksanakan secara berjenjang setiap tahun, dimulai dari tingkat kabupaten, kemudian provinsi, hingga mencapai tingkat nasional.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalitas para driver atau awak angkutan agar mereka lebih disiplin, beretika, dan memiliki budaya keselamatan lalu lintas yang lebih baik,” ujarnya.

Sebanyak 25 peserta yang mengikuti seleksi tahun ini berasal dari berbagai paguyuban angkutan umum dan taksi yang ada di Banjarnegara.

Rincian peserta menunjukkan keragaman dalam representasi paguyuban: lima peserta berasal dari Paguyuban Paskubara, lima peserta dari Kopatama, lima peserta dari Putra Pandawa, dua peserta dari Lawe Indah, dan empat peserta lainnya berasal dari kalangan taksi. Pelaksanaan seleksi terbagi menjadi dua tahap.

Pada hari pertama, para peserta menjalani tes tertulis yang dirancang untuk menguji pengetahuan mereka mengenai lalu lintas dan angkutan jalan.

Sementara pada hari kedua, peserta akan menjalani wawancara yang menilai berbagai aspek penting seperti sikap, etika, kompetensi profesi, serta pemahaman tentang keselamatan berkendara.

“Hasil dari seleksi ini akan diumumkan minggu depan karena masih harus dilakukan koreksi terlebih dahulu,” kata Pangestu.

Dari seleksi tersebut, Dishub Banjarnegara menargetkan untuk mengirim dua pengemudi terbaik ke ajang Abdiyasa tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai perwakilan daerah.

Pangestu optimis bahwa wakil Banjarnegara mampu memberikan prestasi yang membanggakan.

Tahun lalu misalnya, dua peserta yang dikirim berhasil meraih hasil yang cukup memuaskan dengan menempati posisi kedua di tingkat provinsi dan satu peserta lainnya berhasil masuk ke dalam 10 besar dengan peringkat ketujuh.

“Harapannya tahun ini bisa lebih baik lagi dan masuk lima besar tingkat provinsi,” ungkapnya penuh semangat.

Pangestu menekankan bahwa kegiatan Abdiyasa memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum.

Pengemudi yang berhasil lolos dalam seleksi akan menerima sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi dan keselamatan yang ditetapkan.

“Sertifikat ini dapat menjadi jaminan bagi pengusaha maupun masyarakat bahwa pengemudi tersebut telah terverifikasi dan memiliki perilaku berkendara yang baik,” tuturnya.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi para pengemudi tentang pentingnya keselamatan berkendara serta etika dalam melayani penumpang.

Dalam konteks transportasi publik di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah seperti Banjarnegara, tantangan yang dihadapi oleh sopir angkutan umum tidaklah sedikit.

Mereka sering kali terjebak dalam stereotip negatif sebagai sopir ugal-ugalan akibat perilaku segelintir oknum.

Namun melalui program seperti Abdiyasa ini, harapan untuk menciptakan budaya berkendara yang lebih aman dan santun semakin terbuka lebar.

Para pengemudi diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan berkontribusi terhadap perubahan persepsi masyarakat mengenai profesi mereka.

Pentingnya program ini juga tercermin dalam kesadaran akan keselamatan lalu lintas yang semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Dengan adanya sertifikasi bagi pengemudi angkutan umum, harapannya adalah agar penumpang merasa lebih nyaman dan aman saat menggunakan jasa transportasi publik. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar

Defisit Bulanan Capai 2 Triliun, BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar Klaim

Berita Selanjutnya
Penumpang Kereta Naik 15 Persen

Penumpang Kereta dari Stasiun Cilacap Tembus 97.431 Orang hingga Mei 2026