Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Seniman Banyumas Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih di Taman Budaya Soetedja

Seniman Tolak Pengembangan Kawasan SoetedjaSeniman Tolak Pengembangan Kawasan Soetedja
RUANG EKSPRESI: Kawasan Taman Budaya Soetedja, Purwokerto, yang menjadi sorotan kalangan seniman terkait rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO –  Terkait dengan rencana pembangunan Koperasi Merah Putih, kalangan seniman di Kabupaten Banyumas semakin aktif menyuarakan sikap mereka.

Rencana pembangunan gedung ini berlokasi di kawasan Taman Budaya Soetedja, Purwokerto, yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan seni dan budaya.

Para seniman menilai bahwa inisiatif ini berpotensi merusak fungsi asli kawasan tersebut sebagai ruang untuk berekspresi dan mengembangkan seni budaya.

Sebagai langkah lanjutan, para seniman akan menggelar pertemuan pada malam hari, tepatnya pada Senin (25/5/2026) pukul 19.00 WIB, bertempat di selasar depan Heterospace Purwokerto.

Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan serta merumuskan sikap bersama terkait rencana pembangunan koperasi di area taman budaya yang sangat penting bagi perkembangan kesenian di Banyumas.

Zen Ahmad, seorang seniman lukis asal Banyumas, mengungkapkan pandangannya mengenai keberadaan Taman Budaya Soetedja.

Dia berpendapat bahwa kawasan ini seharusnya lebih difokuskan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya.

Zen menyatakan bahwa kehadiran bangunan baru dengan ukuran besar dapat mengurangi ruang ekspresi bagi para seniman yang selama ini telah memanfaatkan area tersebut.

“Kawasan taman budaya idealnya merupakan kawasan pentas seni budaya dan ruang pamer hasil karya para seniman,” tegasnya.

Menurutnya, jika Koperasi Merah Putih tetap dibangun, selain akan mengubah wajah taman budaya, hal ini juga berpotensi menurunkan minat seniman untuk berkarya dan berekspresi.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Rohmat, seorang seniman teater yang aktif di Banyumas.

Rohmat menilai bahwa pembangunan di kawasan Taman Budaya Soetedja seharusnya diarahkan untuk melengkapi fasilitas seni yang hingga kini masih belum sepenuhnya terealisasi.

“Seharusnya kawasan Taman Budaya Soetedja khusus untuk pembangunan yang sesuai dengan rencana pengembangan gedung Soetedja,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini masih banyak kebutuhan fasilitas pendukung kesenian yang lebih mendesak dibandingkan dengan pembangunan gedung koperasi.

Rohmat mengingatkan bahwa hingga kini masih banyak fasilitas yang belum tersedia seperti penginapan untuk seniman dari luar kota, pendopo kecil, gedung pameran, dan berbagai fasilitas lainnya yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan seni di daerah tersebut.

“Pembangunan Koperasi Merah Putih lebih baik mencari tanah pemerintah lain yang lebih strategis dan lebih baik tidak di kawasan Taman Budaya Soetedja,” katanya dengan tegas.

Pandangan dari kedua seniman tersebut mencerminkan kekhawatiran yang mendalam terhadap masa depan seni dan budaya di Kabupaten Banyumas.

Kawasan Taman Budaya Soetedja memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi bagi masyarakat setempat, sehingga setiap perubahan yang dilakukan harus dipertimbangkan secara matang agar tidak merugikan komunitas seni yang telah ada. (dms/stch/dda)

Berita Sebelumnya
139 CPNS Dilantik Jadi PNS

Setahun Jalani Masa Percobaan, 139 CPNS Cilacap Resmi Dilantik Jadi PNS

Berita Selanjutnya
RS PKU Muhammadiyah Sruweng Umrohkan Karyawan

RS PKU Muhammadiyah Sruweng Rayakan Milad ke-41 dengan Umrohkan Karyawan