BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pejalan kaki akan dilarang melintasi Jembatan Serayu, sebuah langkah demi keselamatan dan kelancaran proses perbaikan.
Uji coba penutupan sementara jembatan ini dimulai hari ini, Jumat (12/6), dan akan dilaksanakan dalam dua sesi.
Sesi pertama akan berlangsung pagi hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, sementara sesi kedua diadakan sore hari dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Langkah ini diambil oleh Dinas Perhubungan Banyumas untuk memahami arus lalu lintas yang terjadi saat penutupan total jembatan diberlakukan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, H. Arif Akhmadi, menjelaskan bahwa tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengumpulkan data mengenai kondisi lalu lintas yang akan terjadi selama penutupan jembatan secara penuh.
“Uji coba dilakukan untuk mengetahui kondisi arus lalu lintas saat penutupan Jembatan Serayu diberlakukan penuh,” ujar Arif.
Penutupan total Jembatan Serayu direncanakan dimulai pada Senin (15/6) pukul 06.00 WIB dan selama periode tersebut, akses ke jembatan akan ditutup sepenuhnya tanpa pengecualian.
Hal ini termasuk larangan bagi pejalan kaki untuk melintas, suatu keputusan yang ditegaskan oleh Arif.
“Informasi bahwa pejalan kaki masih boleh melintas itu tidak benar. Penutupan dilakukan total,” tegasnya dengan nada serius.
Keputusan untuk menutup jembatan sepenuhnya bertujuan agar proses perbaikan dapat berjalan dengan maksimal, sehingga target penyelesaian pekerjaan dapat dicapai tepat waktu bahkan mungkin lebih cepat dari yang diperkirakan.
Arif menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan uji coba ini agar warga dapat mempersiapkan diri.
Masyarakat yang memiliki kepentingan untuk melintas di jalur tersebut disarankan untuk menyesuaikan waktu perjalanan mereka atau memilih rute alternatif yang tersedia.
“Selama simulasi berlangsung, petugas kami akan memantau dampak pengalihan arus di sejumlah titik,” imbuhnya.
Uji coba ini merupakan bagian penting dari proses persiapan sebelum penutupan total dilakukan, dan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari kemacetan yang berlebihan pada hari-hari awal penutupan nanti.
Lamanya uji coba akan tetap disesuaikan dengan situasi di lapangan, dengan rencana dua sesi: pagi selama tiga jam dan sore selama dua jam.
Arif berharap masyarakat bisa memberikan dukungan dan pengertian selama masa perbaikan jembatan berlangsung, mengingat pentingnya infrastruktur ini bagi kelancaran transportasi di daerah Banyumas dan sekitarnya.
Dengan adanya langkah-langkah proaktif seperti sosialisasi dan uji coba, diharapkan masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. (*/stch/dda)














