Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pemerintah Siapkan Sanksi untuk Marketplace yang Naikkan Biaya Admin Secara Sepihak
17 Ribu Akun Masuk SPMB SMP Banyumas, Orang Tua Antusias Sambut Tahun Ajaran Baru

17 Ribu Akun Masuk SPMB SMP Banyumas, Orang Tua Antusias Sambut Tahun Ajaran Baru

17 Ribu Akun Masuk SPMB SMP17 Ribu Akun Masuk SPMB SMP
PELAYANAN: Pelayanan petugas posko help desk SPMB SMP tingkat kabupaten di Dinas Pendidikan Banyumas, Kamis (11/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Menjelang penutupan pembuatan akun Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah pendaftar di wilayah Banyumas mengalami lonjakan signifikan.

Hingga Kamis, 11 Juni, siang, tercatat lebih dari 17 ribu akun telah terdaftar untuk mengikuti SPMB di 73 SMP negeri yang ada.

Situasi ini terlihat jelas saat awak media memantau kegiatan di posko help desk SPMB SMP yang berlokasi di Gedung Gurinda Dinas Pendidikan Banyumas, di mana antrean panjang calon pendaftar beserta orang tua mereka terus mengalir.

Mereka datang untuk berkonsultasi dan mencari solusi terkait kendala dalam pembuatan akun serta proses verifikasi berkas.

Sigit Purnomo, operator Help Desk SPMB SMP Dinas Pendidikan Banyumas, menjelaskan bahwa proses pembuatan akun akan resmi ditutup pada Jumat, 12 Juni, pukul 16.00 WIB.

Namun, ia menegaskan bahwa meskipun pendaftaran akun ditutup, proses verifikasi berkas akan tetap berlangsung hingga seluruh data dari para pendaftar dinyatakan lengkap dan berhasil diverifikasi.

“Hingga siang ini (Jumat), jumlah akun yang sudah mendaftar SPMB SMP negeri mencapai angka 17.325,” ungkapnya.

Dari total tersebut, Sigit melanjutkan, sebanyak 16.788 akun telah terverifikasi dan dinyatakan aktif. Di sisi lain, terdapat sekitar 537 akun yang masih dalam tahap verifikasi oleh petugas.

Dengan tren peningkatan jumlah pendaftar yang terus berlanjut, Dinas Pendidikan memprediksi bahwa total akun pendaftar dapat mencapai angka 20 ribu sebelum batas akhir penutupan pada Jumat sore.

Sigit juga menjelaskan pentingnya bagi calon murid dan orang tua untuk tidak menunda-nunda proses pembuatan akun menjelang penutupan ini.

Waktu yang tersisa untuk pendaftaran sangatlah singkat dan keterlambatan dalam membuat akun dapat menyebabkan calon siswa kehilangan kesempatan untuk mendaftar ke SMP negeri yang mereka inginkan.

“Setelah pendaftaran ditutup, kesempatan untuk mendaftar SPMB SMP baru akan dibuka lagi pada tanggal 22 Juni mendatang, karena pekan depan giliran untuk SPMB SD wilayah kota dilaksanakan secara online,” terang Sigit.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Banyumas, Slamet, juga memberikan tanggapannya terkait hal ini.

Ia menambahkan bahwa layanan pembuatan akun dan verifikasi berkas tidak hanya dilakukan di help desk Dinas Pendidikan saja.

Semua proses tersebut juga disediakan langsung oleh masing-masing dari 73 SMP negeri yang membuka layanan SPMB.

Dia mengimbau kepada seluruh calon murid serta orang tua agar segera menyelesaikan proses pendaftaran tanpa menunda-nunda lagi.

“Jika ada keterlambatan dalam membuat akun, konsekuensinya adalah calon murid baru tidak akan bisa melakukan pendaftaran ke SMP negeri,” tegas Slamet dengan nada serius.

Mengingat pentingnya kesempatan ini bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang SMP negeri, dorongan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran menjadi semakin krusial.

Dalam konteks pendidikan saat ini, khususnya menjelang tahun ajaran baru, antusiasme masyarakat terhadap penerimaan murid baru memang sangat tinggi.

Setiap tahun ajaran baru selalu menjadi momentum penting bagi calon siswa dan orang tua mereka dalam menentukan pilihan sekolah yang tepat demi masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Dinas Pendidikan Banyumas sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan agar proses penerimaan siswa baru berjalan dengan lancar dan transparan.

Hal ini termasuk menyediakan bantuan teknis melalui help desk agar semua pihak dapat memperoleh informasi dengan jelas dan memudahkan dalam menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan dalam proses pendaftaran.

Selain itu, dengan menggunakan teknologi digital dalam sistem pendaftaran ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan saat pengisian data oleh para calon peserta didik maupun orang tua mereka. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Naikkan Biaya Admin Sepihak Akan Disanksi

Pemerintah Siapkan Sanksi untuk Marketplace yang Naikkan Biaya Admin Secara Sepihak