Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Veda Ega Pratama Tampil Heroik dengan Comeback ke Posisi Empat di Le Mans

Veda Ega Finis Keempat di Moto3 PrancisVeda Ega Finis Keempat di Moto3 Prancis
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama

BANYUMASEKSPRES.ID, Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa yang mengesankan dalam ajang balapan Moto3 Prancis 2026 yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5).

Meski sempat terlempar keluar dari sepuluh besar, keuletan dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi balapan yang sulit membuatnya berhasil melakukan comeback dan finis di posisi keempat.

Balapan ini berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah setelah hujan deras mengguyur Sirkuit Le Mans sebelum dimulainya perlombaan.

Akibat cuaca buruk tersebut, Race Direction memutuskan untuk menetapkan status wet race dan memangkas durasi lomba dari awalnya 20 lap menjadi hanya 13 lap.

Keputusan ini tentu menambah tingkat kesulitan bagi para pembalap, termasuk Veda yang memulai balapan dari posisi keenam.

Dalam awal lomba, Maximo Quiles langsung mengambil alih pimpinan balapan disusul oleh Joel Kelso, Adrian Fernandez, dan Marco Morelli yang mengisi posisi-posisi terdepan.

Namun, Veda mengalami kesulitan dan kehilangan ritme balapnya pada fase awal perlombaan, sehingga ia terpaksa merosot ke posisi kedelapan sebelum jatuh lebih jauh hingga posisi ke-14 setelah disalip sejumlah rival.

Meskipun berada dalam posisi yang sulit, Veda tidak kehilangan semangat. Dengan tekad kuat, ia terus berusaha mencari ritme yang tepat di lintasan basah Sirkuit Le Mans. Pada Lap 2, keberuntungan berpihak padanya ketika Casey O’Gorman mengalami kecelakaan yang membuat Veda naik ke posisi 13.

“Lintasannya sangat tricky karena kondisi basah, jadi saya mencoba tetap tenang dan fokus menjaga ritme,” ungkap Veda usai balapan.

Momentum positif mulai terlihat saat Veda berhasil menyalip David Almansa dan Hakim Danish.

Situasi semakin menguntungkan ketika Joel Kelso terjatuh, sehingga memberi kesempatan bagi Veda untuk kembali memperbaiki posisinya.

Di Lap 4, ia tampil semakin agresif dengan menyalip Jesus Rios dan Eddie O’Shea, yang membawanya masuk ke delapan besar.

Kecelakaan yang dialami Alvaro Carpe dan Marco Morelli pada lap yang sama juga berdampak positif bagi Veda, karena insiden tersebut membuatnya naik ke posisi enam dan semakin dekat dengan perebutan podium.

Pada Lap 5, Scott Ogden terjatuh sehingga memberi peluang bagi Veda untuk menembus lima besar.

Hanya satu lap berselang, pembalap muda dari Indonesia ini berhasil naik ke posisi keempat setelah menyalip Guido Pini.

“Setelah masuk lima besar saya mulai percaya diri. Saya coba terus push untuk mendekati posisi podium,” kata Veda menggambarkan semangat juangnya di tengah kompetisi ketat tersebut.

Memasuki lap-lap akhir perlombaan, Veda terus mencatat waktu kompetitif sembari berusaha mengejar Matteo Bertelle yang saat itu berada di posisi ketiga.

Namun jarak antara mereka sudah cukup jauh dan upayanya belum mampu membuahkan hasil podium.

Sementara itu di depan sana, Maximo Quiles menunjukkan dominasi luar biasa hingga berhasil menyelesaikan balapan sebagai juara Moto3 Prancis.

Adrian Fernandez mengamankan tempat kedua sedangkan Matteo Bertelle berhasil meraih podium ketiga.

Dengan demikian, Veda akhirnya finis di posisi keempat dan mencuri perhatian publik melalui aksi comeback-nya yang mengesankan.

Tambahan poin dari balapan Le Mans ini sangat berarti bagi Veda karena kini ia berada di peringkat kelima klasemen sementara Moto3 dengan total koleksi 50 poin.

“Hasil ini penting untuk saya dan tim. Kami terus berkembang dan saya ingin tetap konsisten di seri-seri berikutnya,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Hasil positif di Sirkuit Le Mans menjadi modal berharga bagi pembalap asal Indonesia ini menyongsong seri-seri berikutnya dalam musim ini.

Konsistensi penampilannya di papan depan membuka peluang lebih lebar bagi Veda untuk bersaing dalam jajaran elite pembalap Moto3 dunia.

Faktanya adalah bahwa setiap balapan adalah ujian tersendiri bagi setiap pembalap.

Dan dalam kondisi wet race seperti yang terjadi di Le Mans ini, kemampuan adaptasi menjadi kunci utama untuk mencapai hasil terbaik.

Kesabaran serta strategi adalah aspek penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Veda Ega Pratama telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap muda berbakat dari Indonesia dengan potensi besar untuk bersinar lebih jauh lagi dalam dunia balap internasional.

Ia bukan hanya sekedar pembalap biasa; ia adalah simbol harapan bagi banyak anak muda Indonesia yang bermimpi mengejar cita-cita mereka di arena motorsport dunia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Proyek Drainase Picu Macet Panjang

Proyek Drainase di Depan Pasar Banyumas Picu Kemacetan Panjang

Berita Selanjutnya
Rekrutmen CPNS 2026 Menunggu Keputusan

Pemerintah Pastikan Tidak Ada PHK Massal PPPK Meski Ada Batas Belanja Pegawai