Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Viral Aspal Tumbuh Rumput di Kedungjati Purbalingga, Pemdes Angkat Bicara

Pemdes kedungjati angkat bicara soal aspal tumbuh rumputPemdes kedungjati angkat bicara soal aspal tumbuh rumput
VIRAL: Kasi Kesejahteraan Pemdes Kedungjati, Iwan Prasetya menunjukkan lokasi jalan aspal yang tumbuh rumput.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto jalan aspal yang ditumbuhi rumput di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja. Fenomena unik ini memancing beragam reaksi dari para warganet.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Kedungjati memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang salah kaprah di masyarakat.

Menurut Iwan Prasetya, Kasi Kesejahteraan Pemdes Kedungjati yang juga menjabat sebagai Plh Kadus 3, terdapat kesalahpahaman terkait sumber pendanaan untuk proyek tersebut.

“Pengaspalan di RT 2 RW 5 dan dua ruas jalan di RT 1 RW 5 sebenarnya didanai dari dana aspirasi dewan dengan anggaran sebesar Rp160 juta,” jelas Iwan.

Ia merinci bahwa luas aspal lapensheet dan aspal sandsheet masing-masing mencapai 792 meter persegi.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa foto yang menyebutkan Dana Desa (DD) sebesar Rp30 juta sebenarnya merujuk pada proyek jalan berbeda yang telah lebih dulu diaspal.

Sementara itu, jalan yang ramai dibicarakan saat ini merupakan jalan baru yang sebelumnya masih berupa tanah.

Tumbuhnya rumput teki di beberapa bagian disebabkan oleh lapisan tanah yang langsung diaspal. Berbeda dengan struktur jalan beton, rumput teki memang memiliki kemampuan menembus lapisan aspal.

“Minggu ini kami akan melakukan pelapisan ulang untuk mencegah tumbuhnya rumput kembali,” ungkap Iwan.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan sudah sesuai rencana. Sebelum pengaspalan dilakukan, Pemdes Kedungjati telah mengadakan sosialisasi kepada warga setempat dan bahkan melibatkan mereka dalam kegiatan gotong royong membersihkan lokasi jalan baru tersebut.

Iwan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada keluhan dari warga mengenai kondisi jalan tersebut.

“Malah mereka bersyukur akhirnya jalan itu bisa diaspal meski sempat terkendala izin pemilik lahan,” tambahnya. Iwan juga mengimbau media agar menyampaikan informasi secara bijaksana dan akurat.

“Pemdes Kedungjati siap memberikan informasi kepada media atau masyarakat yang memerlukan,” tegasnya.

Salah satu warga setempat bernama Rizal mengaku baru mengetahui kabar tentang fenomena tersebut dari media sosial.

“Setelah viral banyak orang yang sengaja datang untuk berfoto-foto. Warga sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan kondisi jalan itu,” ujarnya.

Fenomena tumbuhnya rumput pada permukaan jalan aspal ini menjadi pembicaraan hangat baik di dunia maya maupun di kalangan masyarakat sekitar.

Fenomena ini seakan menambah warna tersendiri bagi kehidupan warga Desa Kedungjati, terutama karena sifatnya yang jarang terjadi.

Dalam konteks pembangunan infrastruktur desa seperti ini, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa merugikan berbagai pihak.

Pemerintah Desa Kedungjati terus berupaya menjaga komunikasi terbuka dengan masyarakat guna memastikan semua pihak mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Proyek pengaspalan jalan ini memang bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas serta kenyamanan warga dalam bertransportasi sehari-hari.

Meski ada tantangan seperti perizinan lahan dan kualitas tanah dasar yang perlu diperhatikan, harapan besar tetap ada agar infrastruktur desa terus diperbaiki menuju arah yang lebih baik.

Warga sekitar pun diajak untuk lebih aktif dalam menjaga fasilitas umum termasuk jalan tersebut melalui kegiatan kerja bakti rutin atau kegiatan lainnya yang bisa mendukung kelestarian lingkungan sekitar.

Pemdes Kedungjati berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama, baik bagi pemerintah desa maupun masyarakat umum tentang pentingnya komunikasi serta keterbukaan informasi dalam setiap tahapan pembangunan desa.

Fenomena tumbuhnya rumput pada jalan aspal memang bukan hal yang biasa namun dengan langkah-langkah perbaikan dan koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat setempat diharapkan masalah ini dapat segera teratasi dan tidak mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Besaran bansos kaj 2025 naik

Besaran Bansos KAJ 2025 Naik Jadi Rp300 Ribu, Ini Mekanisme Barunya

Berita Selanjutnya
Crystal palace diselidiki fa

Crystal Palace Diselidiki FA Gara-gara Spanduk Kontroversial Suporter