Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Baku Hantam di Final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Terancam Sanksi Berat FIFA
Wilujengan Tutup Bulan Sura 2026 di Cilacap, Pemkab Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Wilujengan Tutup Bulan Sura 2026 di Cilacap, Pemkab Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Wilujengan Tanggap Warsa Tutup Bulan SuraWilujengan Tanggap Warsa Tutup Bulan Sura
WILUJENGAN : Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama penghayat kepercayaan menggelar Wilujengan Tanggap Warsa Tutup Bulan Sura 2026 di Pendopo Wijayakusuma Cakti

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap menutup rangkaian peringatan Bulan Sura 2026 dengan menggelar acara Wilujengan Tanggap Warsa Tutup Bulan Sura di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati Hari Besar Penghayat Kepercayaan, yang telah ditetapkan setiap tanggal 13 Juli melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para penghayat kepercayaan dari berbagai paguyuban, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Momentum ini menjadi simbol penting dalam memperkuat semangat toleransi, menjaga keberagaman budaya, sekaligus melestarikan warisan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, yang membacakan sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan bahwa keberagaman budaya, adat istiadat, serta keyakinan merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, penghayat kepercayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia dan memiliki hak serta kedudukan yang sama sebagai warga negara.

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan sekaligus melestarikan budaya yang menjadi identitas daerah.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Tradisi yang diwariskan para leluhur perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ketua Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) Kabupaten Cilacap, Basuki Raharjo, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap atas dukungan yang selama ini diberikan dalam upaya melestarikan budaya dan tradisi penghayat kepercayaan.

Menurut Basuki, berbagai kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan bersama pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan komunitas penghayat kepercayaan dapat terus terjalin sehingga budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Rangkaian peringatan Bulan Sura 2026 di Kabupaten Cilacap sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan spiritual, di antaranya Wilujengan Bumi, Wilujengan Laut, Wilujengan Udara, hingga prosesi jamasan atau pencucian pusaka, pendopo, gamelan, sumur, dapur, serta kamar Bupati terdahulu.

Seluruh rangkaian tersebut merupakan tradisi yang secara konsisten dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Basuki menjelaskan bahwa selama sebelas tahun pelaksanaan tradisi memetri, hampir seluruh benda pusaka milik Pemerintah Kabupaten Cilacap telah berhasil dikembalikan ke Pendopo Wijayakusuma Cakti sebagai pusat penyimpanan dan pelestarian benda-benda bersejarah tersebut.

Meski demikian, hingga kini masih terdapat dua pusaka yang masih dalam proses penelusuran.

Pihaknya berharap seluruh benda pusaka tersebut dapat segera ditemukan sehingga dapat dirawat dan dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan sejarah Kabupaten Cilacap.

Selain menjaga warisan budaya, Basuki juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, semangat persatuan dalam keberagaman menjadi modal utama untuk menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Wilujengan Tanggap Warsa Tutup Bulan Sura 2026, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap masyarakat semakin menghargai keberagaman budaya dan keyakinan yang ada.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi lokal dapat berjalan selaras dengan semangat persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara dalam kehidupan bermasyarakat. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Paredes Terancam Sanksi Berat FIFA

Baku Hantam di Final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Terancam Sanksi Berat FIFA