Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Sebanyak 4.627 Atlet Ramaikan Popda Purbalingga 2026, Siap Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi
Baku Hantam di Final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Terancam Sanksi Berat FIFA

Baku Hantam di Final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Terancam Sanksi Berat FIFA

Paredes Terancam Sanksi Berat FIFAParedes Terancam Sanksi Berat FIFA
RICUH: Kericuhan pecah usai final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes dikartu merah dan terancam sanksi berat FIFA setelah bentrokan massal mewarnai kekalahan Argentina dari Spanyol

BANYUMASEKSPRES.ID, Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina vs Spanyol tidak hanya menghadirkan drama perebutan gelar juara dunia, tetapi juga diwarnai kericuhan besar setelah pertandingan berakhir.

Kekalahan La Albiceleste dengan skor 0-1 membuat emosi para pemain Argentina memuncak hingga terjadi bentrokan massal di lapangan.

Insiden tersebut kini menjadi perhatian FIFA, yang dikabarkan tengah menyiapkan sanksi disiplin terhadap gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Kericuhan terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) pagi WIB.

Spanyol yang baru saja memastikan gelar juara dunia kedua mereka berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan.

Namun, suasana selebrasi berubah menjadi kekacauan ketika sejumlah pemain Argentina kehilangan kendali emosi.

Sebelum pertandingan benar-benar berakhir, Argentina sebenarnya sudah bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit ke-93 sehingga harus meninggalkan lapangan.

Kondisi tersebut semakin memperburuk situasi ketika para pemain Spanyol mulai merayakan keberhasilan mereka.

Insiden pertama melibatkan pemain pengganti Argentina, Nahuel Molina, yang melayangkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri.

Meski sempat kembali mendekati Rodri dengan sikap agresif, gelandang Spanyol itu memilih menjauh dan tidak membalas tindakan tersebut sehingga situasi tidak langsung semakin membesar.

Namun, ketegangan mencapai puncaknya ketika Leandro Paredes menghampiri bek Spanyol, Eric García.

Dalam tayangan pertandingan terlihat Paredes mengayunkan tangan terbuka ke arah leher lawannya hingga García terjatuh.

Tidak berhenti sampai di situ, Paredes juga mendorong Gavi dalam aksi saling dorong yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Peristiwa tersebut berlangsung tepat di depan asisten wasit Tomaz Klancnik dan pelatih Argentina Lionel Scaloni.

Keributan kemudian meluas karena sejumlah pemain serta staf dari kedua kubu ikut terlibat dalam aksi saling dorong di tengah lapangan.

Lionel Scaloni berusaha meredakan suasana dengan menarik Eric García menjauh dari kerumunan.

Setelah kondisi mulai terkendali, wasit langsung mengeluarkan kartu merah langsung kepada Leandro Paredes atas tindak kekerasan yang dilakukannya setelah pertandingan selesai.

Kartu merah tersebut menjadi penutup yang sangat buruk bagi Argentina.

Paredes menjadi pemain kedua yang diusir keluar lapangan setelah Enzo Fernández lebih dahulu menerima kartu merah akibat akumulasi kartu kuning menjelang akhir pertandingan.

Menurut sejumlah laporan, Komite Disiplin FIFA akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Karena tindakan kekerasan terjadi setelah peluit akhir dan memicu keributan massal, Paredes berpotensi menerima hukuman yang lebih berat daripada sanksi standar berupa larangan bermain satu pertandingan akibat kartu merah biasa.

Mantan kapten Timnas Inggris, Alan Shearer, turut mengkritik keras perilaku para pemain Argentina.

Menurutnya, rasa kecewa akibat gagal mempertahankan gelar juara dunia tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan aksi kekerasan terhadap lawan.

Shearer menilai tindakan Paredes yang beberapa kali mengayunkan tangan ke arah pemain Spanyol merupakan perilaku yang tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola profesional.

Ia juga menyebut insiden setelah peluit akhir sebagai salah satu momen paling buruk yang mencoreng pertandingan final.

Sepanjang pertandingan, Argentina memang tampil dengan permainan yang keras.

Beberapa pemain seperti Alexis Mac Allister dan Nicolás Tagliafico sempat melakukan tekel keras pada babak pertama, sementara lima pemain Argentina menerima kartu kuning hingga pertandingan memasuki masa tambahan waktu.

Di sisi lain, Spanyol tampil jauh lebih dominan sepanjang laga.

La Furia Roja menguasai sekitar 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya mampu mencatatkan dua tembakan sepanjang 120 menit pertandingan tanpa satu pun mengarah tepat ke gawang.

Gol tunggal Spanyol pada babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan 1-0 sekaligus menghadirkan gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.

Sayangnya, keberhasilan tersebut harus diakhiri dengan bentrokan antarpemain yang menjadi sorotan dunia.

Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan FIFA yang akan menentukan besaran sanksi bagi Leandro Paredes dan kemungkinan hukuman tambahan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan final Piala Dunia 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
4.627 Pelajar Ramaikan Popda

Sebanyak 4.627 Atlet Ramaikan Popda Purbalingga 2026, Siap Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi