BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah rumah milik warga di Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, mengalami kebakaran pada Selasa (7/7/2026) malam.
Peristiwa tersebut menghanguskan bagian lantai dua bangunan dan diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp10 juta.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 22.13 WIB.
Setelah menerima informasi dari warga, Regu 3 Pos Damkar Kembaran segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 22.23 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar kobaran api tidak merambat ke bagian bangunan lainnya maupun rumah warga di sekitar lokasi.
Menurut Andaru, kebakaran pertama kali diketahui oleh istri pemilik rumah, Slamet Riyadi. Saat itu, ia melihat munculnya titik api di lantai dua rumah.
Dalam waktu singkat, api semakin membesar dan menjalar ke bagian atas bangunan sehingga warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Andaru.
Karena sumber api berada di lantai dua, proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Petugas harus memastikan seluruh titik api dan bara benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran susulan.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Setelah melakukan penyisiran di seluruh area yang terbakar, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memastikan lokasi aman.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.20 WIB. Karena titik apinya berada di lantai dua, petugas perlu memastikan seluruh bara benar-benar padam sebelum dinyatakan aman. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” jelas Andaru.
Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, Damkar Banyumas tidak bekerja sendiri.
Pemadaman juga melibatkan Regu 1 Pos Damkar Induk, personel Bhabinkamtibmas, Babinsa Sokaraja, serta masyarakat sekitar yang membantu mengamankan lokasi dan memperlancar proses pemadaman.
Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.
Meski bagian lantai dua rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Hingga kini, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik.
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi baik.
Pemeriksaan rutin terhadap kabel, stop kontak, maupun perangkat elektronik yang sudah tua dapat membantu mengurangi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerugian serta mencegah meluasnya kobaran api ke bangunan lain.
Dengan semakin meningkatnya potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman, kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. (zet/stch/dda)
















