Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Krisis Air Bersih Banyumas Meluas, 4.664 Warga di Lima Desa dan Kelurahan Terdampak Kekeringan

Kekeringan Banyumas MeluasKekeringan Banyumas Meluas
DROPING: Petugas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dampak musim kemarau di Kabupaten Banyumas terus meluas. Hingga Selasa (8/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat sebanyak 4.664 warga mengalami krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber air.

Ribuan warga tersebut kini bergantung pada bantuan distribusi air bersih yang disalurkan oleh pemerintah bersama sejumlah instansi.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Banyumas, terdapat lima desa dan kelurahan yang telah terdampak kekeringan.

Wilayah tersebut meliputi Desa Tamansari di Kecamatan Karanglewas, Kelurahan Sokanegara di Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Karanglewas di Kecamatan Jatilawang, Desa Nusadadi di Kecamatan Sumpiuh, serta Desa Kedungpring di Kecamatan Kemranjen.

Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 1.610 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 4.664 jiwa.

Mereka mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, ST, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, hingga saat ini BPBD Banyumas bersama sejumlah mitra telah mendistribusikan sekitar 70 ribu liter air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan.

“Data terbaru dari Pusdalops BPBD Banyumas menunjukkan ada lima wilayah terdampak dengan total 1.610 kepala keluarga atau 4.664 jiwa. Hingga saat ini sudah tersalurkan sekitar 70 ribu liter air bersih,” jelas Abdul.

Ia menambahkan, distribusi bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Banyumas. Sejumlah instansi turut berpartisipasi dalam penanganan krisis air bersih, di antaranya BPJS Kesehatan serta Perumda Air Minum (PDAM).

Kolaborasi tersebut dinilai sangat membantu agar distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang terdampak.

BPBD menjelaskan bahwa setiap pengiriman air bersih dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa maupun hasil asesmen petugas yang turun langsung ke lapangan.

Setelah laporan diterima, BPBD menyusun jadwal distribusi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan warga serta ketersediaan armada tangki air.

Pengiriman bantuan terbaru dilakukan ke Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen.

Dalam penyaluran tersebut, BPJS Kesehatan memberikan bantuan sebanyak 10 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Sementara itu, hingga hari Selasa belum terdapat laporan baru mengenai permintaan distribusi air bersih dari wilayah lainnya.

Meski demikian, BPBD tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya daerah terdampak apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Data BPBD menunjukkan bahwa kondisi kekeringan di Banyumas mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan akhir Juni 2026.

Saat itu, hanya dua wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih dengan jumlah warga terdampak sekitar 1.705 jiwa.

Volume distribusi air bersih pada periode tersebut juga masih sekitar 20 ribu liter.

Namun dalam kurun waktu sekitar satu pekan, jumlah wilayah terdampak meningkat menjadi lima desa dan kelurahan.

Jumlah warga yang membutuhkan bantuan juga melonjak menjadi 4.664 jiwa, sementara total distribusi air bersih meningkat hingga mencapai sekitar 70 ribu liter.

Melihat perkembangan tersebut, BPBD Banyumas memperkirakan jumlah wilayah terdampak masih berpotensi bertambah apabila curah hujan belum kembali turun dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan melalui pemerintah desa, kecamatan, serta Pusdalops BPBD agar setiap laporan kekeringan dapat segera ditindaklanjuti.

Selain fokus pada distribusi bantuan air bersih, BPBD Banyumas juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.

Penghematan penggunaan air dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah yang mulai mengalami penurunan debit mata air maupun sumur warga.

BPBD berharap sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar penanganan dampak kekeringan berjalan lebih efektif.

Dengan respons yang cepat dan distribusi air bersih yang merata, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penyebab Hujan Masih Menyapa di Musim Kemarau

BMKG Jelaskan Alasan Hadirnya Hujan di Musim Kemarau

Berita Selanjutnya
Praktik Prostitusi 37 Anak Terungkap

Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Prostitusi Anak Berkedok Kafe di Bekasi, 12 Orang Jadi Tersangka