Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

278 Kopdes Putih Terbentuk di Banjarnegara, Namun Baru 13 yang Resmi Beroperasi

13 KDKMP Belum Beroperasi Sepenuhnya13 KDKMP Belum Beroperasi Sepenuhnya
BERKUMPUL: Suasana launching KDKMP di Kelurahan Parakancanggah Banjarnegara, bersama 1.061 KDKMP di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara kini tengah memasuki tahap penting dalam proses pengembangannya.

Dari total 278 KDKMP yang telah terbentuk secara kelembagaan, baru 13 koperasi yang resmi diluncurkan operasionalisasinya secara serentak pada Sabtu, 16 Mei 2026, bersama dengan kehadiran Presiden.

Momen ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Kiki Kadarwati, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Banjarnegara, menjelaskan bahwa dari total KDKMP yang ada, terdiri dari 266 koperasi desa dan 12 koperasi kelurahan.

“Untuk Banjarnegara, jumlah KDKMP ada 278 yang secara kelembagaan sudah terbentuk, terdiri dari 266 koperasi desa dan 12 koperasi kelurahan,” ujarnya.

Penjelasan ini menunjukkan pentingnya peran koperasi dalam struktur sosial ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

Dari angka tersebut, sebanyak 13 KDKMP yang ikut diluncurkan berlokasi di berbagai desa dan kelurahan seperti Kelurahan Kutabanjarnegara, Desa Purworejo, Mandiraja Kulon, Kebanaran, Purwonegoro, Danaraja, Kedawung, Gembongan, Petambakan, Kebakalan, Kendaga, Karangkobar serta Wiramastra.

Meskipun sudah dilakukan peluncuran resmi, Kiki menegaskan bahwa koperasi-koperasi ini belum sepenuhnya dapat beroperasi.

Saat ini masing-masing koperasi masih menunggu kelengkapan sarana dan administrasi yang diperlukan untuk serah terima.

“Untuk saat ini belum ada operasional penuh karena perlengkapannya juga belum lengkap. Jadi baru launching operasionalisasi saja,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa peluncuran bukanlah akhir dari proses tetapi lebih kepada awal dari tantangan baru bagi setiap koperasi untuk menjalankan fungsinya dengan optimal.

Perlengkapan yang dibutuhkan oleh masing-masing koperasi datang secara bertahap dan hingga saat ini belum seluruhnya tersedia di lokasi-lokasi tersebut.

Beberapa fasilitas seperti kendaraan operasional dan rak penyimpanan memang sudah mulai diterima oleh beberapa koperasi.

Namun demikian, kondisi tersebut belum mencapai tingkat kesiapan yang sempurna untuk memulai operasional secara penuh.

“Kalau semua sudah lengkap nanti bisa langsung dioperasionalkan tapi harus melalui berita acara serah terima dulu. Kalau desa diserahkan ke desa, kalau kelurahan ke Pemda,” jelasnya lebih lanjut mengenai prosedur serah terima yang harus dilalui sebelum koperasi dapat berfungsi secara maksimal.

Di tengah proses pembentukan ini, terdapat tantangan lain yang harus dihadapi oleh pengelola KDKMP.

Belum semua koperasi dapat diluncurkan karena pembangunan fisik sejumlah gedung koperasi masih berlangsung.

Berdasarkan data terkini yang diterima dari pendamping koperasi saat bimbingan teknis berlangsung, baru sekitar 58 KDKMP di Banjarnegara yang gedungnya telah selesai dibangun sepenuhnya.

Saat ini terdapat sekitar 180 koperasi lainnya yang masih dalam tahap pembangunan dan sekitar 40 lainnya belum memulai proses pembangunan sama sekali.

“Kemungkinan memang berkaitan dengan progres pembangunan. Data yang kami terima seperti itu,” ungkap Kiki dengan nada realistis mengenai tantangan yang ada.

Seiring dengan peluncuran ini muncul harapan besar bagi masyarakat Banjarnegara.

Dengan adanya KDKMP diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
John Herdman Diperkirakan Akan Mencoret Enam Pemain Jelang AFF

Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Tak Masuk Skuad AFF 2026

Berita Selanjutnya
TMMD Krangean Rampung 100 Persen

Program TMMD Purbalingga 2026 Selesai, Jalan Desa hingga RTLH Berhasil Dibangun