BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam upaya meningkatkan partisipasi pendidikan kesetaraan di Banjarnegara, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Banjarnegara menyampaikan usulan penting kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Usulan tersebut muncul dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung Dewan, dihadiri oleh para pengurus ICMI dari berbagai bidang, seperti kebijakan publik dan kesehatan masyarakat.
Ketua ICMI Orda Banjarnegara, Mukhlish, menyoroti tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Ia mencatat bahwa partisipasi pendidikan kesetaraan masih rendah, terutama di kalangan warga usia produktif yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.
“Banyak warga dewasa di Banjarnegara yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan, tetapi mereka sering kali terhalang oleh biaya,” ungkap Mukhlish pada Jumat (4/7).
Dia mengusulkan agar Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan juga mencakup peserta berusia di atas 24 tahun, khususnya untuk program Kejar Paket B dan C.
Usulan ini bertujuan untuk membuka akses lebih luas bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan namun terbentur masalah finansial.
Selain itu, Mukhlish memaparkan program unggulan ICMI yang diberi nama Desa Cendekia. Program tersebut dirancang sebagai model pengembangan sumber daya manusia berbasis komunitas.
Desa Mlaya di Kecamatan Punggelan dipilih sebagai lokasi percontohan pertama dengan pelatihan generasi muda dan program literasi digital sebagai fokus utama.
“Kami bermaksud mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara melalui jalur pendidikan,” lanjut Mukhlish dengan penuh semangat.
Dia juga menyatakan rencana untuk bertemu dengan Bupati guna membahas lebih lanjut skema kolaborasi ini.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat memberikan apresiasi dan menyatakan dukungan penuh.
Ia menilai gagasan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan daerah dan berjanji akan membawa topik ini ke forum pembahasan anggaran perubahan pertengahan Juli mendatang.
“Usulan ini sangat penting untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan,” kata Anas Hidayat.
“Kami akan membahasnya dalam Rapat Anggaran Perubahan dan menindaklanjutinya secara serius.” katanya menambahkan.
Anas percaya bahwa pemberian BOP untuk peserta dewasa dapat menjadi strategi kebijakan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Banjarnegara.
Dengan perhatian yang serius dari DPRD Banjarnegara dan dukungan dari pihak-pihak terkait lainnya, diharapkan langkah-langkah konkret dapat segera direalisasikan.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki angka partisipasi pendidikan tetapi juga membantu masyarakat dewasa mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik sehingga dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
Di tengah upaya ini, penting kiranya berbagai pihak terus bersinergi demi tercapainya tujuan bersama yakni peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan.
Keterlibatan semua elemen masyarakat merupakan kunci keberhasilan bagi program-program pengembangan sumber daya manusia seperti yang dicita-citakan oleh ICMI Orda Banjarnegara.
Dalam konteks lokal maupun nasional, peningkatan akses terhadap pendidikan kesetaraan bagi warga dewasa tak hanya berdampak pada individu peserta tetapi juga memiliki potensi besar mempengaruhi perkembangan sosial-ekonomi komunal secara keseluruhan.
Mengakhiri pembicaraan pada pertemuan tersebut, baik ICMI maupun DPRD sama-sama berharap agar sinergi antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil serta komunitas lokal bisa terus ditingkatkan demi mencapai hasil optimal dalam waktu dekat. (jud/stch)
















