Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Inilah Gejala Kanker Ginjal Yang Harus Diwaspadai
Warga Klirong Kebumen Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pidana
Syarat ParagonCorp Scholarship Program 2026, Terbuka untuk Mahasiswa Baru

Warga Klirong Kebumen Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polisi Pastikan Bukan Tindak Pidana

Warga Klirong Ditemukan Meninggal Dalam SumurWarga Klirong Ditemukan Meninggal Dalam Sumur
EVAKUASI: Petugas melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan meninggal di dalam sumur

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Warga Desa Kabadongan, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial AS (43) yang meninggal dunia di dalam sumur belakang rumahnya.

Korban ditemukan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk dilakukan evakuasi.

Petugas dari pemadam kebakaran dan Palang Merah Indonesia (PMI) turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi korban dari dalam sumur.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.

“Dari hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam,” ujar Kapolres Kebumen, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, AS diketahui terakhir terlihat pada Selasa sore (11/8). Setelah itu, keberadaannya tidak diketahui oleh keluarga.

Pada saat kejadian, istri korban berinisial SS (44) diketahui pergi ke rumah orang tuanya yang masih berada di Kecamatan Klirong.

SS kemudian kembali ke rumah pada Rabu malam. Saat tiba di rumah, SS tidak melihat suaminya.

Ia kemudian berusaha mencari keberadaan AS, tetapi pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian terhadap korban berlanjut hingga Kamis sore. Saat memeriksa bagian belakang rumah, SS kemudian melihat sesuatu yang mencurigakan di dalam sumur.

Ia melihat kaus berwarna merah berada di dalam sumur. SS bersama anggota keluarga kemudian mencoba mengangkat benda tersebut menggunakan galah.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Karena tidak berhasil melakukan evakuasi secara mandiri, keluarga kemudian meminta bantuan perangkat desa.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian.

Petugas dari Polsek Klirong bersama tim terkait kemudian melakukan proses evakuasi.

Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui berada di dalam sumur dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.

Sumur tempat korban ditemukan memiliki lebar sekitar 75 sentimeter. Sementara itu, tinggi bibir sumur mencapai sekitar 80 sentimeter.

Jarak antara permukaan air dengan bibir sumur diperkirakan sekitar 3,9 meter. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan bantuan petugas dengan peralatan yang sesuai.

Saat ditemukan, korban diketahui mengenakan kaus merah bertuliskan “SEVEN”, celana pendek berwarna cokelat, serta sabuk hitam.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh korban.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan luka yang diduga akibat benda tumpul maupun benda tajam.

Selain itu, polisi juga tidak menemukan tanda jeratan pada bagian leher korban.

Hasil pemeriksaan medis turut memperkuat temuan tersebut. Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

“Pemeriksaan medis turut menguatkan kejadian tersebut bukan tindak pidana karena tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas I Putu Bagus Krisna Purnama.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kepolisian menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa kematian AS merupakan akibat tindak kekerasan atau tindak pidana.

Penemuan korban tersebut bermula dari pencarian keluarga setelah AS tidak terlihat di rumah selama beberapa waktu.

Hingga akhirnya, korban ditemukan berada di dalam sumur yang berada di belakang rumah.

Polisi bersama petugas terkait kemudian melakukan evakuasi terhadap korban untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan medis.

Peristiwa warga Kebumen meninggal di dalam sumur tersebut kini menjadi perhatian warga Desa Kabadongan.

Polisi memastikan hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan tindak pidana. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Simak Gejala Kanker Ginjal

Inilah Gejala Kanker Ginjal Yang Harus Diwaspadai

Berita Selanjutnya
ParagonCorp Scholarship

Syarat ParagonCorp Scholarship Program 2026, Terbuka untuk Mahasiswa Baru