BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Inovasi siswa SMAN 2 Cilacap tidak berhenti setelah meraih prestasi di tingkat regional.
Karya berupa Ompreng Pendeteksi Keracunan berbasis Internet of Things (IoT) yang dibuat Felda dan Alya justru mendapat perhatian hingga ke Jerman.
Felda dan Alya merupakan siswa kelas XII SMAN 2 Cilacap yang mengikuti ajang Astra Honda Motor (AHM) Best Student Regional Jawa Tengah-DIY 2025.
Keduanya berhasil meraih Juara 2 melalui inovasi yang dirancang untuk mendukung keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karya tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Melalui teknologi IoT, mereka mengembangkan ompreng yang ditujukan untuk membantu mendeteksi potensi keracunan makanan.
Prestasi dalam kompetisi tersebut kemudian membuat inovasi Felda dan Alya semakin dikenal.
Karya mereka dipublikasikan melalui berbagai media serta media sosial hingga akhirnya mendapat perhatian media nasional.
Dari pemberitaan mengenai inovasi tersebut, seorang wartawan asal Jerman kemudian tertarik untuk meliput karya siswa SMAN 2 Cilacap.
Liputan tersebut membuka jalan bagi inovasi karya pelajar daerah untuk dikenal di luar Indonesia.
Perhatian terhadap karya Felda dan Alya ternyata tidak berhenti pada pemberitaan media.
Liputan mengenai ompreng pendeteksi keracunan berbasis IoT tersebut juga menarik perhatian kalangan akademisi di Jerman.
Seorang mahasiswa doktoral asal Jerman bahkan tertarik untuk melakukan penelitian sekaligus membuka peluang kerja sama dengan SMAN 2 Cilacap.
Ketertarikan tersebut menjadi perkembangan baru bagi inovasi yang awalnya dibuat untuk mengikuti sebuah kompetisi pelajar.
Pada Mei lalu, mahasiswa tersebut datang langsung ke SMAN 2 Cilacap.
Kunjungan dilakukan untuk membahas lebih lanjut mengenai peluang penelitian dan bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara pihak akademisi dengan sekolah.
Kehadiran akademisi dari Jerman tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi sekolah dan para siswa.
Karya yang sebelumnya hanya ditujukan untuk mengikuti kompetisi kini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penelitian yang lebih luas.
Pembina SMAN 2 Cilacap, Santiko, S.Pd, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah.
Menurutnya, perhatian dari luar negeri juga dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus menghasilkan karya inovatif.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ide dan kreativitas siswa sekolah daerah dapat memiliki daya tarik yang lebih luas ketika mampu menawarkan solusi terhadap persoalan nyata.
Ompreng pendeteksi keracunan yang dikembangkan Felda dan Alya memiliki kaitan dengan kebutuhan meningkatkan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG melibatkan penyediaan makanan dalam jumlah besar untuk penerima manfaat.
Karena itu, keamanan dan kualitas makanan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.
Melalui inovasi berbasis teknologi, Felda dan Alya mencoba menghadirkan pendekatan baru untuk membantu mendeteksi potensi masalah pada makanan yang diberikan.
Karya tersebut kemudian menjadi bukti bahwa program MBG juga dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan gagasan teknologi.
Para siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat ikut mencari solusi melalui inovasi yang mereka buat.
Kepala SMAN 2 Cilacap, Joko Budi Santosa, S.Pd, M.Pd, mengapresiasi perhatian yang diberikan media dan akademisi dari Jerman terhadap karya siswanya.
Menurut Joko, perhatian tersebut membuktikan bahwa karya siswa dari daerah memiliki peluang untuk dikenal hingga tingkat internasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi agar siswa terus berani berinovasi. Kami berharap kerja sama dengan akademisi dari Jerman dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pengembangan penelitian siswa,” ujar Joko.
Perjalanan inovasi Felda dan Alya menunjukkan bagaimana sebuah kompetisi siswa dapat membuka peluang yang lebih luas.
Awalnya, karya tersebut dibuat untuk mengikuti AHM Best Student Regional Jawa Tengah-DIY 2025.
Setelah meraih Juara 2, inovasi tersebut mendapatkan publikasi yang lebih luas. Dari pemberitaan itulah perhatian media internasional hingga akademisi Jerman mulai muncul.
Kini, SMAN 2 Cilacap memiliki peluang untuk mengembangkan kerja sama penelitian dengan akademisi dari Jerman.
Jika kerja sama tersebut berlanjut, inovasi yang dibuat para siswa berpotensi dikaji dan dikembangkan lebih jauh.
Bagi sekolah, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan karena karya siswa mendapat perhatian internasional.
Kerja sama tersebut juga dapat menjadi pengalaman akademik yang berharga bagi siswa dalam mengenal proses penelitian dan pengembangan teknologi.
Kisah inovasi siswa SMAN 2 Cilacap yang dilirik Jerman ini sekaligus menunjukkan bahwa karya pelajar tidak harus menunggu berada di kota besar untuk mendapat perhatian.
Ide yang lahir dari lingkungan sekolah dapat berkembang lebih jauh ketika memiliki nilai inovasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Berawal dari sebuah ajang perlombaan, karya Felda dan Alya kini membuka pintu menuju peluang penelitian dan kerja sama internasional.
Inovasi ompreng pendeteksi keracunan berbasis IoT pun menjadi salah satu contoh bahwa kreativitas siswa Indonesia memiliki peluang untuk dikenal hingga dunia internasional. (wln/stch/dda)
















