BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi sekaligus pengusaha Ashanty membagikan kisah mengenai perubahan penampilannya setelah menunaikan ibadah haji.
Istri musisi Anang Hermansyah itu mengaku kini sedang menikmati proses belajar berhijab sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang ia rasakan usai kembali dari Tanah Suci.
Ashanty mengatakan keputusan untuk mulai mengenakan hijab bukanlah sesuatu yang diambil secara terburu-buru.
Keinginan tersebut muncul dari kesadaran pribadi setelah mengalami berbagai perenungan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, momen ibadah tersebut membuat dirinya lebih banyak melakukan introspeksi dan menyadari bahwa sudah saatnya mengurangi fokus pada urusan duniawi serta lebih mengutamakan hal-hal yang memberikan manfaat bagi sesama.
Ia menegaskan bahwa keputusan berhijab lahir sepenuhnya dari keinginan hati, bukan karena dorongan ataupun tekanan dari orang lain.
“Maksud aku, aku tuh mau berhijab bener-bener bukan karena orang lain. Tapi memang kayak aku ngerasa, kayak tiba-tiba pas lagi ibadah kemarin itu, lagi pakai baju-baju olahraga yang kayak kelihatan bentuk badannya, mau lari gitu, yang lagi ngetat-ngetat, wah kayaknya duniawi itu lagi kenceng banget. Terus pas haji kayak, ‘Udahlah…’,” ujar Ashanty.
Pengalaman spiritual selama berhaji membuatnya merasa lebih tenang dalam mengambil keputusan tersebut.
Ia pun memilih menjalani proses berhijab secara bertahap agar dapat beradaptasi dengan nyaman.
Saat ini, Ashanty lebih menyukai model hijab yang praktis dan sederhana.
Ia mengaku belum terbiasa mengenakan berbagai model hijab yang membutuhkan banyak peniti atau teknik pemakaian yang rumit.
Karena itu, pilihan jatuh pada hijab model pashmina instan yang dinilai lebih mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Ashanty juga mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan sahabat.
Bahkan, beberapa orang terdekat menghadiahkan berbagai koleksi hijab untuk mendukung langkah barunya tersebut.
“Kirimin sama Zia dan Kenan, alhamdulillah dibelikan. Emang aku lagi suka yang langsung pashmina gitu karena aku kan belum terbiasa ya. Jadi kalau pakai yang ribet-ribet, akunya belum terbiasa,” katanya.
Selain memilih model yang praktis, Ashanty juga mengaku lebih nyaman menggunakan hijab tanpa ciput atau dalaman hijab yang terlalu ketat.
Menurutnya, penggunaan ciput yang terlalu kencang justru membuat dirinya merasa sesak sehingga kurang nyaman dipakai dalam waktu lama.
“Sekali pakai nggak ada napas,” katanya sambil tertawa.
Ia menambahkan bahwa proses belajar berhijab harus dijalani dengan nyaman agar dapat dilakukan secara konsisten.
Oleh karena itu, ia memilih gaya berhijab yang sederhana namun tetap memenuhi tujuan utama, yaitu menutup aurat dengan baik.
“Pelan-pelan untuk mungkin berhijab. Ini tampilan simpel juga nggak sih? Pas banget nih untuk Bunda yang masih belajar. Emang sukanya yang gitu. Kalau hijab, pengennya yang simpel-simpel aja, yang penting menutup kepala,” tuturnya.
Bagi Ashanty, proses berhijab merupakan perjalanan yang membutuhkan waktu.
Ia tidak ingin memaksakan diri menggunakan model yang belum membuatnya nyaman, tetapi memilih menikmati setiap tahap perubahan yang sedang dijalaninya.
Keputusan tersebut pun mendapat sambutan positif dari lingkungan sekitarnya.
Ashanty mengaku banyak teman, sahabat, hingga rekan bisnis yang memberikan dukungan serta doa agar dirinya tetap istiqamah menjalani proses hijrah.
Tidak sedikit pula yang mengirimkan berbagai koleksi hijab sebagai bentuk apresiasi atas keputusan yang diambilnya setelah pulang dari ibadah haji.
Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi Ashanty untuk terus belajar memperbaiki diri.
Ia berharap langkah yang diambil dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang terus berkembang, tanpa harus terbebani oleh penilaian orang lain.
Melalui kisah yang dibagikannya, Ashanty juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki proses hijrah yang berbeda-beda.
Baginya, berhijab bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi juga bentuk komitmen untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. (*/stch/dda)














