Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Harga E-Katalog Lebih Mahal dari Pasar Jadi Sorotan, BPKP Minta Pejabat Pengadaan Lakukan Negosiasi
AUTP Gratis untuk Petani Banyumas, Premi Asuransi Padi Ditanggung Pemprov Jateng

AUTP Gratis untuk Petani Banyumas, Premi Asuransi Padi Ditanggung Pemprov Jateng

Petani Dapat Asuransi Padi GratisPetani Dapat Asuransi Padi Gratis
PENDATAAN: Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kemranjen melakukan pendataan petani padi di Desa Pageralang untuk diusulkan AUTP di musim tanam ke tiga, Jum'at (4/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Petani yang menanam padi pada musim tanam ketiga di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, mulai didata untuk mendapatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini menjadi bentuk perlindungan bagi petani dalam menghadapi risiko gagal panen, dengan premi yang pada musim tanam kali ini sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pendataan dilakukan oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kemranjen terhadap petani yang memenuhi syarat untuk diusulkan masuk dalam program AUTP.

Dengan adanya asuransi ini, petani diharapkan memiliki perlindungan apabila tanaman padi mengalami kerusakan atau gagal panen akibat risiko yang termasuk dalam ketentuan program.

Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kemranjen, Sugiyanto, mengatakan bahwa pada musim tanam ketiga tahun ini petani tidak perlu membayar premi asuransi karena seluruh biaya ditanggung melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

“AUTP di musim tanam ke tiga ini gratis untuk petani padi, premi dibiayai APBD 1 Provinsi Jawa Tengah,” terang Sugiyanto, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani saat menjalankan usaha tani, terutama di musim tanam ketiga yang memiliki berbagai tantangan, mulai dari serangan hama hingga perubahan kondisi cuaca.

Pendataan kali ini dilakukan terhadap petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Desa Pageralang.

Para petani tersebut diketahui telah menanam padi pada 21 Agustus sehingga data petani penggarap perlu segera dimasukkan ke dalam aplikasi sebagai bagian dari proses pendaftaran AUTP.

Langkah tersebut dilakukan agar petani yang memenuhi persyaratan dapat segera memperoleh perlindungan asuransi sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan adanya perlindungan tersebut, petani tidak hanya mendapatkan rasa tenang ketika mengelola sawah, tetapi juga memiliki jaminan apabila terjadi risiko yang menyebabkan kerugian pada tanaman padi.

Program AUTP dirancang sebagai bentuk perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu usaha tani padi.

Kerusakan tanaman akibat faktor-faktor tertentu yang termasuk dalam ketentuan program dapat menjadi dasar bagi petani untuk memperoleh manfaat asuransi.

Bagi petani, keberadaan asuransi menjadi semakin penting pada musim tanam ketiga karena kondisi lingkungan sering kali berbeda dibanding musim tanam sebelumnya.

Selain ancaman gagal panen, petani juga menghadapi kemungkinan serangan organisme pengganggu tanaman maupun penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas sawah.

Selain melakukan pendataan AUTP, Sugiyanto juga mengingatkan para petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) serta penyakit yang menyerang padi.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan lembap berpotensi mempercepat perkembangan hama maupun penyakit sehingga perlu dilakukan pengamatan secara rutin terhadap kondisi tanaman.

Dengan pengawasan yang baik sejak awal, petani diharapkan dapat segera mengambil langkah penanganan apabila menemukan tanda-tanda gangguan pada tanaman padi.

Program AUTP gratis mendapat sambutan positif dari para petani di Desa Pageralang.

Salah satunya disampaikan oleh anggota Kelompok Tani Rukun, Suwarno Hadi Purwanto.

Menurut Suwarno, asuransi membuat petani merasa lebih tenang ketika menggarap sawah pada musim tanam ketiga karena terdapat perlindungan apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan.

“Menggarap sawah itu ada potensi diserang hama dan sebagainya, terima kasih didaftarkan asuransi untuk jaga-jaga. Harapannya bisa panen tanpa kendala,” ujar Suwarno.

Ia berharap tanaman padi yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen sehingga hasil pertanian tetap optimal.

Sejumlah petani di Desa Pageralang memilih kembali menanam padi pada musim tanam ketiga karena masih tersedia sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi sawah.

Ketersediaan air tersebut membuat lahan tetap produktif meskipun musim kemarau masih berlangsung.

Dibanding membiarkan sawah kosong hingga datangnya musim penghujan, petani memilih memanfaatkan kondisi yang ada untuk kembali bercocok tanam.

Keputusan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mempertahankan hasil usaha tani.

Dengan adanya AUTP gratis dari Pemprov Jawa Tengah, petani Banyumas kini memiliki tambahan perlindungan dalam menjalankan usaha taninya.

Program ini tidak hanya membantu mengurangi beban biaya premi, tetapi juga memberikan kepastian perlindungan apabila terjadi risiko yang menyebabkan kerusakan tanaman.

Pendataan yang dilakukan BPP Kecamatan Kemranjen menjadi langkah awal agar petani yang memenuhi syarat dapat segera masuk ke dalam program asuransi tersebut.

Di sisi lain, petani tetap diimbau untuk menjaga kondisi tanaman melalui pemantauan rutin terhadap hama dan penyakit agar hasil panen dapat tetap optimal.

Kombinasi antara pengelolaan tanaman yang baik dan perlindungan melalui AUTP diharapkan mampu meningkatkan rasa aman sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani padi di Banyumas pada musim tanam ketiga. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
E Katalog Lebih Mahal dari Pasar Jadi Sorotan

Harga E-Katalog Lebih Mahal dari Pasar Jadi Sorotan, BPKP Minta Pejabat Pengadaan Lakukan Negosiasi