Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Aspal Kasar hingga Progres Lambat, DPRD Soroti Kualitas Proyek Alus Dalane Purbalingga

Aspal Kasar Hingga Progres LambatAspal Kasar Hingga Progres Lambat
CEK PROYEK: Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga meninjau sejumlah ruas proyek jalan Program Alus Dalane dan menemukan sejumlah catatan terkait kualitas pekerjaan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pelaksanaan Program Alus Dalane di Kabupaten Purbalingga kembali menjadi perhatian DPRD.

Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek pembangunan dan perbaikan jalan agar kualitas hasil pekerjaan benar-benar sesuai standar teknis serta mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Sorotan tersebut muncul setelah Komisi IV DPRD melakukan monitoring tahap ketiga terhadap 16 paket proyek jalan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2026.

Total nilai proyek yang diawasi mencapai lebih dari Rp25 miliar.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres keseluruhan pekerjaan baru mencapai sekitar 19 persen.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, anggota dewan meninjau langsung sejumlah ruas jalan yang sedang dikerjakan, di antaranya Jalan S. Parman, Jalan MT Haryono, serta ruas Brobot–Wirasana.

Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan beberapa catatan teknis yang dinilai perlu segera diperbaiki oleh pelaksana proyek maupun pihak pengawas.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah kondisi lapisan aspal lama yang dinilai belum dibersihkan secara maksimal sebelum proses pelapisan baru dilakukan.

Menurut Komisi IV, tahapan persiapan permukaan jalan sangat penting karena akan memengaruhi daya rekat aspal baru dan menentukan kualitas jalan dalam jangka panjang.

Selain itu, dewan juga menemukan beberapa bagian permukaan jalan yang masih terlihat kasar, berkerikil, dan belum rata.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan jalan apabila tidak segera diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai.

Tak hanya itu, ketebalan lapisan aspal juga menjadi sorotan. DPRD menilai ketebalan aspal pada beberapa titik belum sepenuhnya mengikuti kemiringan jalan yang ideal.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, air hujan berpotensi menggenang di permukaan jalan dan mempercepat munculnya kerusakan seperti retak maupun lubang.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purbalingga, Adi Yuwono, mengatakan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama.

Menurutnya, proyek jalan yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar target penyelesaian pekerjaan.

Ia juga mengusulkan perubahan dalam metode penghitungan volume pekerjaan. Selama ini, penambalan jalan sering dihitung berdasarkan titik kerusakan tertentu.

Menurutnya, cara tersebut kurang efektif karena hasil perbaikan menjadi tidak merata.

Adi menyarankan agar volume pekerjaan dihitung berdasarkan luas per meter, sehingga proses penambalan dapat dilakukan lebih menyeluruh dan menghasilkan kualitas jalan yang lebih baik.

Selain kualitas fisik jalan, Komisi IV turut menyoroti pelaksanaan pekerjaan pada malam hari.

Berdasarkan hasil monitoring, masih ditemukan beberapa pekerjaan yang dinilai kurang rapi akibat pengawasan yang belum maksimal.

Menurut Adi, pekerjaan malam tetap harus diawasi secara ketat agar standar mutu tidak menurun.

Pengawasan yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis.

Komisi IV juga meminta DPUPR Kabupaten Purbalingga meningkatkan koordinasi dengan konsultan pengawas maupun kontraktor pelaksana agar setiap temuan di lapangan dapat segera diperbaiki sebelum proyek selesai.

Program Alus Dalane sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperbaiki akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

DPRD berharap seluruh proyek yang dibiayai APBD dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.

Infrastruktur jalan yang baik dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, hingga mendukung aktivitas ekonomi.

Komisi IV menegaskan akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh paket pekerjaan selesai dikerjakan.

Dewan berharap setiap kontraktor mampu menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga hasil pembangunan benar-benar awet, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dari DPRD serta komitmen DPUPR dalam menjaga mutu proyek, Program Alus Dalane diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur jalan yang lebih baik, tahan lama, dan menjadi investasi penting bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Program MBG

Program MBG Dikaji Ulang, Keluarga Mampu Dicoret dari Daftar Penerima

Berita Selanjutnya
Kampanye Mahal Jadi Biang Korupsi

KPK Ungkap Penyebab Maraknya OTT Kepala Daerah, Biaya Kampanye Mahal Jadi Pemicu Korupsi