Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kementan Gelontorkan Rp7,7 Miliar untuk Optimalisasi Lahan Pertanian di Purbalingga
Barcode Surat Rekomendasi Solar Rusak, Pemilik Mesin Perontok Padi di Banyumas Gagal Isi BBM

Barcode Surat Rekomendasi Solar Rusak, Pemilik Mesin Perontok Padi di Banyumas Gagal Isi BBM

Barcode Error Hambat Pembelian SolarBarcode Error Hambat Pembelian Solar
BARCODE: Penyuluh menunjukan barcode surat rekomendasi pembelian solar yang tidak terbaca saat transaksi. Terkait itu, BPP Kecamatan Sumpiuh memfasilitasi pengajuan ulang

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kerusakan barcode pada surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi menyebabkan seorang pemilik mesin perontok padi di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, gagal melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU.

Kendala tersebut segera ditangani oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh dengan memfasilitasi penerbitan ulang surat rekomendasi agar aktivitas panen tidak terganggu.

Masalah bermula ketika pemilik mesin perontok padi hendak membeli solar menggunakan surat rekomendasi yang telah diterbitkan sebelumnya.

Namun, saat proses transaksi di SPBU, barcode pada dokumen tersebut tidak dapat dipindai sehingga pembelian BBM bersubsidi tidak dapat diproses.

Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh, Tri Rusyatimah, mengatakan pihaknya langsung menerima laporan dari pemilik mesin setelah mengalami kendala tersebut.

BPP kemudian mengambil langkah cepat dengan mengajukan penerbitan ulang surat rekomendasi pembelian solar.

“BPP memfasilitasi pengajuan ulang surat rekomendasi pembelian solar untuk mesin perontok padi yang barcodenya tidak terbaca di SPBU,” ujar Tri.

Menurut Tri, permohonan surat rekomendasi pembelian solar mulai meningkat seiring masuknya musim panen padi.

Kebutuhan solar menjadi sangat penting karena digunakan untuk mengoperasikan mesin perontok yang membantu mempercepat proses panen di lahan pertanian.

Oleh karena itu, setiap kendala administrasi yang berpotensi menghambat operasional mesin harus segera diselesaikan agar aktivitas panen petani tidak mengalami keterlambatan.

Setelah proses pengajuan dilakukan, surat rekomendasi pengganti berhasil diterbitkan dan langsung diserahkan kepada pemilik mesin perontok padi.

Dengan dokumen baru tersebut, pembelian solar di SPBU dapat kembali dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Surat rekomendasi pengganti sudah diterbitkan sehingga kendala pembelian solar telah teratasi dan mesin dapat kembali beroperasi,” jelas Tri.

Hingga kini, penyebab barcode pada surat rekomendasi sebelumnya tidak dapat terbaca masih belum diketahui secara pasti.

Meski demikian, BPP memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan memberikan solusi melalui penerbitan ulang dokumen.

Tri juga mengingatkan bahwa surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi memiliki sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap pemegangnya.

Surat tersebut hanya berlaku bagi pemilik yang identitasnya tercantum di dalam dokumen dan tidak boleh dipindahtangankan kepada orang lain.

Selain itu, solar yang dibeli menggunakan surat rekomendasi hanya boleh digunakan untuk kebutuhan operasional mesin pertanian dan tidak diperkenankan diperjualbelikan kembali.

Ketentuan tersebut diberlakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran serta sesuai dengan regulasi pemerintah.

Dengan sistem rekomendasi tersebut, bantuan subsidi energi dapat dimanfaatkan oleh pihak yang benar-benar membutuhkan, khususnya pelaku usaha pertanian.

Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Sumpiuh juga mengimbau para pemilik alat dan mesin pertanian agar memeriksa kondisi surat rekomendasi sebelum melakukan pembelian solar di SPBU.

Jika ditemukan kendala, seperti barcode yang rusak atau tidak dapat dipindai, pemilik diharapkan segera melapor ke BPP agar proses penggantian dokumen dapat dilakukan lebih cepat.

Melalui langkah cepat penerbitan ulang surat rekomendasi ini, aktivitas panen di Kecamatan Sumpiuh diharapkan tetap berjalan lancar tanpa terkendala pasokan bahan bakar untuk mesin perontok padi. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Anggaran Rp 7,7 Miliar untuk Optimalisasi Sawah

Kementan Gelontorkan Rp7,7 Miliar untuk Optimalisasi Lahan Pertanian di Purbalingga