BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tahap II di MAN 2 Banyumas terus dikebut agar dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Hingga Selasa (28/7/2026), progres pembangunan telah mencapai sekitar 35 persen dan masih berada dalam jalur yang direncanakan.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada awal Oktober 2026 sehingga ruang kelas baru sudah dapat digunakan oleh para siswa.
Proyek pembangunan ini didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.
Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan sarana belajar yang terus bertambah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan RKB MAN 2 Banyumas, Aji Kuswanto, mengatakan hingga saat ini pelaksanaan proyek hanya mengalami deviasi sangat kecil, yakni kurang dari satu persen dari target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, selisih tersebut diperkirakan dapat segera dikejar dalam beberapa hari ke depan.
“Progres 35 persen dengan minus nol sekian persen. Satu dua hari ke depan terkejar,” kata Aji saat ditemui Radarmas, Selasa (28/7).
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pelaksana proyek maupun tim pengawas.
Evaluasi rutin dilakukan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis serta target waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, dalam pekan yang sama, tim pembangunan juga dijadwalkan mengikuti kegiatan pendampingan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) di Magelang.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah madrasah penerima proyek SBSN sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap konstruksi utama yang menjadi fase paling penting dalam keseluruhan proyek.
Salah satu pekerjaan yang sedang dilaksanakan adalah proses pengecoran struktur bangunan.
Tahapan ini diperkirakan akan mendorong peningkatan progres pembangunan secara signifikan pada awal Agustus setelah pekerjaan struktur utama selesai dikerjakan.
“Targetnya tidak meleset dan naik progres yang signifikan,” ujar Aji.
Ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan karena kebutuhan ruang belajar tambahan di MAN 2 Banyumas semakin mendesak.
Seiring meningkatnya jumlah peserta didik, keberadaan ruang kelas baru menjadi salah satu prioritas agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan efektif.
Pembangunan tahap kedua ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, proses belajar mengajar diharapkan berjalan lebih optimal sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banyumas. (yda/stch/dda)
















