BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Puskesmas Bukateja mulai melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di wilayah Kecamatan Bukateja.
Program yang dimulai sejak 15 Juli 2026 tersebut menyasar sebanyak 11.450 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan akan berlangsung secara bertahap hingga November 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Selain mengetahui kondisi kesehatan peserta didik, pemeriksaan juga bertujuan mendeteksi sejak dini berbagai gangguan kesehatan agar dapat segera ditangani.
Pemegang Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Bukateja, Fera Yeni Utami, mengatakan pelaksanaan tahap pertama berlangsung mulai 15 hingga 31 Juli 2026.
Pada periode tersebut, tim kesehatan menargetkan mengunjungi 15 sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bukateja.
Menurut Fera, hingga saat ini belasan sekolah telah berhasil melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan lancar.
Beberapa di antaranya yakni SD Negeri 1 Kedungjati, SD Negeri 2 Kedungjati, MI Darul Abror, dan MI Muhammadiyah (MIM) Kedungjati.
“Saat ini sudah ada belasan sekolah yang selesai menjalani pemeriksaan kesehatan dengan lancar. Beberapa di antaranya adalah SDN 1 dan 2 Kedungjati, MI Darul Abror, serta MIM Kedungjati,” jelas Fera, Selasa (28/7/2026).
Pelaksanaan CKG di setiap sekolah dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Bukateja dengan memeriksa kondisi kesehatan siswa sesuai standar pelayanan kesehatan sekolah.
Pemeriksaan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan peserta didik sekaligus menjadi dasar tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan tertentu.
Salah satu sekolah yang telah mengikuti program ini adalah MI Muhammadiyah Kedungjati.
Program CKG di sekolah tersebut mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah maupun para orang tua siswa.
Kepala MI Muhammadiyah Kedungjati, Titi Isnaeni, menilai pemeriksaan kesehatan sangat penting karena dapat membantu mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini.
Dengan begitu, siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera memperoleh layanan kesehatan yang sesuai.
Sebanyak 120 siswa dan 10 guru di MIM Kedungjati mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.
Tingginya partisipasi warga sekolah menunjukkan besarnya antusiasme terhadap program yang diselenggarakan pemerintah melalui Puskesmas Bukateja.
Setelah tahap pertama berakhir pada akhir Juli, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis akan dilanjutkan secara bertahap mulai Agustus hingga November 2026.
Seluruh sekolah yang telah masuk dalam jadwal akan memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 41 sekolah di Kecamatan Bukateja.
Rinciannya terdiri atas 28 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI), delapan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), serta lima sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).
Melalui cakupan tersebut, Puskesmas Bukateja berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara merata.
Pemeriksaan rutin di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa, guru, maupun orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu langkah preventif yang terus didorong pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, berbagai potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat.
Puskesmas Bukateja optimistis pelaksanaan Program CKG hingga November 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi 11.450 siswa di Kecamatan Bukateja, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak sekolah di Kabupaten Purbalingga. (alw/stch/dda)
















