Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Lowongan Dosen Tetap UII Yogyakarta Dibuka, Ada 38 Formasi untuk Pelamar
Pantai Sodong Cilacap Hijaukan Pesisir, 1.000 Mangrove dan 100 Kopi Liberika Ditanam

Pantai Sodong Cilacap Hijaukan Pesisir, 1.000 Mangrove dan 100 Kopi Liberika Ditanam

Tanam Mangrove dan Kopi Liberika di Pantai SodongTanam Mangrove dan Kopi Liberika di Pantai Sodong
CEGAH ABRASI : Ribuan bibit mangrove dan kopi Liberika ditanam di kawasan Pantai Sodong untuk mencegah abrasi

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di kawasan Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Rabu (9/9/2026).

Penanaman tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus memperkuat penghijauan lingkungan.

Selain ribuan bibit mangrove, kegiatan tersebut juga diisi dengan penanaman 100 bibit kopi jenis liberika.

Tanaman kopi tersebut menjadi bagian dari uji coba untuk melihat kemampuan tanaman beradaptasi dengan kondisi lingkungan di kawasan pesisir Pantai Sodong.

Kegiatan penanaman melibatkan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat.

Penanaman juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengatakan, penanaman mangrove dilakukan untuk membantu mengamankan kawasan pesisir Pantai Sodong dari ancaman abrasi.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus mendukung kelestarian ekosistem pantai.

Karena itu, penanaman tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah vegetasi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.

Sidik menegaskan, kegiatan penghijauan tidak boleh berhenti setelah bibit ditanam.

Tanaman harus mendapatkan perawatan dan pemantauan secara berkala agar tingkat keberhasilannya dapat diketahui.

“Kita bekerja sama dengan balai. Nanti per minggu dicek bagaimana posisi apakah tumbuh atau tidak. Jika tidak tumbuh berarti kita tanami lagi. Setelah tumbuh nanti kita rawat,” kata Sidik.

Pemantauan tersebut diperlukan untuk memastikan bibit mangrove yang ditanam benar-benar dapat tumbuh.

Apabila terdapat tanaman yang mati atau rusak, bibit akan diganti sehingga kawasan yang telah ditanami tetap terjaga.

Pemeliharaan menjadi salah satu faktor penting setelah proses penanaman.

Terlebih, lokasi penanaman berada di kawasan pantai yang memiliki karakter lingkungan berbeda dengan wilayah daratan.

Gelombang maupun ombak besar dapat memengaruhi tanaman yang baru ditanam.

Karena itu, pemantauan secara rutin diperlukan untuk melihat kondisi bibit sekaligus mengetahui bagian kawasan yang membutuhkan penanaman ulang.

Danrem mengatakan, penanaman mangrove sebenarnya bukan kali pertama dilakukan di wilayah kerja Korem 071/Wijayakusuma.

Sejumlah kawasan pesisir sebelumnya juga telah mendapatkan program serupa dan sebagian tanaman sudah tumbuh.

Penanaman kali ini diharapkan dapat memperluas kawasan hijau sekaligus memperkuat upaya menjaga lingkungan pesisir Cilacap.

“Yang pertama mengamankan lingkungan ini dan bukan baru pertama kali, sebelum-sebelumnya sudah ada penanaman mangrove yang sekarang sudah tumbuh,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya tanaman mangrove, kawasan Pantai Sodong diharapkan memiliki perlindungan alami yang lebih baik terhadap proses abrasi.

Selain fungsi ekologis, vegetasi tersebut juga dapat menambah nilai keindahan kawasan pantai.

Selain mangrove, sebanyak 100 bibit kopi liberika ditanam di kawasan Pantai Sodong.

Penanaman kopi ini memiliki tujuan berbeda karena masih dalam tahap uji coba.

Sidik mengatakan, kopi liberika dipilih karena berdasarkan literatur yang dibacanya, tanaman tersebut memiliki kemampuan tumbuh di wilayah rawa maupun tanah gambut.

“Setelah saya baca literasi memang benar kopi liberika itu bisa ditanam di daerah rawa, bahkan tanah gambut bisa tumbuh di situ dengan subur. Asalnya dari Afrika,” kata Sidik.

Meski demikian, kemampuan kopi liberika beradaptasi di kawasan Pantai Sodong masih perlu dibuktikan melalui proses pemeliharaan dan pemantauan secara langsung.

Karena itu, bibit kopi yang ditanam akan dirawat dan diamati perkembangannya. Jika mampu tumbuh dengan baik, tanaman tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut di kawasan tersebut.

Penanaman kopi liberika di kawasan pesisir Cilacap menjadi bagian dari upaya mencari potensi baru yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut.

Jika tanaman mampu bertahan dan tumbuh dengan baik, hasilnya tidak hanya menjadi tanaman penghijauan.

Dalam jangka panjang, kopi liberika diharapkan dapat menjadi salah satu ciri khas baru kawasan Pantai Sodong.

“Kita coba nanam di Cilacap ini setelah ini kita rawat sehingga nanti 4-5 tahun ke depan bisa menjadi ciri khas di pantai tumbuh kopi,” pungkasnya.

Harapan tersebut tentu masih membutuhkan proses panjang. Tanaman harus melewati tahapan adaptasi dan pemeliharaan sebelum dapat diketahui tingkat keberhasilannya.

Sementara itu, fokus utama kegiatan tetap pada penanaman mangrove untuk menjaga kawasan pesisir.

Keberadaan mangrove diharapkan dapat membantu mengurangi dampak abrasi sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem pantai.

Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah, instansi terkait hingga masyarakat, juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Dengan adanya pemantauan rutin, bibit yang tidak tumbuh dapat segera diganti, sementara tanaman yang berhasil tumbuh terus dirawat.

Langkah tersebut diharapkan membuat program penghijauan Pantai Sodong tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Lowongan Dosen UII

Lowongan Dosen Tetap UII Yogyakarta Dibuka, Ada 38 Formasi untuk Pelamar