Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Trotoar GOR Goentoer Darjono Rusak, Diporapar Purbalingga Terkendala Efisiensi Anggaran

Trotoar GOR Rusak, Belum Ada PerbaikanTrotoar GOR Rusak, Belum Ada Perbaikan
RUSAK: Kondisi trotoar jalan lingkar dalam GOR Goentoer Darjono Purbalingga yang rusak dan digunakan untuk aktivitas PKL

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kondisi trotoar di jalan lingkar dalam GOR Goentoer Darjono Purbalingga mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Permukaan trotoar terlihat pecah, mengelupas, dan tidak rata sehingga mengurangi fungsi fasilitas tersebut bagi masyarakat.

Kerusakan juga diperparah oleh aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memanfaatkan area trotoar untuk berjualan.

Sejumlah pedagang terlihat menempatkan gerobak, tenda, hingga kendaraan dagangan di atas trotoar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terlihat di sepanjang trotoar jalan lingkar dalam kompleks GOR Goentoer Darjono.

Kondisi yang cukup parah terlihat terutama pada bagian sisi barat hingga utara.

Permukaan trotoar di sejumlah lokasi tampak sudah tidak utuh. Ada bagian yang pecah, mengelupas, serta memiliki permukaan tidak rata.

Kondisi tersebut membuat fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki menjadi kurang optimal.

Di beberapa titik, trotoar juga tidak sepenuhnya dapat digunakan pejalan kaki karena dimanfaatkan sebagai tempat berdirinya tenda maupun bangunan warung milik PKL.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Diporapar) Kabupaten Purbalingga, Sadono, mengakui adanya kerusakan pada trotoar jalan lingkar dalam GOR Goentoer Darjono.

Namun, pemerintah daerah belum memiliki rencana perbaikan dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia dalam APBD Kabupaten Purbalingga.

“Sementara belum ada (rencana perbaikan trotoar jalan lingkar dalam GOR Goentoer Darjono),” kata Sadono kepada Radarmas, Rabu (9/9/2026).

Menurut Sadono, perbaikan fasilitas tersebut belum dapat dilakukan karena adanya efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut membuat penanganan sejumlah kerusakan infrastruktur harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Meski belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, Diporapar berencana mengusulkan penanganan kerusakan trotoar tersebut pada kesempatan berikutnya.

“Coba ke depannya kami usulkan agar bisa tertangani,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat masih harus menunggu hingga terdapat alokasi anggaran yang memungkinkan perbaikan trotoar dilakukan.

Selain faktor usia dan kondisi fisik fasilitas, fungsi trotoar di kompleks GOR Goentoer Darjono juga menghadapi persoalan lain, yakni penggunaan area tersebut untuk aktivitas PKL.

Sejumlah pedagang terlihat meninggalkan gerobak dan tenda dagangan di atas trotoar.

Bahkan, pada beberapa lokasi terdapat bangunan warung yang berdiri di area trotoar.

Kondisi tersebut membuat ruang yang seharusnya dapat digunakan pejalan kaki menjadi semakin terbatas.

Pemanfaatan trotoar untuk aktivitas perdagangan juga terlihat lebih ramai pada akhir pekan.

Pada Sabtu dan Minggu, sejumlah PKL terlihat membawa kendaraan yang digunakan sebagai sarana berjualan dan menaikkannya ke atas trotoar.

Aktivitas tersebut antara lain terlihat di sisi utara bagian barat jalan lingkar dalam kompleks GOR.

Di lokasi itu, terdapat pedagang sandal dan pedagang bakso yang menggunakan mobil untuk menunjang aktivitas berjualan. Kendaraan tersebut diparkir atau dinaikkan ke area trotoar.

Penggunaan trotoar sebagai tempat meletakkan kendaraan dagangan menjadi perhatian karena fasilitas tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Trotoar tidak hanya menghadapi beban dari aktivitas masyarakat yang berjalan kaki, tetapi juga harus menanggung beban kendaraan ketika mobil dagangan dinaikkan ke atas permukaannya.

Dalam kondisi trotoar yang sudah mengalami kerusakan, tambahan beban tersebut berpotensi memperparah kondisi permukaan.

Kerusakan seperti permukaan pecah, mengelupas, dan tidak rata dapat semakin meluas apabila trotoar terus menerima beban yang tidak sesuai dengan fungsi awalnya.

Selain berpengaruh terhadap kondisi fisik fasilitas, penggunaan trotoar untuk berjualan juga dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Masyarakat yang hendak melintas berpotensi harus mencari ruang lain ketika jalur trotoar tertutup gerobak, tenda, bangunan warung, atau kendaraan.

Kondisi trotoar GOR Goentoer Darjono menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Di satu sisi, kerusakan membutuhkan penanganan agar fungsi fasilitas kembali optimal. Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi efisiensi anggaran APBD.

Diporapar Purbalingga menyatakan belum memiliki rencana perbaikan dalam waktu dekat.

Namun, usulan penanganan tetap akan dilakukan agar kerusakan tersebut dapat masuk dalam perencanaan ketika kondisi anggaran memungkinkan.

Sementara itu, aktivitas PKL di sekitar trotoar juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Penataan pedagang diperlukan agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan tanpa menghilangkan fungsi fasilitas publik.

Trotoar merupakan bagian dari fasilitas kawasan olahraga dan ruang publik yang seharusnya dapat digunakan masyarakat secara nyaman.

Karena itu, kondisi fisik trotoar dan pemanfaatannya perlu mendapat perhatian secara bersamaan.

Apabila kerusakan tidak segera ditangani dan penggunaan trotoar untuk kendaraan serta bangunan terus berlangsung, kondisi fasilitas tersebut dikhawatirkan semakin menurun.

Masyarakat pun diharapkan dapat menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya, sementara penataan PKL perlu dilakukan secara terukur agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu akses pejalan kaki.

Ke depan, ketika anggaran memungkinkan, perbaikan trotoar jalan lingkar dalam GOR Goentoer Darjono diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian yang mengalami kerusakan paling parah di sisi barat hingga utara.

Penanganan juga dapat dibarengi dengan penataan aktivitas PKL sehingga fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan atau kehilangan fungsi akibat pemanfaatan yang tidak sesuai. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tiga Siswa SMPN 2 Binangun Melaju ke Final CEF

SMPN 2 Binangun Borong Juara Cilacap English Festival 2026, Tiga Siswa Melaju ke Final Kabupaten

Berita Selanjutnya
RAPBD 2027 Diproyeksi Surplus Rp61,87 Miliar

RAPBD Banyumas 2027 Diproyeksi Surplus 61,87 Miliar, Pemkab Fokus Infrastruktur