BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kasus tabrak lari di Kecamatan Kembaran, Banyumas, tengah diselidiki polisi setelah seorang bocah berusia tujuh tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Korban berinisial NM, siswa kelas 1 sekolah dasar (SD), tertabrak sepeda motor saat hendak menyeberang jalan sepulang sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KH Hasyim Asy’ari, tepatnya di simpang empat Gang Duren, Kecamatan Kembaran, pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 11.55 WIB.
Korban yang merupakan warga Kecamatan Kembaran diketahui sedang berjalan pulang setelah mengikuti kegiatan sekolah. Saat itu, NM hendak menyeberang jalan dari arah timur menuju barat.
Ketika sudah berada di badan jalan, korban tertabrak sepeda motor yang melaju dari arah utara menuju selatan.
Kecelakaan tersebut terekam kamera CCTV milik warga yang berada di sekitar lokasi.
Rekaman CCTV kini menjadi salah satu bahan yang didalami polisi untuk mengungkap identitas pengendara sepeda motor yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat berlari ketika hendak menyeberang jalan.
Pada saat bersamaan, sepeda motor yang datang dari arah utara sudah berada dalam jarak yang cukup dekat dengan korban.
Karena jarak antara kendaraan dan korban sudah dekat, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat menghindari bocah tersebut.
Tabrakan pun terjadi di badan jalan. Setelah kecelakaan terjadi, pengendara sepeda motor justru meninggalkan lokasi.
Pengendara tidak berhenti untuk memberikan pertolongan kepada korban sehingga kejadian tersebut masuk dalam penanganan polisi sebagai dugaan kasus tabrak lari.
Sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan diketahui merupakan kendaraan matik berwarna hitam.
Hingga saat ini, identitas pengendara maupun nomor kendaraan yang digunakan masih dalam penelusuran.
Polisi terus mengumpulkan informasi untuk mengetahui siapa pengendara yang berada di balik kemudi sepeda motor tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami M.H., membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.
Menurutnya, penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui identitas serta keberadaan pengendara sepeda motor yang diduga melarikan diri setelah kejadian.
“Kita sedang pendalaman,” kata Metri, Selasa (1/9).
Polisi masih memeriksa rekaman CCTV yang merekam momen sebelum maupun setelah kecelakaan.
Selain rekaman kamera pengawas, informasi dari masyarakat di sekitar lokasi juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Pendalaman tersebut dilakukan untuk mendapatkan petunjuk mengenai kendaraan dan pengendara yang terlibat.
Polisi berharap informasi yang diperoleh dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus.
Akibat kecelakaan tersebut, NM mengalami sejumlah luka ringan. Korban mengalami lecet pada bagian wajah dan tangan.
Setelah kejadian, korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kembaran.
Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan, korban diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Meski luka yang dialami tergolong ringan, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian karena korban merupakan anak berusia tujuh tahun yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama ketika melintasi kawasan yang banyak dilalui anak-anak dan pejalan kaki.
Salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan tabrak lari di Banyumas tersebut adalah sepeda motor matik berwarna hitam yang terekam dalam CCTV.
Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas kendaraan maupun pengendaranya.
Informasi mengenai ciri-ciri kendaraan yang lebih lengkap diharapkan dapat diperoleh dari rekaman CCTV maupun keterangan saksi.
Masyarakat yang mengetahui keberadaan sepeda motor atau pengendara yang diduga berkaitan dengan kecelakaan tersebut diminta memberikan informasi kepada petugas.
Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu polisi mempersempit pencarian dan mengungkap kasus yang terjadi di Jalan KH Hasyim Asy’ari tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui kejadian maupun memiliki informasi mengenai kendaraan matik hitam tersebut agar segera menyampaikannya kepada petugas.
Keterangan dari warga dapat menjadi tambahan informasi bagi penyidik dalam mencocokkan rekaman CCTV dengan kondisi di lapangan.
Pengungkapan kasus tabrak lari di Kembaran menjadi penting untuk memastikan proses hukum terhadap pengendara yang terlibat dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Selain itu, keberadaan pelaku juga diperlukan untuk mendapatkan keterangan lengkap mengenai kronologi kecelakaan.
Kasus kecelakaan tersebut bermula ketika NM hendak menyeberang sepulang sekolah.
Korban kemudian tertabrak sepeda motor yang melaju dari arah utara. Setelah kejadian, pengendara tidak berhenti dan memilih meninggalkan lokasi.
Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan mendalami rekaman CCTV tabrak lari, keterangan warga, serta informasi lain yang dapat membantu mengidentifikasi pengendara.
Masyarakat di sekitar lokasi juga diharapkan turut membantu memberikan informasi apabila mengetahui kendaraan atau pengendara yang diduga terlibat.
Dengan adanya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat, kasus tabrak lari tersebut diharapkan dapat segera terungkap. (zet/stch/dda)
















