Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

TK Pertiwi Candiwulan Purbalingga Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

TK Pertiwi Candiwulan TerbakarTK Pertiwi Candiwulan Terbakar
SEMPROT: Petugas Damkar Purbalingga saat memadamkan kebakaran di TK Pertiwi Candiwulan, Kecamatan Kutasari, Senin (31/8/2026) malam

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Bangunan TK Pertiwi di Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, terbakar pada Senin (31/8/2026) malam.

Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi pada bagian atap bangunan.

Peristiwa kebakaran diketahui warga sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, seorang warga yang sedang melintas di Jalan Raya Candiwulan melihat kepulan asap tebal disertai api yang muncul dari bagian atap gedung TK Pertiwi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera meminta bantuan masyarakat sekitar.

Informasi mengenai kebakaran selanjutnya diteruskan kepada perangkat Desa Candiwulan sebelum dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran Kabupaten Purbalingga.

Kepala Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.

“Ke­jadian diketahui oleh warga yang tengah melintas,” kata Raditya.

Warga bernama Maryono (47), warga Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, menjadi salah satu orang yang mengetahui kejadian tersebut.

Ketika melintas, ia melihat asap tebal dan api berasal dari bagian atas bangunan TK Pertiwi.

Maryono kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Masyarakat bersama perangkat desa berupaya merespons kejadian tersebut sebelum petugas Damkar Purbalingga tiba di lokasi.

Laporan kebakaran kemudian diterima oleh Damkar Kabupaten Purbalingga. Petugas segera mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan tiga personel menuju lokasi kejadian.

Tim pemadam tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga dengan menggunakan peralatan yang tersedia.

Api yang membakar bagian bangunan TK Pertiwi berhasil dikendalikan sekitar 15 menit setelah proses pemadaman dilakukan.

Kecepatan penanganan tersebut membantu mencegah api meluas ke bagian bangunan lainnya maupun lingkungan sekitar.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kebakaran.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap bangunan.

Korsleting listrik menjadi salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan kebakaran bangunan.

Karena itu, kondisi instalasi listrik perlu mendapatkan perhatian, terutama pada bangunan yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Dalam kejadian kebakaran TK Pertiwi Candiwulan tersebut, petugas memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Meski kerugian yang ditimbulkan tidak besar, kebakaran pada bangunan sekolah tetap menjadi perhatian karena fasilitas tersebut digunakan untuk kegiatan belajar anak-anak.

Respons cepat warga dan petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran TK Pertiwi Purbalingga.

Warga yang pertama kali melihat asap dan api segera meminta bantuan serta melaporkan kejadian kepada pihak terkait.

Langkah tersebut membuat informasi mengenai kebakaran dapat segera diteruskan kepada petugas.

Setelah menerima laporan, satu unit kendaraan Damkar Purbalingga bersama tiga personel dikerahkan ke lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman bersama masyarakat.

Sekitar 15 menit setelah proses pemadaman berlangsung, api berhasil dipadamkan.

Keberhasilan memadamkan api dalam waktu relatif singkat juga membantu mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar.

Bangunan di sekitar lokasi dapat terhindar dari ancaman perambatan api.

Peristiwa kebakaran di Purbalingga ini kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik pada bangunan.

Korsleting dapat terjadi ketika terdapat gangguan pada kabel, sambungan, maupun komponen instalasi listrik.

Pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kebakaran.

Kondisi kabel yang sudah rusak, sambungan yang tidak sesuai, serta penggunaan perangkat listrik secara berlebihan perlu diperhatikan.

Bangunan sekolah juga membutuhkan perhatian khusus karena terdapat banyak aktivitas yang melibatkan peralatan listrik.

Pemeriksaan instalasi listrik secara rutin dapat membantu memastikan keamanan lingkungan belajar.

Selain melakukan pemeriksaan, masyarakat juga perlu mengetahui langkah awal ketika melihat tanda-tanda kebakaran.

Kepulan asap atau bau terbakar yang muncul dari instalasi listrik sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Kebakaran TK Pertiwi di Desa Candiwulan terjadi pada malam hari sehingga tidak terdapat aktivitas belajar mengajar ketika api muncul.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih mengacu pada hasil pemeriksaan awal petugas yang menduga adanya korsleting listrik di bagian atap.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena bangunan TK merupakan fasilitas pendidikan yang digunakan masyarakat.

Kerusakan akibat kebakaran perlu segera ditangani agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik.

Kebakaran berhasil ditangani berkat respons cepat warga dan petugas Damkar Purbalingga.

Masyarakat juga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan listrik.

Dengan pemeriksaan instalasi secara berkala, penggunaan perangkat listrik secara aman, serta respons cepat ketika muncul tanda-tanda kebakaran, risiko kejadian serupa dapat ditekan.

Kebakaran TK Pertiwi Candiwulan, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap instalasi listrik perlu menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan fasilitas pendidikan dan lingkungan masyarakat. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Lansia Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

Petani di Cilacap Ditemukan Meninggal dalam Sumur, Evakuasi Basarnas Berlangsung hingga Malam

Berita Selanjutnya
Kemarau Ancam Budidaya Ikan

Kemarau Bikin Debit Air Kolam Menyusut, Pembudidaya Ikan Purbalingga Didorong Gunakan Bioflok dan RAS