Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

49 Calon Jemaah Haji Purbalingga Jalani Tes Kebugaran, Persiapan Fisik Sebelum ke Tanah Suci

Calon Jemaah Haji Jalani Tes KebugaranCalon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran
TES: Calon jemaah haji dari wilayah kerja Puskesmas Purbalingga menjalani tes kebugaran di Lapangan Purbalingga Lor, Sabtu (29/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak 49 calon jemaah haji dari wilayah kerja Puskesmas Purbalingga menjalani tes kebugaran di Lapangan Purbalingga Lor, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan kesehatan dan kondisi fisik calon jemaah sebelum menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci.

Tes kebugaran menjadi salah satu upaya untuk mengetahui kondisi fisik calon jemaah.

Hasil pemeriksaan nantinya dapat digunakan sebagai gambaran kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik yang dibutuhkan selama rangkaian ibadah haji.

Programmer Haji Puskesmas Purbalingga, Desy Wahyu Purboningrum, mengatakan terdapat 54 calon jemaah haji yang terdaftar dari wilayah kerja Puskesmas Purbalingga.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 orang hadir dan mengikuti tes kebugaran. Kegiatan berlangsung secara bertahap dan selesai sekitar pukul 09.30 WIB.

Untuk mengatur pelaksanaan, calon jemaah mengikuti tes dengan jumlah lima orang pada setiap sesi.

“Untuk jemaah berusia di bawah 60 tahun, kami menggunakan Metode Rockport yakni jalan cepat atau joging sejauh 1.600 meter. Sedangkan untuk usia di atas 60 tahun, cukup menjalani tes jalan selama enam menit,” jelas Desy.

Perbedaan metode tes dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan usia calon jemaah.

Peserta berusia di bawah 60 tahun menjalani Metode Rockport, yakni berjalan cepat atau joging dengan jarak 1.600 meter.

Sementara calon jemaah haji yang berusia lebih dari 60 tahun menjalani tes jalan selama enam menit.

Metode tersebut disesuaikan agar pemeriksaan kebugaran tetap dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan fisik peserta.

Tes bukan sekadar kegiatan olahraga. Pemeriksaan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai tingkat kebugaran calon jemaah sehingga persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Hasil tes kebugaran masih dalam proses rekapitulasi. Hasil tersebut dijadwalkan dibagikan kepada calon jemaah pada Senin mendatang.

Penilaian nantinya dibagi menjadi empat kategori, yaitu cukup, baik, kurang, dan kurang sekali.

Kategori tersebut dapat menjadi acuan bagi calon jemaah untuk menentukan kebutuhan latihan fisik secara mandiri.

Calon jemaah dengan tingkat kebugaran yang masih perlu ditingkatkan dapat melakukan latihan secara bertahap.

Dengan demikian, kondisi fisik diharapkan menjadi lebih siap ketika waktu keberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji tiba.

Desy menegaskan bahwa tes kebugaran yang dilakukan Puskesmas Purbalingga bukan merupakan syarat wajib untuk melakukan pelunasan biaya haji.

Pemeriksaan tersebut lebih ditujukan sebagai input data kesehatan untuk mengetahui daya dukung fisik calon jemaah.

Data yang diperoleh dapat membantu petugas dan calon jemaah memahami kondisi kebugaran masing-masing.

Dengan adanya pemetaan tersebut, calon jemaah dapat mengetahui apakah kondisi fisiknya sudah cukup baik atau masih membutuhkan latihan tambahan sebelum keberangkatan.

Persiapan fisik menjadi penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan aktivitas yang cukup tinggi.

Calon jemaah nantinya perlu menjalani berbagai aktivitas dalam kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda dari keseharian mereka.

Karena itu, menjaga kebugaran sejak sebelum keberangkatan menjadi bagian penting dari persiapan ibadah haji.

Selain tes kebugaran, Puskesmas Purbalingga juga melakukan pemantauan terhadap kelengkapan kesehatan calon jemaah.

Dari sisi vaksinasi, masih terdapat lima calon jemaah yang belum memenuhi standar vaksinasi Covid-19 lengkap.

Kelima calon jemaah tersebut akan diikutsertakan dalam vaksinasi massal setelah stok vaksin tersedia.

Pemenuhan kebutuhan vaksinasi menjadi bagian dari persiapan kesehatan calon jemaah.

Selain itu, pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan perlu terus dilakukan hingga waktu keberangkatan.

Desy juga mengingatkan calon jemaah yang masih membutuhkan kontrol rutin kepada dokter spesialis atau pemeriksaan lanjutan agar tetap menjalankan jadwal pemeriksaan tersebut.

“Bagi jemaah yang memerlukan kontrol rutin ke dokter spesialis atau pemeriksaan lanjutan, harap tetap dilanjutkan sembari menunggu jadwal pelunasan keluar. Kami berpesan agar seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup,” pungkas Desy.

Jumlah calon jemaah haji dari wilayah kerja Puskesmas Purbalingga tercatat sebagai yang terbanyak di tingkat kecamatan.

Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring adanya kuota cadangan dan proses pendampingan.

Wilayah Kecamatan Purbalingga sendiri terbagi dalam dua area kerja puskesmas, yaitu Puskesmas Purbalingga dan Puskesmas Bojong.

Dengan jumlah calon jemaah yang cukup besar, pemantauan kondisi kesehatan menjadi bagian penting dalam persiapan keberangkatan.

Pemeriksaan kebugaran juga memberikan kesempatan kepada calon jemaah untuk mengetahui kondisi tubuh mereka lebih awal.

Hasil tes nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pribadi.

Calon jemaah yang memperoleh hasil kebugaran baik tetap perlu menjaga kondisi fisik, sedangkan mereka yang mendapatkan kategori kurang dapat meningkatkan aktivitas olahraga secara bertahap sesuai kemampuan.

Persiapan tersebut diharapkan tidak dilakukan hanya menjelang keberangkatan.

Menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mencukupi waktu istirahat, serta mengikuti pemeriksaan kesehatan dapat membantu calon jemaah mempersiapkan kondisi tubuh secara lebih optimal.

Tes kebugaran yang diikuti 49 calon jemaah haji Purbalingga menjadi salah satu langkah awal untuk memetakan kesiapan fisik mereka.

Dengan adanya data tersebut, calon jemaah diharapkan dapat melakukan persiapan secara lebih terukur sebelum menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
WhatsApp Ubah PIN Jadi Password

WhatsApp Ubah Sistem Keamanan, PIN 6 Digit Bakal Diganti Password Lebih Kuat

Berita Selanjutnya
Pembelian 100 Ton Green Bean

Festival Kopi Dieng 2026 Catat Minat Pembelian 100 Ton Green Bean, Kopi Banjarnegara Makin Dilirik