BANYUMASEKSPRES.ID, Carlo Ancelotti, salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola, kembali menjadi sorotan publik bukan karena prestasi di lapangan, tetapi karena kasus hukum yang menjeratnya.
Pengadilan Madrid, Spanyol, pada Rabu, 9 Juli 2025, menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada mantan pelatih Real Madrid tersebut terkait kasus penipuan pajak yang dilakukan selama masa jabatan pertamanya di klub raksasa Spanyol itu.
Ancelotti dinyatakan bersalah karena telah menyembunyikan lebih dari 1 juta euro (sekitar Rp19 miliar) pendapatan melalui jaringan perusahaan cangkang.
Dana tersebut berasal dari hak citra (image rights) yang tidak dilaporkan dalam periode 2014 hingga 2015, saat ia melatih Los Blancos untuk pertama kalinya.
Majelis hakim menyebut tindakan Ancelotti sebagai pelanggaran serius terhadap keuangan negara.
Vonis akhir menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun serta denda sebesar 386.361 euro (sekitar Rp7,4 miliar). Menariknya, tuntutan awal jaksa jauh lebih berat, yakni empat tahun sembilan bulan penjara.
Dalam persidangan yang digelar secara terbuka pada April 2025, pelatih asal Italia itu membantah semua tuduhan dan menyatakan tidak pernah berniat melakukan penipuan. Meski demikian, bukti yang diajukan tim jaksa cukup kuat untuk meyakinkan pengadilan atas adanya manipulasi keuangan.
Jaksa menuduh bahwa Ancelotti secara aktif membangun sistem perusahaan fiktif untuk menyembunyikan pendapatan dari hak citra yang diperolehnya selama melatih Real Madrid. Cara ini, meski tidak asing dalam skema penghindaran pajak global, dinilai melanggar hukum Spanyol secara jelas.
Carlo Ancelotti bukan satu-satunya tokoh sepak bola yang tersandung kasus pajak. Beberapa pemain bintang seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo juga pernah menghadapi isu serupa.
Namun, kasus Ancelotti menjadi pembahasan khusus karena terjadi saat ia sedang menjabat posisi bergengsi sebagai pelatih tim nasional Brasil.
Walaupun hukuman penjara dapat dibekukan berdasarkan hukum Spanyol untuk pelanggaran pertama dengan durasi singkat, reputasi sang pelatih tentu mengalami guncangan.
Media internasional turut mengulas dampak jangka panjang terhadap citra profesionalnya di dunia olahraga.
Berita vonis ini langsung menyebar luas di berbagai media olahraga dan finansial. Netizen membanjiri platform sosial dengan komentar—ada yang menyayangkan, ada pula yang mengecam, mengingat peran penting Ancelotti dalam kesuksesan klub-klub seperti Real Madrid, AC Milan, Chelsea, dan Bayern München.
Pihak otoritas pajak Spanyol tampaknya makin serius dalam menindak pelanggaran serupa, terutama dari kalangan selebritas olahraga yang kerap memanfaatkan celah hukum untuk menghindari kewajiban pajak. (*stch)
















