BANYUMASEKSPRES.ID, Presbiopia atau yang lebih dikenal sebagai mata tua merupakan gangguan penglihatan yang umumnya muncul seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini membuat mata secara bertahap kehilangan kemampuan untuk memfokuskan pandangan pada objek yang berada di jarak dekat.
Akibatnya, seseorang mulai kesulitan membaca tulisan kecil, melihat layar ponsel, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus jarak dekat.
Meski presbiopia identik dengan proses penuaan, para ahli mengingatkan bahwa pola hidup dan kebiasaan sehari-hari juga diduga dapat memengaruhi kemunculan gejalanya.
Salah satunya adalah kebiasaan menatap layar komputer, laptop, maupun ponsel dalam waktu lama tanpa memberi kesempatan mata untuk beristirahat.
Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas belajar maupun bekerja, menjaga kesehatan mata menjadi hal yang semakin penting agar fungsi penglihatan tetap optimal hingga usia lanjut.

Apa Itu Presbiopia atau Mata Tua?
Presbiopia adalah kondisi ketika lensa dan otot mata mengalami penurunan elastisitas akibat proses penuaan alami.
Perubahan tersebut membuat mata lebih sulit menyesuaikan fokus saat melihat benda dari jarak dekat. Selain itu, bisa disimak sejumlah tanda menua lebih cepat bagi generasi muda.
Dokter spesialis mata menjelaskan bahwa di dalam bola mata terdapat otot yang berperan mengatur fokus cahaya, baik ketika melihat objek jauh maupun dekat.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan otot tersebut akan menurun sehingga proses fokus menjadi tidak sefleksibel saat masih muda.
Kondisi ini merupakan bagian dari proses penuaan yang normal, sama seperti berkurangnya kekuatan otot atau munculnya kekakuan pada persendian seiring bertambahnya usia.
Kebiasaan Melihat Jarak Dekat Diduga Berpengaruh
Selain faktor usia, sejumlah penelitian juga mulai mengamati hubungan antara kebiasaan melihat objek jarak dekat secara terus-menerus dengan meningkatnya risiko munculnya gejala presbiopia lebih dini.
Aktivitas seperti bekerja menggunakan laptop selama berjam-jam, membaca melalui ponsel, bermain gim, maupun menggunakan tablet tanpa jeda diduga membuat otot mata bekerja lebih keras.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Hingga kini belum dapat dipastikan bahwa penggunaan perangkat digital secara langsung menjadi penyebab utama presbiopia.
Namun, kebiasaan tersebut diketahui dapat memicu kelelahan mata atau digital eye strain sehingga tetap perlu diwaspadai.
Faktor Genetik Juga Berperan
Selain gaya hidup, faktor keturunan menjadi salah satu penyebab yang sulit dikendalikan. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga mengalami presbiopia pada usia relatif muda berpotensi mengalami kondisi serupa.
Dengan kata lain, meskipun telah menerapkan pola hidup sehat, faktor genetik tetap dapat memengaruhi waktu munculnya gejala mata tua.
Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala tetap disarankan, terutama bagi mereka yang mulai merasakan perubahan kemampuan melihat jarak dekat.
Deteksi dini memungkinkan dokter memberikan penanganan yang sesuai sebelum gangguan penglihatan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Terapkan Aturan 20-20-20 untuk Mengurangi Kelelahan Mata
Salah satu cara sederhana yang banyak direkomendasikan dokter untuk menjaga kesehatan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20.
Metode ini dilakukan dengan cara menghentikan aktivitas melihat layar setiap 20 menit, kemudian mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau kurang lebih 6 meter, selama 20 detik.
Kebiasaan sederhana tersebut membantu otot mata menjadi lebih rileks setelah terus-menerus digunakan untuk melihat objek dekat.
Selain membantu mengurangi ketegangan otot mata, teknik 20-20-20 juga dipercaya dapat menurunkan risiko computer vision syndrome, yaitu kumpulan keluhan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.
Gejala computer vision syndrome dapat berupa mata lelah, mata kering, pandangan kabur sementara, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman di sekitar mata.
Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Selain menerapkan aturan 20-20-20, ada beberapa kebiasaan lain yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.
Pastikan pencahayaan ruangan cukup saat bekerja atau membaca agar mata tidak dipaksa bekerja lebih keras.
Atur posisi layar sejajar dengan pandangan mata dan jaga jarak sekitar 50–70 sentimeter dari wajah ketika menggunakan komputer.
Mengurangi durasi penggunaan gawai yang tidak diperlukan, tidur yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan omega-3 juga dapat membantu menjaga fungsi penglihatan.
Pada akhirnya, presbiopia memang merupakan bagian dari proses penuaan yang sulit dihindari. Namun, menerapkan kebiasaan yang lebih sehat sejak dini dapat membantu mengurangi kelelahan mata.
Hal ini sekaligus menjaga kualitas penglihatan agar tetap optimal dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. (*/nds)














