BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris muda Davina Karamoy kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film terbaru berjudul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.
Dalam film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 Juli 2026 tersebut, Davina dipercaya memerankan karakter Dinar, sosok perempuan yang memiliki kepribadian sangat berbeda dengan dirinya di kehidupan nyata.
Perbedaan karakter inilah yang justru menjadi alasan utama Davina menerima tawaran bermain dalam film garapan sutradara M. Amrul Ummami.
Baginya, memerankan karakter yang jauh dari kepribadian asli merupakan tantangan menarik sekaligus kesempatan untuk terus berkembang sebagai seorang aktris.
Dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Dinar digambarkan sebagai sosok yang pendiam, tertutup, dan cenderung introvert.
Karakter tersebut sangat berbeda dengan Davina Karamoy yang dikenal memiliki kepribadian ekstrovert dan mudah bergaul.
Menurut Davina, perbedaan tersebut membuat proses pendalaman karakter menjadi lebih menantang.
Ia harus menyesuaikan cara berbicara, ekspresi, hingga bahasa tubuh agar mampu menampilkan sosok Dinar secara meyakinkan di layar lebar.
Justru karena perbedaan itulah, Davina merasa tertarik menerima proyek tersebut.
Ia menganggap setiap karakter baru merupakan ruang belajar yang memperkaya kemampuannya sebagai seorang pemeran.
Meski menikmati prosesnya, Davina mengakui ada beberapa adegan yang membuatnya tanpa sadar kembali menjadi dirinya sendiri.
Dalam beberapa pengambilan gambar, respons spontan yang muncul justru mencerminkan kepribadian Davina, bukan Dinar.
Situasi itu membuatnya harus lebih fokus menjaga konsistensi karakter selama proses syuting berlangsung.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menghafal dialog, tetapi juga mempertahankan emosi dan sikap Dinar agar tetap terasa alami dari awal hingga akhir cerita.
Davina Karamoy mengaku lebih menyukai karakter yang berbeda jauh dari dirinya dibandingkan peran yang memiliki sifat serupa.
Ia percaya bahwa seorang aktor akan berkembang apabila berani keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan baru.
Bagi Davina, memainkan karakter yang terlalu mirip dengan kepribadian asli justru membuat proses akting terasa kurang menantang.
Sebaliknya, karakter yang berbeda memberikan kesempatan untuk mempelajari sudut pandang baru dan meningkatkan kualitas kemampuan akting.
Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia selalu berusaha memilih peran yang mampu menguji kapasitasnya sebagai seorang aktris.
Selain harus mendalami karakter Dinar, Davina juga menghadapi tantangan lain ketika beradu akting dengan Farhan Rasyid yang memerankan tokoh Faiz.
Dalam film ini, Dinar dan Faiz dikisahkan memiliki hubungan asmara yang cukup kompleks sehingga keduanya dituntut membangun chemistry yang kuat.
Namun, di balik layar, Farhan ternyata merupakan sahabat lama Davina.
Kedekatan tersebut justru membuat proses membangun nuansa romantis menjadi tidak mudah.
Davina mengaku beberapa kali harus menahan tawa ketika menjalani adegan romantis karena sudah terlalu akrab dengan lawan mainnya.
Tak jarang suasana tersebut membuatnya kehilangan fokus dan secara spontan kembali menjadi dirinya sendiri sebelum akhirnya kembali mendalami karakter Dinar.
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali merupakan film yang disutradarai M. Amrul Ummami dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026.
Film ini mengangkat kisah emosional yang dipadukan dengan dinamika hubungan antartokoh, sehingga menuntut para pemain menghadirkan emosi yang kuat di setiap adegan.
Kehadiran Davina Karamoy dan Farhan Rasyid diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama film tersebut, terutama bagi penonton yang ingin menyaksikan chemistry keduanya di layar lebar.
Melalui peran Dinar, Davina Karamoy kembali menunjukkan komitmennya untuk terus mengeksplorasi kemampuan akting dengan menerima karakter-karakter yang menantang.
Ia meyakini setiap peran yang berbeda akan memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas kemampuannya dalam memerankan berbagai karakter di masa mendatang.
Dengan semangat untuk terus keluar dari zona nyaman, Davina berharap setiap proyek film yang dijalaninya tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang membuatnya berkembang sebagai salah satu aktris muda berbakat di industri perfilman Indonesia. (*/stch/dda)














