Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
10 Panti Sosial di Purbalingga Jalani Akreditasi Kemensos untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan
Peminat Sekolah Rakyat Banyumas Jenjang SD Sepi, Orang Tua Belum Siap Anak Tinggal di Asrama

Peminat Sekolah Rakyat Banyumas Jenjang SD Sepi, Orang Tua Belum Siap Anak Tinggal di Asrama

Peminat SD Sekolah Rakyat Masih MinimPeminat SD Sekolah Rakyat Masih Minim
PAPARAN: Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah memaparkan visi sekolahnya dalam sosialisasi, Jumat (3/7) di Aula Kecamatan Sumbang

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih jauh di bawah kuota yang tersedia.

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang mengalami lonjakan peminat, jumlah calon peserta didik tingkat SD yang berhasil diusulkan hanya 22 siswa.

Rendahnya minat tersebut bukan disebabkan kurangnya sosialisasi, melainkan karena banyak orang tua yang belum siap melepas anak-anak mereka tinggal di sekolah berasrama.

Faktor emosional antara orang tua dan anak menjadi alasan utama yang membuat jenjang SD kurang diminati.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Perlinsos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Banyumas, Wahyudi Joko Siswoyo, menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui sistem pendaftaran daring.

Sebaliknya, pemerintah menggunakan metode penjangkauan langsung kepada calon peserta didik yang memenuhi kriteria program.

Dari hasil pendataan tersebut, hanya 22 calon siswa jenjang SD yang diajukan untuk masuk dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Banyumas sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Berbeda dengan jenjang SD, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tingkat SMP dan SMA justru sangat tinggi.

Menurut Wahyudi, jumlah calon peserta didik pada kedua jenjang tersebut mencapai lebih dari 400 anak, jauh melampaui kuota yang tersedia.

Tingginya jumlah pendaftar membuat proses seleksi harus dilakukan secara ketat melalui sistem pemeringkatan hingga peringkat ke-90 sesuai kapasitas penerimaan yang telah ditetapkan.

Dalam proses penentuan peserta didik, pemerintah tidak hanya melihat jumlah pendaftar, tetapi juga mempertimbangkan berbagai indikator sosial dan ekonomi.

Beberapa aspek yang menjadi dasar penilaian antara lain tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan desil, kondisi ekonomi orang tua, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, serta besarnya pengeluaran rumah tangga.

Selain itu, kondisi tempat tinggal calon peserta didik juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.

Proses seleksi dilakukan melalui rapat bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Sentra Satria Baturraden, Sekolah Rakyat Banyumas, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah, menegaskan bahwa rendahnya jumlah peminat jenjang SD bukan karena minimnya informasi yang diterima masyarakat.

Berdasarkan hasil penjangkauan, sebagian besar orang tua mengaku masih belum siap apabila anak mereka harus tinggal di asrama sejak usia sekolah dasar.

Menurutnya, banyak orang tua yang masih merasa berat berpisah dengan anak, sementara tidak sedikit pula anak yang belum memiliki kesiapan mental untuk hidup jauh dari keluarga dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Sekolah Rakyat, terutama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan berasrama.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama.

Melalui konsep ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pendampingan selama tinggal di lingkungan sekolah.

Meski menawarkan berbagai manfaat, sistem asrama masih memerlukan proses adaptasi, terutama bagi keluarga yang belum terbiasa melepas anak tinggal jauh dari rumah pada usia dini.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap pemahaman masyarakat mengenai konsep Sekolah Rakyat semakin meningkat melalui sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan berasrama, diharapkan jumlah peserta didik jenjang SD dapat bertambah pada tahun-tahun mendatang.

Program Sekolah Rakyat sendiri diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan memiliki karakter yang kuat melalui pola pendidikan yang terintegrasi. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
10 Panti Sosial Kejar Akreditasi

10 Panti Sosial di Purbalingga Jalani Akreditasi Kemensos untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan