Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Deteksi Dini Penyakit di Rutan Banjarnegara, 145 Warga Binaan Dapat Layanan Kesehatan Gratis

145 Warga Binaan Cek Kesehatan Gratis145 Warga Binaan Cek Kesehatan Gratis
Pemeriksaan cek kesehatan warga binaan yang berlangsung di Aula Gatotkaca Rutan Banjarnegara, Rabu (1/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 145 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi mengganggu kondisi fisik selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gatotkaca Rutan Banjarnegara, Rabu (1/7), merupakan hasil kolaborasi antara Klinik Pratama Rubara Rutan Banjarnegara dan Puskesmas Banjarnegara 1.

Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memenuhi hak dasar warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga medis profesional.

Berbagai layanan diberikan, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium, hingga konsultasi kesehatan secara langsung dengan petugas medis.

Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui kondisi fisik setiap warga binaan sejak dini sehingga apabila ditemukan indikasi penyakit, penanganan dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banjarnegara, Nurul Setyo, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi bagi seluruh warga binaan.

Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam rutan.

“Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan. Melalui pemeriksaan berkala seperti ini, kondisi kesehatan mereka dapat dipantau sejak dini. Jika ditemukan indikasi penyakit, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius,” ujarnya.

Menurut Nurul, kondisi kesehatan yang baik akan membantu warga binaan mengikuti berbagai program pembinaan dengan lebih optimal.

Selain menjaga kebugaran fisik, pemeriksaan rutin juga menjadi langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan rutan.

Tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada seluruh peserta.

Petugas kesehatan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga binaan akan pentingnya menjaga kesehatan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang warga binaan berinisial Sr (62) mengaku bersyukur dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Menurutnya, layanan tersebut memberikan rasa tenang karena ia dapat mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Terima kasih kepada Rutan Banjarnegara dan Puskesmas Banjarnegara 1 yang telah memberikan layanan cek kesehatan gratis. Kami merasa diperhatikan selama menjalani pembinaan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kami tetap sehat dan siap menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini juga menjadi wujud sinergi antara Rutan Banjarnegara dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjarnegara dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan.

Ke depan, pihak Rutan Kelas IIB Banjarnegara berencana terus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi kesehatan agar layanan medis dapat diberikan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat sekaligus mendukung proses pembinaan yang optimal.

Dengan pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko gangguan kesehatan yang lebih berat dapat diminimalkan. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
174 Daerah Diminta Lengkapi Data BSPS

Program BSPS 2026 Dibuka, Kemendagri Minta Daerah Lengkapi Data Penerima Bantuan Rumah 20 Juta

Berita Selanjutnya
Siap Tempuh Jalur Hukum

Ruben Onsu Tempuh Jalur Hukum untuk Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah