BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui budidaya ayam petelur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan usaha yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas dan kembali ke tengah masyarakat.
Sebagai tahap awal, Rutan Kelas IIB Banjarnegara mendatangkan 120 ekor ayam petelur untuk mulai dikembangkan di lingkungan rutan.
Kehadiran peternakan tersebut diharapkan mampu menghasilkan telur sebagai sumber pangan sekaligus menjadi sarana pelatihan kewirausahaan bagi para warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, mengatakan pengembangan budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk komitmen rutan dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata.
“Pengembangan budidaya ayam petelur merupakan bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan memberi manfaat nyata bagi warga binaan,” katanya, Kamis (2/7/2026).
Melalui program ini, warga binaan tidak hanya menjadi peserta pelatihan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam seluruh proses pemeliharaan ayam petelur.
Mereka akan mendapatkan pengalaman mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kesehatan ayam, hingga mempelajari cara mengelola produksi telur dan dasar-dasar manajemen usaha peternakan.
Menurut Dodik, keterlibatan secara langsung diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan ketika mereka telah menyelesaikan masa pembinaan.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi bagian dari program pembinaan, budidaya ayam petelur juga mendukung program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Hasil produksi telur nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan Rutan Banjarnegara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Program ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan kerja dan jiwa kewirausahaan.
Dodik berharap pengalaman beternak ayam petelur dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Keterampilan tersebut dinilai memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan karena usaha peternakan ayam petelur masih memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, baik dalam skala rumah tangga maupun usaha yang lebih besar.
“Kami berharap pengalaman beternak ini dapat membuka peluang usaha mandiri maupun menjadi bekal ketika mereka bekerja di sektor peternakan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya program budidaya ayam petelur ini, Rutan Kelas IIB Banjarnegara berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi setelah bebas.
Melalui pembinaan yang produktif, para warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan baru, membuka peluang usaha sendiri, memperoleh pekerjaan yang layak, serta menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa kembali melakukan pelanggaran hukum. (jud/stch/dda)














