BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran SNPMB 2026 (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) telah dibuka oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui portal resmi untuk jalur SNBP dan SNBT yang dimulai sejak 5 Januari 2026.
Proses awal pendaftaran membutuhkan registrasi akun SNPMB dengan memasukkan data identitas seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir secara tepat sesuai data di Pusdatin pemerintah.
Namun dalam praktiknya, banyak calon mahasiswa yang mengalami kendala berupa pesan “NISN tidak ditemukan” atau “data tidak ditemukan” ketika mencoba mendaftar.
Notifikasi semacam ini biasanya muncul ketika data siswa yang ribuan calon peserta daftarkan belum sesuai atau belum tersinkronisasi dengan sistem pusat, sehingga sistem SNPMB gagal mencocokkan identitas siswa dengan basis data Pusdatin.
Kendala ini menjadi isu serius karena NISN berfungsi sebagai identitas unik yang diperlukan untuk memverifikasi identitas siswa serta menghubungkan datanya dengan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang menjadi acuan utama pada SNBP.
Dengan NISN yang tidak terbaca, pendaftar tidak bisa melanjutkan proses pembuatan akun atau login untuk memilih jalur seleksi dan prodi yang diinginkan.
Selain itu, NISN yang tidak valid berarti data prestasi akademik dan nilai rapor tidak dapat diambil oleh sistem seleksi, sehingga proses pendaftaran terhambat bahkan dapat membuat siswa gagal mendaftar SNPMB 2026 meskipun dokumen lain sudah lengkap.
Salah satu penyebab paling sering ketika NISN tidak muncul di sistem adalah adanya kesalahan data di Dapodik atau EMIS sekolah yang belum tersinkronisasi dengan data pusat.
Kesalahan ini bisa berupa perbedaan nama, tempat lahir, tanggal lahir, atau kesalahan pengetikan yang tampak sepele namun berpengaruh besar pada proses verifikasi otomatis.
Jika NISN tidak ditemukan saat pendaftaran SNPMB, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memastikan NISN itu benar dan aktif melalui situs resmi NISN Kemendikbudristek di nisn.data.kemdikbud.go.id.
Cukup masukkan nama, tempat lahir, tanggal lahir, serta nama ibu kandung untuk mencari data NISN secara mandiri dan memastikan bahwa data tersebut sesuai.
Apabila NISN sudah benar tetapi tetap tidak tampil di sistem SNPMB, kemungkinan besar data di tingkat sekolah belum diperbarui atau belum tersinkron secara penuh ke server pusat.
Dalam kasus ini, siswa perlu berkoordinasi dengan operator sekolah agar data diperbaiki melalui aplikasi Dapodik (untuk sekolah umum) atau EMIS (untuk madrasah) yang kemudian disinkronkan kembali ke Pusdatin.
Perbaikan data melalui sekolah tidak bisa dilakukan langsung oleh siswa atau orang tua di portal SNPMB, karena data sumber berasal dari basis sekolah.
Setelah operator sekolah melakukan perubahan dan sinkronisasi, siswa biasanya harus menunggu beberapa waktu (misalnya 1×24 jam hingga 2×24 jam) agar pembaruan tersebut tercatat di sistem pusat dan kemudian dapat dikenali oleh portal SNPMB.
Selain itu, bagi siswa yang sudah lulus (gap year atau alumni), proses pengecekan dan pembaruan NISN dilakukan melalui verifikasi dan validasi lulusan di laman resmi verval lulusan.
Di sini, alumni harus unggah dokumen seperti ijazah atau surat keterangan lulus agar status NISN aktif kembali dan bisa dipakai untuk pendaftaran SNPMB 2026.
Penyebab lainnya yang sering terjadi adalah kesalahan input NPSN sekolah saat mendaftar, sehingga otomatis NISN siswa dikaitkan dengan sekolah yang salah dan sistem tidak menemukan data intensif yang sesuai.
Oleh karena itu, siswa disarankan untuk mencatat NPSN sekolah secara benar dari data sekolah atau melalui portal referensi Pusdatin sebelum memasukkannya ke sistem SNPMB.
Selain kesalahan data, sinkronisasi server antara Dapodik/EMIS dan sistem SNPMB kadang menimbulkan keterlambatan data muncul di portal pendaftaran, terutama saat masa pendaftaran dibuka dan traffic pengguna meningkat.
Dalam situasi seperti ini, disarankan untuk mencoba lagi pada waktu lain atau memastikan semua data telah diperbarui di sistem pusat.
Untuk memastikan bahwa NISN tidak bermasalah, siswa bisa langsung mengecek melalui portal resmi NISN sebelum mulai proses registrasi akun SNPMB 2026.
Setelah itu, pastikan semua data identitas seperti tanggal lahir dan nama sesuai dokumen yang terdaftar di Dapodik.
Jika semua langkah telah dilakukan tetapi pesan error “NISN tidak ditemukan” tetap muncul, ada opsi selanjutnya yaitu menghubungi layanan helpdesk resmi SNPMB atau menggunakan fitur Halo SNPMB untuk mendapatkan bantuan teknis dari panitia.
Sertakan bukti data dari Dapodik/EMIS agar petugas dapat membantu menelusuri sumber masalah.
Kesimpulannya, kendala NISN tidak ditemukan saat daftar SNPMB 2026 biasanya akibat data yang belum valid, belum tersinkron, atau kesalahan input identitas siswa maupun sekolah.
Dengan memeriksa NISN secara mandiri, koordinasi dengan sekolah, serta melakukan verval lunas saat diperlukan, calon mahasiswa dapat memperbaiki masalah tersebut agar proses pendaftaran berjalan lancar dan mereka tetap bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. (sgsa)
















