Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Beras Medium Naik, Beras Premium Hilang di Banyumas

Harga beras medium naik, beras premium hilangHarga beras medium naik, beras premium hilang
SEPI PEMBELI: Salah satu pedagang beras curah di Pasar Manis Purwokerto, menunggu pembeli di kiosnya, Rabu (27/8/2025).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Warga Purwokerto kini dihadapkan pada kenaikan harga beras yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras terus merangkak naik dan menyebabkan keresahan di kalangan konsumen.

Tidak hanya itu, pasokan beras premium di pasaran juga telah menghilang baik di toko modern maupun pasar tradisional.

Dian, seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun yang tinggal di Perumahan Bumi Arca Indah, Purwokerto Timur, menjadi salah satu warga yang merasakan dampak kenaikan harga tersebut. Ia mengungkapkan bahwa harga beras medium di Pasar Wage sekarang mencapai Rp14.500 per kilogram.

“Biasanya harga beras berkisar Rp13 ribu per kg, tetapi sekarang sudah Rp14.500,” katanya pada Rabu (27/8/2025).

Dian juga menyatakan bahwa biasanya ia membeli beras premium di toko modern. Namun, dalam sepekan terakhir stoknya sudah tidak tersedia lagi di sana.

“Ternyata di toko modern sudah tidak ada stok beras premium, sehingga saya membeli ke pasar tradisional. Tidak tahu mengapa beras premium menghilang,” tambah Dian.

Ari, karyawan toko modern di Jalan Oviste Isdiman, Purwokerto, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, pasokan beras premium sangat terbatas saat ini.

“Beberapa waktu lalu ada pasokan, tetapi hanya lima bungkus saja. Itu pun satu merek. Pokoknya tidak seperti sebelumnya, pasokan beras premium banyak dan lancar,” ujarnya.

Pantauan lapangan menunjukkan bahwa sejumlah toko modern kini tidak lagi menyediakan beras premium untuk konsumennya.

Hanya jenis beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang masih terlihat menghiasi rak-rak penjualan.

Kondisi serupa terjadi di pasar tradisional. Agus Ian, pedagang beras di Pasar Manis, mengaku kesulitan memperoleh beras premium kemasan sejak dua pekan terakhir.

“Sudah dua minggu belakangan beras premium seperti merek Sania tidak ada lagi di pasaran. Terakhir saya menjual dengan harga Rp80 ribu per kemasan isi 5 kg,” ungkap Agus.

Saat ini, Agus hanya menjual beras curah dan SPHP kepada pelanggannya. Dia juga membenarkan bahwa harga beras curah kualitas medium mengalami kenaikan signifikan.

“Saat ini harga beras curah kualitas medium sudah mencapai Rp14.500 per kg,” tambahnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas mengonfirmasi kelangkaan tersebut telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Selain karena belum memasuki masa panen ada pula isu mengenai beras oplosan yang turut mempengaruhi ketersediaan stok premium di pasaran.

“Kemarin ada isu beras oplosan dari premium dan medium makanya banyak beras premium yang tidak dikeluarkan,” jelas Retno Wulandari selaku Kabid Perdagangan Disperindag Banyumas.

Namun Retno menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan terkait dugaan oplosan tersebut dan memastikan tidak ditemukan indikasi adanya praktik oplosan saat inspeksi ke Pasar Wage dan Pasar Manis.

Selain itu Retno memberikan penjelasan terkait kenaikan harga beras medium dengan menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena masa panen belum tiba sepenuhnya sehingga mempengaruhi ketersediaan barang di pasaran.

“Kalau kelangkaan karena belum panen Bulog sudah support juga TNI dan Polri sudah masuk ke pasar-pasar Kemarin sempat turun sempat Rp14.000 sekarang Rp14.200,” pungkas Retno.

Situasi ini tentu menciptakan tantangan bagi masyarakat terutama mereka yang bergantung pada bahan pangan pokok seperti beras untuk kebutuhan sehari-hari.

Mereka berharap agar keadaan segera pulih sehingga kebutuhan dapur dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

Tantangan ini juga menjadi perhatian bagi para pelaku usaha terutama pedagang kecil yang harus menghadapi ketidakpastian pasokan.

Namun demikian upaya pemerintah bersama instansi terkait untuk menangani situasi ini patut diapresiasi dengan harapan dapat menemukan solusi jangka panjang demi kepentingan masyarakat luas

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif harapan akan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak.

Terlebih dalam situasi ekonomi global yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal kolaborasi antar lembaga menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasar lokal

Pemerintah daerah bersama stakeholder terkait perlu terus memperkuat koordinasi dan komunikasi guna memastikan akses bahan pangan tetap terjaga terutama bagi kelompok rentan.

Dengan demikian langkah-langkah strategis bisa dirancang secara efektif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (dms/res/stch)

Berita Sebelumnya
Sengketa tanah di tambakreja memanas

Sengketa Tanah di Tambakreja Cilacap Memanas, Warga Minta Perlindungan dari Mafia Pertanahan

Berita Selanjutnya
Jalani bisnis berjualan furnitur

Maria Sharapova Jalani Bisnis Berjualan Furnitur